Desa Bodag Jadi Sentra Cokelat, Bupati Madiun Siapkan Jalan Tembus hingga Hilirisasi Kakao
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 79
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Desa Bodag Kecamatan Kare di lereng Gunung Wilis mendadak jadi pusat perhatian Pemerintah Kabupaten Madiun. Desa yang dikenal sebagai penghasil kakao terbesar itu kini didorong naik kelas, bukan hanya sebagai pemasok bahan mentah, tetapi menjadi sentra pengolahan cokelat mandiri dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Dalam agenda Bakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera (Bahana Bersahaja) pada 12–13 Mei 2026, Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, dan kepala OPD turun langsung menyapa warga Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.
Puluhan layanan publik, layanan kesehatan, hingga program pembangunan infrastruktur digelar secara terpadu untuk masyarakat setempat. Kawasan yang selama ini dikenal dengan “Rumah Cokelat” itu diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Madiun.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, Desa Bodag memiliki potensi perkebunan yang sangat besar dan perlu didukung melalui inovasi serta pembangunan infrastruktur penunjang.
“Potensinya luar biasa. Desa Bodag ini juara lomba desa tingkat kabupaten dan insyaallah akan kami ajukan ke tingkat provinsi,” ujar Hari Wuryanto, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, Bodag tidak hanya unggul di sektor kakao, tetapi juga memiliki komoditas lain seperti durian, petai, hingga cengkeh. Keberadaan Rumah Cokelat disebut menjadi bukti kreativitas masyarakat desa dalam mengembangkan potensi lokal.
Hari Wuryanto menyoroti pentingnya hilirisasi kakao agar hasil panen warga tidak lagi dijual mentah ke luar daerah seperti Blitar. Ia berharap pengolahan cokelat bisa dilakukan langsung di Bodag sehingga nilai tambah ekonominya dinikmati masyarakat setempat.
“Kalau dikirim ke luar daerah, nilai tambahnya kurang. Kami berharap produksi cokelat bisa diolah sendiri di Bodag dan Rumah Cokelat nantinya tidak hanya satu lokasi saja,” katanya.
Tak hanya fokus pada sektor ekonomi, Pemkab Madiun juga mulai memperkuat konektivitas antar wilayah. Dalam rangka Bulan Bakti Gotong Royong, pemerintah bersama warga melakukan kerja bakti pembangunan jalan tembus yang menghubungkan Desa Bodag dengan Kecamatan Dagangan.

Jalan tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi pupuk, hasil pertanian, hingga memperlancar akses ekonomi masyarakat di kawasan lereng Wilis.
“Kalau konektivitas baik, distribusi pupuk, bahan baku, sampai hasil panen juga lebih mudah dan murah,” tutur Hari.
Desa Bodag sendiri kini dipandang sebagai salah satu desa potensial di Kabupaten Madiun yang menggabungkan kekuatan sektor perkebunan, UMKM olahan cokelat, dan wisata desa berbasis alam pegunungan. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





