Berita Terkini
Trending Tags

SPMB Jatim 2026, DPRD Kota Madiun Soroti Kuota SMA dan Siapkan Posko Pengaduan

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 369
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Kota Madiun bahas kuota SMA dan perubahan SPMB Jatim 2026, (9/5/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Komisi I DPRD Kota Madiun menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun dan perwakilan SMA/SMK Negeri di Kota Madiun, Sabtu (9/5/2026). Rapat tersebut membahas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 yang mengalami sejumlah perubahan signifikan sekaligus menyoroti persoalan keterbatasan kuota SMA Negeri di Kota Madiun.

Dalam rapat itu, DPRD Kota Madiun juga memastikan akan membuka posko pengaduan masyarakat selama proses SPMB berlangsung. Hal itu guna menampung keluhan maupun persoalan yang dihadapi calon siswa dan orang tua/wali murid.

Kasi SMA/PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Changgih Swantaka Yoga Nendi, menjelaskan terdapat beberapa perubahan mekanisme dalam SPMB Jatim 2026 dibanding tahun sebelumnya. Salah satu perubahan utama adalah penempatan jalur domisili menjadi tahap pertama penerimaan.

“Kalau tahun lalu timeline-nya tahap domisili ditaruh di tahap ketiga. Kalau sekarang domisili ditaruh di tahap pertama,” ujarnya.

Selain itu, tahun ini Tes Kompetensi Akademik (TKA) mulai diberlakukan dalam proses seleksi. Komposisi penilaian terdiri dari 60 persen nilai rapor dan 40 persen nilai TKA.

“Kalau tahun lalu tidak ada TKA, menggunakan kombinasi nilai rapor dan indeks sekolah. Kalau tahun ini TKA diperhitungkan,” katanya.

Menurut Changgih, perubahan skema tersebut diharapkan memberi keuntungan bagi siswa asal Kota Madiun, khususnya melalui jalur domisili. Dengan jalur domisili ditempatkan di tahap awal, siswa berprestasi diharapkan lebih dulu terserap sehingga persaingan di tahap berikutnya menjadi lebih longgar.

“Nah, anak-anak yang berprestasi itu diharapkan masuk jalur domisili dulu. Jadi persaingan di belakang tidak terlalu ketat dan itu sangat menguntungkan bagi anak-anak Kota Madiun,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan siswa kelas 7 dan 8 SMP agar mulai mempersiapkan diri menghadapi TKA karena jalur domisili kini tidak lagi ditentukan berdasarkan jarak rumah ke sekolah, melainkan berdasarkan kombinasi nilai rapor dan hasil TKA.

“Pesannya untuk anak-anak kelas 7 dan 8, sekarang mulai belajar. Karena domisili itu tidak lagi diukur dari jarak rumah dengan sekolah, tetapi dari nilai TKA dan nilai rapor,” tegasnya.

Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun mengaku telah melakukan sosialisasi SPMB kepada sekolah dan wali murid. Sosialisasi dilakukan melalui forum MKKS SMP se-Kota Madiun yang diikuti sekitar 300 peserta, serta pertemuan dengan orang tua siswa di sejumlah sekolah.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun, Didik Yulianto, menyoroti ketimpangan kuota antara lulusan SMP dengan daya tampung SMA negeri di Kota Madiun. Menurutnya, mayoritas siswa di Kota Madiun masih lebih memilih melanjutkan pendidikan ke SMA dibanding SMK.

Image Not Found
Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun, Didik Yulianto, S.H. Foto : Kris-Sinergia

“Kalau kita bicara kuota SMA dari lulusan SMP yang ada di Kota Madiun masih banyak yang tidak terakomodir,” ujarnya.

Didik menyebut jumlah SMA negeri di Kota Madiun saat ini juga berkurang setelah SMA Negeri 3 Madiun kini telah berganti menjadi SMA Taruna Angkasa. Sehingga kini tersisa lima SMA negeri di Kota Madiun.

“Nah, bagaimana supaya ke depan ada solusi dari Dinas Pendidikan Provinsi supaya SMA di Kota Madiun bisa kembali menjadi enam sekolah lagi,” katanya.

