Jalur Domisili Dibuka Lebih Dulu, Calon Siswa Mulai Berburu PIN SPMB 2026
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 63
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Tahun 2026 di Jawa Timur mulai bergulir. Sejak Junat (29/5/2026), calon siswa mulai melakukan verifikasi nilai rapor dan pengambilan PIN sebagai syarat utama pendaftaran yang berlangsung hingga 9 Juni 2026.
Di Kabupaten Madiun, salah satunya di layanan verifikasi dan pengambilan PIN di SMAN 1 Dolopo dipadati calon peserta didik sejak pagi. Mereka datang untuk mencocokkan data, memverifikasi nilai rapor, serta mendapatkan PIN pendaftaran yang nantinya digunakan saat memilih sekolah tujuan.
Salah satu calon siswa, Hilma Azkia, mengaku datang ke SMAN 1 Dolopo untuk mengurus PIN meski berencana mendaftar di SMAN 1 Geger.
“Saya mau verifikasi PIN. Rencananya daftar ke SMAN 1 Geger, tapi untuk pengambilan PIN bisa di sekolah terdekat, jadi saya ke SMAN 1 Dolopo. Antreannya lumayan panjang meski masih pagi,” ujar siswi asal MTsN 1 Kabupaten Madiun tersebut.
Kepala SMAN 1 Dolopo, Mahfud Efendi, mengatakan pada hari pertama layanan dibuka pihaknya melayani 42 calon siswa yang melakukan pengambilan PIN. Jumlah itu dinilai lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Alhamdulillah antusiasme calon siswa tahun ini lebih tinggi. Sebenarnya ini sudah hari kedua karena kemarin masih libur Idul Adha. Hari ini cukup ramai,” kata Mahfud.
Ia mengungkapkan proses pelayanan berjalan lancar meski sempat terjadi gangguan server pusat sesaat setelah sistem dibuka secara serentak.
“Sempat ada kendala server dari pusat karena akses dilakukan bersamaan. Namun tidak berlangsung lama dan setelah itu kembali normal,” ujarnya.
Untuk mendapatkan PIN pendaftaran, calon siswa diwajibkan membawa sejumlah dokumen, antara lain kartu keluarga asli dan fotokopi, surat keterangan lulus dari sekolah asal, rapor semester 1 hingga 5, serta sertifikat hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jika memiliki.
Guna mempercepat pelayanan, SMAN 1 Dolopo menyiapkan enam operator khusus untuk membantu proses verifikasi dan pengambilan PIN.
“Kalau ada masalah terkait sistem atau data, bisa langsung dibantu operator. Karena itu banyak yang merasa lebih mantap datang langsung ke sekolah,” jelasnya.
Mahfud menambahkan, terdapat sejumlah perubahan dalam pelaksanaan SPMB 2026 dibanding tahun sebelumnya. Salah satunya terkait urutan tahapan pendaftaran dan perubahan komposisi kuota pada masing-masing jalur.
“Tahun lalu jalur prestasi dibuka lebih dulu. Tahun ini dimulai dari jalur domisili yang dibuka pada 11–12 Juni. Selain itu, untuk rayon SMAN 1 Dolopo mencakup empat kecamatan, yakni Dolopo, Dagangan, Kebonsari, dan Geger,” katanya.
Pada SPMB 2026, kuota penerimaan siswa dibagi ke dalam beberapa jalur, yakni domisili 35 persen, afirmasi keluarga kurang mampu 30 persen, mutasi orang tua 5 persen, prestasi lomba 5 persen, dan prestasi akademik sebesar 25 persen.
Adapun pendaftaran jalur afirmasi dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Juni, sedangkan jalur prestasi dibuka pada 24–25 Juni 2026.
SMAN 1 Dolopo sendiri menyiapkan kuota sebanyak 288 siswa yang akan dibagi ke dalam delapan rombongan belajar (rombel). (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





