Berita Terkini
Trending Tags

Jamasan Wayang dan Gamelan di Magetan, Wujud Penghormatan terhadap Warisan Seni Leluhur

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 142
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jamasan wayang kulit jadi tradisi rutin saat bulan Suro. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Bulan Suro atau Muharram identik dengan berbagai tradisi budaya masyarakat Jawa. Salah satu yang masih lestari hingga kini adalah tradisi jamasan, yakni kegiatan membersihkan dan merawat benda-benda pusaka sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.

Jika umumnya jamasan dilakukan pada keris, tombak, pedang, maupun pusaka peninggalan keluarga, tradisi serupa justru diterapkan pada ratusan wayang kulit dan seperangkat gamelan di Sanggar Seni dan Edukasi Sapto Puspo Budoyo, Desa Ngujung, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.

Tradisi tahunan ini menjadi agenda rutin yang digelar setiap bulan Suro. Tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan koleksi seni, jamasan juga dimaknai sebagai upaya melestarikan budaya dan menghargai karya para leluhur yang telah diwariskan lintas generasi.

Pimpinan Sanggar Seni dan Edukasi Sapto Puspo Budoyo, Sigit Saptonugroho, menjelaskan bahwa jamasan wayang dan gamelan merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa yang terus dipertahankan oleh sanggar. Kegiatan tersebut diawali dengan slametan sederhana sebagai ungkapan syukur sekaligus doa agar proses perawatan berlangsung lancar.

“Jamasan wayang dan gamelan ini dilakukan setiap bulan Muharram atau bulan Suro. Tujuannya untuk melestarikan dan merawat wayang maupun gamelan yang ada di sanggar seni ini,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Setelah prosesi doa bersama, wayang-wayang yang sebelumnya tersimpan di dalam kotak kayu dikeluarkan satu per satu. Wayang kemudian diangin-anginkan atau dijemur secukupnya agar kondisinya tetap terjaga. Selanjutnya, debu dan kotoran yang menempel dibersihkan menggunakan kuas halus.

Menurut Sigit, penggunaan kuas halus dipilih karena material dan cat pada wayang kulit sangat sensitif terhadap perubahan cuaca maupun perlakuan yang kasar. Cara tersebut dinilai paling aman untuk menjaga tekstur dan warna wayang agar tidak mudah rusak.

“Wayang kulit memiliki karakter yang sensitif. Karena itu pembersihannya dilakukan secara hati-hati menggunakan kuas halus agar tekstur cat tetap terjaga,” katanya.

Tak hanya wayang, seperangkat gamelan milik sanggar juga mendapat perawatan khusus. Gamelan dibersihkan menggunakan batu hijau atau watu ijo untuk menghilangkan kusam sekaligus mengembalikan kilau permukaannya.

“Dengan menggunakan watu ijo, gamelan menjadi lebih kinclong. Selain tampak terawat, kualitas suara saat ditabuh juga tetap nyaring,” jelasnya.

Saat ini Sanggar Seni dan Edukasi Sapto Puspo Budoyo memiliki sekitar 250 wayang kulit yang tersimpan dalam dua kotak koleksi. Sebagian besar merupakan wayang lawas yang dibuat pada era 1950-an hingga 1960-an. Koleksi tersebut masih digunakan dalam berbagai pementasan seni yang digelar sanggar.

Keberadaan wayang-wayang berusia puluhan tahun tersebut menjadikannya bukan sekadar alat pertunjukan, melainkan juga bagian dari jejak sejarah perkembangan seni tradisional Jawa. Oleh sebab itu, perawatan rutin melalui jamasan dinilai penting agar koleksi tetap lestari dan dapat dinikmati generasi mendatang.

Lebih dari sekadar membersihkan benda seni, jamasan memiliki makna filosofis yang mendalam. Dalam tradisi Jawa, kegiatan ini menjadi simbol penghormatan terhadap para leluhur yang telah menciptakan karya budaya dengan penuh ketekunan dan nilai spiritual. Melalui jamasan, masyarakat diajak untuk tidak melupakan akar budaya sekaligus menjaga warisan yang telah ditinggalkan.