Selain itu, DPRD Kota Madiun memastikan akan membuka posko pengaduan selama pelaksanaan SPMB 2026. Posko tersebut disiapkan untuk menampung berbagai aduan masyarakat terkait proses penerimaan siswa baru.

“Nanti untuk Komisi I insyaallah pasti teman-teman membuka posko terkait aduan-aduan masyarakat khususnya terkait permasalahan SPMB,” pungkas Didik. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisatawan Inggris Kunjungi Padepokan PSHT Pusat Madiun, Kenali Pencak Silat dan Budaya Lokal

    Wisatawan Inggris Kunjungi Padepokan PSHT Pusat Madiun, Kenali Pencak Silat dan Budaya Lokal

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional terus dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun. Kali ini, langkah tersebut terlihat dalam kunjungan seorang wisatawan asal Inggris, Charlotte Dorothy Withers, ke padepokan PSHT di Kota Madiun di Jalan Merak Kelurahan Nambangan Kidul. Kunjungan ini menjadi ruang pertemuan lintas budaya […]

    Bagikan
  • Jamaah Thariqah Syattariyah di Ponorogo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ini Alasannya

    Jamaah Thariqah Syattariyah di Ponorogo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ini Alasannya

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ratusan jamaah Pondok Pesantren Daarul Islaam Liahlissunnah Waljamaah, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, merayakan Hari Raya Idul Fitri lebih awal pada Kamis (19/3/2026) pagi. Penetapan 1 Syawal tersebut didasarkan pada metode perhitungan yang digunakan oleh jamaah Thariqah Syattariyah. Mereka diketahui telah lebih dahulu memulai ibadah puasa, sehingga pada […]

    Bagikan
  • Warga Antusias Cek Kesehatan Gratis, Dinkes-PPKB : Cek Resiko Kesehatan Sejak Dini

    Warga Antusias Cek Kesehatan Gratis, Dinkes-PPKB : Cek Resiko Kesehatan Sejak Dini

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Madiun telah berjalan. Warga pun antusias memanfaatkan program yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto. Seperti yang terpantau di Puskesmas Ngegong Kecamatan Manguharjo, warga sudah banyak yang antri untuk cek kesehatan. Untuk mengikuti program CKG ini, masyarakat bisa mengakses melalui aplikasi Satu Sehat. Melalui […]

    Bagikan
  • Pamit Menyusul Ibunya, Gadis 15 Tahun Hilang di Hutan Jati

    Pamit Menyusul Ibunya, Gadis 15 Tahun Hilang di Hutan Jati

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang remaja perempuan bernama Ilut Apriliani (15) dilaporkan hilang di kawasan hutan jati Desa Lembeyan Wetan, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sejak Jumat sore (09/05/2025). Hingga Sabtu siang (10/05/2025), proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Ilut, warga Dusun Tegal Rejo RT 02 RW 04, terakhir terlihat berjalan […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Serahkan SK Pengangkatan 290 ASN di TPA Winongo

    Wali Kota Madiun Serahkan SK Pengangkatan 290 ASN di TPA Winongo

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Madiun tidak dilakukan di gedung pemerintahan ataupun hotel berbintang. Namun, Wali Kota Madiun, Maidi menyerahkan SK pengangkatan kepada 290 ASN di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo di Kecamatan Manguharjo pada Selasa (03/06/2025).  Rinciannya, 52 SK diberikan kepada Pegawai Negeri […]

    Bagikan
  • KPU Kota Madiun Coklit Data 28 Pemilih Berusia Lebih dari Seabad

    KPU Kota Madiun Coklit Data 28 Pemilih Berusia Lebih dari Seabad

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pencocokan dan penelitian (coklit) terbatas yang digelar KPU Kota Madiun pada 29–30 September 2025 menghasilkan temuan menarik. Tercatat, sejumlah warga yang usianya sudah melampaui satu abad. Ketua KPU Kota Madiun, Pita Anjarsari, menjelaskan bahwa pihaknya menerima 28 data pemilih tidak valid dari KPU RI untuk diverifikasi. Dalam data itu, sejumlah […]

    Bagikan
expand_less