Anton Solihin Pilih Jalur Silaturahmi ke Ulama NU, Isyarat Konsolidasi Politik PKB Magetan Dimulai
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 79
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Di tengah dinamika politik yang beberapa waktu terakhir mewarnai lingkungan DPRD Kabupaten Magetan, tokoh muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Anton Solihin, memilih mengambil langkah berbeda. Ia menempuh jalur silaturahmi dengan para ulama Nahdlatul Ulama (NU) sebagai upaya merawat komunikasi politik sekaligus memperkuat kembali hubungan partai dengan basis Nahdliyin.
Anton mendatangi sejumlah kiai dan nyai NU di berbagai wilayah di Kabupaten Magetan. Kunjungan dilakukan secara langsung ke kediaman para tokoh agama dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal awal konsolidasi internal PKB pasca berbagai dinamika politik yang sempat menjadi perhatian publik. Di tengah situasi politik daerah yang memanas, pendekatan kepada ulama dianggap sebagai upaya meredam ketegangan sekaligus mengembalikan komunikasi politik yang lebih sejuk.
Anton menegaskan, agenda silaturahmi itu bukan sekadar kegiatan seremonial politik. Menurutnya, hubungan PKB dan NU memiliki ikatan historis yang tidak dapat dipisahkan sehingga kader partai perlu terus menjaga kedekatan dengan para ulama dan masyarakat Nahdliyin.
“PKB dan NU tidak bisa dipisahkan. Kami datang untuk sowan, meminta doa, sekaligus mendengar arahan dari para kiai dan nyai agar ke depan hubungan ini semakin kuat,” ujar Anton Solihin.
Ia juga mengakui pentingnya membangun kembali kepercayaan publik setelah muncul berbagai dinamika yang berdampak terhadap citra politik di daerah. Karena itu, Anton menilai kader PKB harus kembali hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui forum formal politik, tetapi juga lewat komunikasi sosial dan keagamaan.
Menurut dia, keberadaan ulama memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial maupun politik di Kabupaten Magetan. Karena itu, komunikasi yang harmonis dengan kalangan pesantren dan tokoh agama perlu terus dijaga.
Sejumlah tokoh NU yang menerima kunjungan tersebut turut menyambut positif langkah silaturahmi itu. Mereka berharap kader PKB tidak hanya mendekati ulama saat momentum politik semata, tetapi terus membersamai kegiatan umat dan organisasi keagamaan secara berkelanjutan.
“Hubungan dengan NU harus tetap dijaga. Jangan sampai kader partai jauh dari masyarakat dan ulama,” ujar salah satu tokoh NU yang ditemui.
Selain mempererat hubungan dengan kalangan pesantren, safari silaturahmi tersebut juga disebut menjadi bagian dari penguatan soliditas internal partai menjelang agenda politik mendatang, termasuk persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Belakangan, nama Anton Solihin mulai diperhitungkan sebagai salah satu figur potensial di DPRD Magetan. Ia dinilai mencoba mengedepankan politik kehadiran, yakni pendekatan langsung kepada masyarakat dan tokoh agama dibanding hanya mengandalkan komunikasi politik formal.
Langkah silaturahmi ini pun diharapkan menjadi titik awal mencairnya ketegangan politik di daerah sekaligus memperkuat kembali fondasi hubungan antara PKB dan NU di Kabupaten Magetan. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





