Berita Terkini
Trending Tags

Eksekusi TK Masyitoh Diwarnai Kericuhan, Protes Guru dan Wali Murid

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 519
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Eksekusi TK Islam Masyitoh Kota Madiun dijaga ketat aparat. (12/5/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Kericuhan terjadi dalam proses eksekusi dan pengosongan di TK Islam Masyitoh pada Selasa (12/5/2026) di Jalan Alun-Alun Barat Kota Madiun. Proses eksekusi ini menindaklanjuti keputusan Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun atas hasil perkara gugatan yang dilayangkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Madiun terhadap Yayasan Dewi Masyitoh dan tergugat lainnya. Dalam putusannya, lahan seluas 595 meter persegi tersebut secara sah sebagai aset PCNU.

PN Kota Madiun turut membacakan berita acara eksekusi dihadapan perwakilan Yayasan Dewi Masyitoh dan kuasa hukum PCNU Kota Madiun. 

Guru maupun walimurid sempat menghalangi petugas saat hendak masuk ke dalam gedung sekolah. Proses pengamanan eksekusi dilakukan pihak kepolisian dan TNI. Tim kuasa hukum PCNU sempat menjadi sasaran massa yang masih tidak terima atas eksekusi tersebut.

“Ya alhamdulillah pagi ini sudah dijadwalkan penetapan eksekusi dari pihak pengadilan. Tadi pihak pengadilan bersama-sama pihak kepolisian dan pihak Kodim telah melakukan pengamanan untuk proses eksekusi ini,” jelas Suryajiyoso, kuasa hukum PCNU Kota Madiun.

Lebih lanjut, dirinya secara singkat menyampaikan Yayasan Masyitoh dibawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU mengelola TK di area Masjid Agung Baitul Hakim Kota Madiun. Karena terdampak perluasan kawasan masjid, tahun 2003 mendapatkan kompensasi dari Pemkot Madiun sebesar Rp. 640 juta. Uang tersebut lantas dibelikan lahan yang saat ini dieksekusi tersebut.

“Nah namun berjalannya waktu posisi sekarang yang mengelola saat ini itu bukan Yayasan Mashitoh milik NU. Tapi Yayasan Dewi Mashitoh yang bukan itu punya NU sudah jadi dimiliki oleh yayasan yang lain. Itu sekitar Desember 2015,” imbuhnya.

Karena persoalan tersebut akhirnya PCNU Kota Madiun melayangkan gugatan di pengadilan hingga akhirnya mendapatkan keputusan secara inkrah. Baik ditingkat banding maupun kasasi menguatkan keputusan PN Kota Madiun.

“Kalau setelah ini nanti ada proses penyerahan dari pihak Pengadilan Negeri Kota Madiun diserahkan kepada pemohon eksekusi. Kalau terkait rencana nanti untuk apa kita tidak tahu. Nanti dari pihak PCNU yang akan menentukan untuk apa,” pungkas Suryajiyoso.

Sementara itu, Chamim Ali Purnomo atau Abah Ali, Ketua Yayasan Dewi Masyitoh mengaku sangat menyesalkan dengan proses eksekusi tersebut. Terlebih, pihaknya sudah mulai mengosongkan dan memindahkan barang-barang milik yayasan.

“Sebetulnya saya itu tidak menghendaki masalah eksekusi. Saya sudah menyerahkan sertifikat di PCNU pada waktu tahun 2024. Itu sudah saya serahkan sebetulnya, yang asli. Saya hanya minta untuk sekolah bisa berjalan seperti biasa,” jelas Abah Ali.

Lebih lanjut, PCNU Kota Madiun juga telah memberikan beberapa opsi untuk keberlangsungan sekolah. Namun, tidak ada kesepakatan terkait keberlangsungan sekolah di atas aset tersebut. Kini untuk kegiatan belajar mengajar dilakukan di Jalan Bromo dan rumahnya.

“Inisiatif saya sendiri karena saya itu kasihan dengan anak-anak sama guru. Saya pindah di atas itu Mas, bisa nanti,” jelasnya.

