Pria Pengamen Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 99
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Warga di kawasan Jalan Bangka, Kabupaten Magetan, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam kamar kos, Sabtu (16/5/2026). Kejadian ini sempat mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi.
Laporan masyarakat yang masuk sekitar pukul 08.00 WIB langsung ditindaklanjuti petugas Polsek Magetan Kota bersama tim medis. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah korban.
Korban diketahui bernama Rendy Junifian Politon, warga Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Dalam kesehariannya, ia bekerja sebagai pengamen keliling di wilayah Magetan.
Informasi dari rekan korban menyebutkan, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, Rendy sempat mengeluhkan sakit di bagian lambung. Kondisinya yang tampak melemah membuat teman-temannya berinisiatif membelikan obat untuk meredakan keluhan tersebut.
Kecurigaan muncul ketika korban tidak terlihat beraktivitas sejak pagi hari. Penghuni kos lain kemudian memeriksa kamar dan mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Kapolsek Magetan Kota, AKP Ika Wardani, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan tim medis dan Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan keterangan saksi, korban memang memiliki riwayat sakit dan sempat mengonsumsi obat, namun tidak tertolong,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan analisis tim kesehatan, korban diperkirakan meninggal dunia pada malam hari sebelum ditemukan.
“Perkiraan meninggalnya tadi malam,” imbuhnya.
Usai proses identifikasi, jenazah korban dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Sayidiman Magetan untuk penanganan lanjutan serta menunggu kedatangan pihak keluarga. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





