Tanah Longsor dan Pondasi Jembatan Ambrol, Jalur Ponorogo–Pacitan Tersendat
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 81
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Ponorogo pada Selasa (19/5/2026) malam menyebabkan longsor di jalur penghubung Ponorogo–Pacitan. Selain longsor, talud dan pondasi Jembatan Plapar di Desa Caluk, Kecamatan Slahung, juga mengalami kerusakan serius akibat tergerus aliran sungai.
Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di jalur provinsi Ponorogo–Pacitan tepatnya di Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo tersendat. Material longsor berupa lumpur, pasir, dan bebatuan menutup separuh badan jalan sehingga kendaraan hanya bisa melintas secara bergantian.
Petugas kepolisian terlihat melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka tutup. Sementara alat berat diterjunkan untuk membersihkan material longsor yang masih menutupi jalan.
Kapolsek Slahung, AKP Pitoyo mengatakan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan perbatasan Ponorogo–Pacitan selama hampir dua jam.
“Tadi malam kurang lebih pukul 23.00 WIB terjadi longsor karena sebelumnya terjadi hujan yang sangat lebat kurang lebih sekitar dua jam, kemudian mengakibatkan longsor di perbatasan Ponorogo-Pacitan,” ujarnya saat ditemui di lokasi longsor, Rabu (20/5/2026).
Menurut Pitoyo, jalur tersebut masih bisa dilalui kendaraan, namun pengendara khususnya roda dua diminta berhati-hati karena kondisi jalan licin dan masih dipenuhi sisa material longsor.
Selain longsor di Desa Wates, kerusakan juga terjadi pada Jembatan Plapar di Desa Caluk, Kecamatan Slahung. Talud di sisi barat dan timur jembatan ambrol sehingga membuat sebagian pondasi jembatan menggantung dan rawan mengalami kerusakan lebih parah.
“Di Desa Caluk juga ada talud jembatan yang berada di jalur provinsi ambrol, sehingga saat ini hanya kendaraan dibatasi maksimal 10 ton yang boleh melewati jembatan,” terang Pitoyo.
Pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan besar dengan tonase di atas 10 ton terlihat mengantre di sisi timur Jembatan Plapar. Kendaraan angkutan berat menuju Pacitan kini mulai dialihkan melalui jalur Wonogiri demi menghindari risiko kerusakan jembatan yang lebih fatal.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo menjelaskan kerusakan pada Jembatan Plapar cukup serius dan berpengaruh terhadap struktur pondasi jembatan.
“Talud jembatan Plapar di posisi barat maupun timur jembatan mengalami kerusakan yang fatal dan tentunya berpengaruh pada struktur pondasi jembatan,” ungkapnya.
Saat ini kendaraan hanya diperbolehkan melintas di sisi utara jembatan yang dinilai lebih stabil. Petugas gabungan dari BPBD, kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Damkar masih terus melakukan pembersihan material longsor serta pemantauan kondisi jembatan untuk mengantisipasi kerusakan susulan apabila hujan kembali turun. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