Proses pengosongan tetap dilakukan dengan pengawalan ketat pihak keamanan. Selain itu, juga barang-barang yang dikeluarkan juga diinventarisir. Semua pihak pun dihimbau mentaati keputusan hukum yang telah inkrah. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasutri Tewas Usai Terseret Truk, Selendang Masuk Gear Jadi Pemicu

    Pasutri Tewas Usai Terseret Truk, Selendang Masuk Gear Jadi Pemicu

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Ngawi–Ngrambe KM 34–35, tepatnya di Desa Cepoko, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Rabu (17/09/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Sepasang suami istri meninggal dunia di tempat setelah motor yang mereka kendarai terlibat tabrakan dengan truk. Korban adalah Sarno (50) dan istrinya Sarweni, warga Desa Cepoko, Kecamatan Ngrambe. […]

    Bagikan
  • PRI Targetkan Struktur Lengkap di 38 Kabupaten/Kota Jatim dan 75 Kursi DPR RI pada Pemilu 2029

    PRI Targetkan Struktur Lengkap di 38 Kabupaten/Kota Jatim dan 75 Kursi DPR RI pada Pemilu 2029

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Partai Rakyat Indonesia (PRI) mulai mempersiapkan mesin politik untuk menghadapi Pemilu 2029. Di Jawa Timur, partai tersebut menargetkan struktur kepengurusan terbentuk di seluruh 38 kabupaten/kota. Ketua DPD PRI Jawa Timur Syafiq Constantin Arsalan mengatakan, hingga kini struktur kepengurusan PRI telah terbentuk di 29 kabupaten/kota di Jawa Timur. Penyelesaian struktur di […]

    Bagikan
  • Warga Trisono Ponorogo Digegerkan Penemuan Jasad Bayi di Selokan

    Warga Trisono Ponorogo Digegerkan Penemuan Jasad Bayi di Selokan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Warga Desa Trisono, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, digegerkan dengan penemuan jasad bayi yang terbungkus plastik hitam di selokan lingkungan permukiman warga, Sabtu (16/5/2026) petang. Penemuan tersebut pertama kali diketahui warga setelah muncul bau busuk menyengat dari arah selokan. Warga kemudian mencari sumber bau dan menemukan sebuah plastik hitam mencurigakan di dalam […]

    Bagikan
  • Harga Rajangan Tembakau Merosot, Luas Tanaman Juga Turut Menyusut

    Harga Rajangan Tembakau Merosot, Luas Tanaman Juga Turut Menyusut

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Cuaca tidak menentu pada musim kemarau basah 2025 berdampak langsung pada kualitas tembakau di Kabupaten Madiun. Kondisi ini membuat harga jual tembakau rajangan milik petani di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, turun dari kisaran Rp. 48 ribu menjadi sekitar Rp. 45 ribu per kilogram. Suprawito, salah satu petani setempat, menyebut tembakau […]

    Bagikan
  • Setelah 17 Tahun Menanti, Juru Parkir dan Pedagang Warung Ini Siap Berangkat Haji

    Setelah 17 Tahun Menanti, Juru Parkir dan Pedagang Warung Ini Siap Berangkat Haji

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Harapan Ujud Pranoto dan Sariyati untuk bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci akhirnya terwujud. Setelah mendaftar sejak tahun 2008, pasangan suami istri asal Kelurahan Ngegong, Kota Madiun ini dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada 16 Mei 2025 mendatang. Pasangan ini dikenal sebagai warga sederhana. Ujud sehari-hari bekerja sebagai juru […]

    Bagikan
  • Soft Launching MPP Kota Madiun, Pemkot Tegaskan Perizinan Mudah Tanpa Calo

    Soft Launching MPP Kota Madiun, Pemkot Tegaskan Perizinan Mudah Tanpa Calo

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun resmi melakukan soft launching Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Madiun pada Selasa (19/5/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun di gedung MPP yang berada di Jalan Trunojoyo, bekas kantor Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB. Keberadaan MPP tersebut ditujukan untuk mengintegrasikan berbagai […]

    Bagikan
expand_less