Berita Terkini
Trending Tags

SPMB Jatim 2026, DPRD Kota Madiun Soroti Kuota SMA dan Siapkan Posko Pengaduan

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 454
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Kota Madiun bahas kuota SMA dan perubahan SPMB Jatim 2026, (9/5/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Komisi I DPRD Kota Madiun menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun dan perwakilan SMA/SMK Negeri di Kota Madiun, Sabtu (9/5/2026). Rapat tersebut membahas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 yang mengalami sejumlah perubahan signifikan sekaligus menyoroti persoalan keterbatasan kuota SMA Negeri di Kota Madiun.

Dalam rapat itu, DPRD Kota Madiun juga memastikan akan membuka posko pengaduan masyarakat selama proses SPMB berlangsung. Hal itu guna menampung keluhan maupun persoalan yang dihadapi calon siswa dan orang tua/wali murid.

Kasi SMA/PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Changgih Swantaka Yoga Nendi, menjelaskan terdapat beberapa perubahan mekanisme dalam SPMB Jatim 2026 dibanding tahun sebelumnya. Salah satu perubahan utama adalah penempatan jalur domisili menjadi tahap pertama penerimaan.

“Kalau tahun lalu timeline-nya tahap domisili ditaruh di tahap ketiga. Kalau sekarang domisili ditaruh di tahap pertama,” ujarnya.

Selain itu, tahun ini Tes Kompetensi Akademik (TKA) mulai diberlakukan dalam proses seleksi. Komposisi penilaian terdiri dari 60 persen nilai rapor dan 40 persen nilai TKA.

“Kalau tahun lalu tidak ada TKA, menggunakan kombinasi nilai rapor dan indeks sekolah. Kalau tahun ini TKA diperhitungkan,” katanya.

Menurut Changgih, perubahan skema tersebut diharapkan memberi keuntungan bagi siswa asal Kota Madiun, khususnya melalui jalur domisili. Dengan jalur domisili ditempatkan di tahap awal, siswa berprestasi diharapkan lebih dulu terserap sehingga persaingan di tahap berikutnya menjadi lebih longgar.

“Nah, anak-anak yang berprestasi itu diharapkan masuk jalur domisili dulu. Jadi persaingan di belakang tidak terlalu ketat dan itu sangat menguntungkan bagi anak-anak Kota Madiun,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan siswa kelas 7 dan 8 SMP agar mulai mempersiapkan diri menghadapi TKA karena jalur domisili kini tidak lagi ditentukan berdasarkan jarak rumah ke sekolah, melainkan berdasarkan kombinasi nilai rapor dan hasil TKA.

“Pesannya untuk anak-anak kelas 7 dan 8, sekarang mulai belajar. Karena domisili itu tidak lagi diukur dari jarak rumah dengan sekolah, tetapi dari nilai TKA dan nilai rapor,” tegasnya.

Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun mengaku telah melakukan sosialisasi SPMB kepada sekolah dan wali murid. Sosialisasi dilakukan melalui forum MKKS SMP se-Kota Madiun yang diikuti sekitar 300 peserta, serta pertemuan dengan orang tua siswa di sejumlah sekolah.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun, Didik Yulianto, menyoroti ketimpangan kuota antara lulusan SMP dengan daya tampung SMA negeri di Kota Madiun. Menurutnya, mayoritas siswa di Kota Madiun masih lebih memilih melanjutkan pendidikan ke SMA dibanding SMK.

Image Not Found
Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun, Didik Yulianto, S.H. Foto : Kris-Sinergia

“Kalau kita bicara kuota SMA dari lulusan SMP yang ada di Kota Madiun masih banyak yang tidak terakomodir,” ujarnya.

Didik menyebut jumlah SMA negeri di Kota Madiun saat ini juga berkurang setelah SMA Negeri 3 Madiun kini telah berganti menjadi SMA Taruna Angkasa. Sehingga kini tersisa lima SMA negeri di Kota Madiun.

“Nah, bagaimana supaya ke depan ada solusi dari Dinas Pendidikan Provinsi supaya SMA di Kota Madiun bisa kembali menjadi enam sekolah lagi,” katanya.

Selain itu, DPRD Kota Madiun memastikan akan membuka posko pengaduan selama pelaksanaan SPMB 2026. Posko tersebut disiapkan untuk menampung berbagai aduan masyarakat terkait proses penerimaan siswa baru.

“Nanti untuk Komisi I insyaallah pasti teman-teman membuka posko terkait aduan-aduan masyarakat khususnya terkait permasalahan SPMB,” pungkas Didik. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bulog Madiun Siap Salurkan 9.500 Ton Beras SPHP untuk Tekan Inflasi di Semester II 2025

    Bulog Madiun Siap Salurkan 9.500 Ton Beras SPHP untuk Tekan Inflasi di Semester II 2025

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kembali digulirkan untuk semester II tahun 2025. Kepala Perum Bulog Cabang Madiun, Agung Sarianto, menyampaikan bahwa penugasan SPHP telah turun dengan target volume sebesar 1,318 juta ton secara nasional untuk periode Juli hingga Desember 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.500 ton dialokasikan untuk […]

    Bagikan
  • Becak Listrik dari Presiden RI, Pemkot Madiun Optimalkan Untuk Mendukung Transportasi Pariwisata

    Becak Listrik dari Presiden RI, Pemkot Madiun Optimalkan Untuk Mendukung Transportasi Pariwisata

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 200 tukang becak di Kota Madiun menerima bantuan becak listrik dari Presiden RI, Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) pada Minggu (08/02/2026). Secara simbolis penyerahan bantuan becak listrik ini dilakukan oleh Nanik S. Deyang selaku perwakilan Yayasan GSN sekaligus Presiden Becak Listrik Indonesia dengan didampingi Plt Wali […]

    Bagikan
  • Polres Ngawi Selidiki Dugaan Keracunan Massal Siswa di Kecamatan Sine

    Polres Ngawi Selidiki Dugaan Keracunan Massal Siswa di Kecamatan Sine

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, kini ditangani aparat kepolisian. Polres Ngawi turun tangan melakukan penyelidikan setelah sejumlah siswa mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing, Rabu (01/10/2025). Kasatreskrim Polres Ngawi, AKP Aris Gunadhi, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung bergerak […]

    Bagikan
  • Satpol PP Magetan Rancang Strategi Baru Berantas Rokok Ilegal

    Satpol PP Magetan Rancang Strategi Baru Berantas Rokok Ilegal

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sebanyak 5 juta batang rokok ilegal dan ribuan liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dimusnahkan Kantor Bea dan Cukai Madiun bersama sejumlah instansi lintas sektor, Rabu (18/06/2025). Pemusnahan dilakukan dalam dua tahap, yakni di halaman Pendopo Wedya Graha dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi. Barang bukti […]

    Bagikan
  • Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam, DLH Minta Perbaikan Pengelolaan Limbah

    Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam, DLH Minta Perbaikan Pengelolaan Limbah

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sejumlah warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari usaha peternakan ayam petelur di sekitar permukiman. Keluhan tersebut kemudian dimediasi oleh pemerintah desa dan ditindaklanjuti dengan pengecekan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi. Peternakan ayam petelur yang telah beroperasi sekitar dua tahun terakhir […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Sayangkan Vandalisme di Area Stasiun Magetan

    KAI Daop 7 Madiun Sayangkan Vandalisme di Area Stasiun Magetan

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun turut menanggapi viralnya kerusakan fasilitas di area depan Stasiun Magetan. KAI menyayangkan adanya aksi perusakan fasilitas umum serta perilaku membuang sampah sembarangan di kawasan tersebut. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan area depan parkir Stasiun Magetan sebenarnya telah ditata agar lebih […]

    Bagikan
expand_less