“Filosofinya adalah menghormati karya para leluhur. Wayang merupakan warisan nenek moyang yang harus dirawat dan dilestarikan agar generasi muda tetap mengenal budaya serta kesenian tradisional,” tutur Sigit.

Ia berharap tradisi jamasan tidak hanya menjaga kondisi fisik wayang dan gamelan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk terus mencintai budaya lokal. Dengan demikian, warisan seni tradisional Jawa dapat tetap hidup di tengah perkembangan zaman dan menjadi sumber pembelajaran bagi generasi masa depan.

Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, tradisi jamasan di Sanggar Seni dan Edukasi Sapto Puspo Budoyo menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak selalu dilakukan melalui pertunjukan besar. Merawat, membersihkan, dan menghargai peninggalan leluhur pun merupakan bentuk nyata menjaga identitas budaya bangsa agar tetap lestari sepanjang masa. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Madiun Dorong UMKM dan PKL untuk Perkuat Wisata

    Pemkot Madiun Dorong UMKM dan PKL untuk Perkuat Wisata

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun kian serius mengokohkan sektor pariwisata. Lonjakan kunjungan wisatawan dari luar daerah menjadi bukti bahwa potensi wisata perlu diimbangi dengan pelayanan publik yang prima. Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker KUKM) terus mendorong penguatan sektor UMKM dan pedagang kaki […]

    Bagikan
  • H+4 Lebaran 2026, Arus Balik di Wilayah KAI Daop 7 Madiun Masih Tinggi

    H+4 Lebaran 2026, Arus Balik di Wilayah KAI Daop 7 Madiun Masih Tinggi

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Memasuki H+4 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mobilitas penumpang kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun masih terpantau tinggi di tengah arus balik Lebaran 2026. Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan tingginya mobilitas tersebut terlihat dari akumulasi jumlah […]

    Bagikan
  • Banjir Meluas, 4 KA Lintasi Daop 7 Madiun Batal Berangkat, 4 KA Terlambat

    Banjir Meluas, 4 KA Lintasi Daop 7 Madiun Batal Berangkat, 4 KA Terlambat

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Banjir yang menggenangi jalur kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta dan Daop 4 Semarang berdampak pada perjalanan KA di wilayah KAI Daop 7 Madiun. Akibat banjir yang makin meluas, PT KAI melakukan sejumlah pembatalan dan rekayasa perjalanan sejumlah KA jarak jauh. Daop 7 Madiun mencatat sebanyak 4 KA terpaksa […]

    Bagikan
  • Mural 3D Bertema Tembok Cina Percantik Kawasan Jalan Ahmad Yani

    Mural 3D Bertema Tembok Cina Percantik Kawasan Jalan Ahmad Yani

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wajah kawasan Jalan Ahmad Yani, Kota Madiun, kini semakin artistik. Sebagian tanggul Bantaran Kali Madiun di jalan protokol tersebut tengah dipercantik dengan mural tiga dimensi (3D) yang digarap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat. Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Agus Tri Sukamto, menjelaskan bahwa mural ini menjadi […]

    Bagikan
  • Momen Pergantian Tahun, Pemkot Madiun Ajak Masyarakat Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera

    Momen Pergantian Tahun, Pemkot Madiun Ajak Masyarakat Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Perayaan pergantian tahun baru menjadi momen yang ditunggu-tunggu masyarakat. Tidak terkecuali di Kota Madiun. Namun, perayaan tahun baru 2026 di Kota Madiun bakal digelar dengan cara yang berbeda. Wali Kota Madiun, Maidi mengatakan pergantian tahun ini, pihaknya mengajak masyarakat untuk menjadi aksi kepedulian terhadap sesama. Lebih khusus bagi para korban […]

    Bagikan
  • Mengenal Kolonel Arm Untoro Hariyanto, Nahkoda Baru Korem 081/DSJ

    Mengenal Kolonel Arm Untoro Hariyanto, Nahkoda Baru Korem 081/DSJ

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 572
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Komandan Korem 081 Dhirot Saha Jaya akhirnya terjawab. Kolonel Arm Untoro Hariyanto resmi menjabat sebagai Danrem 081/DSJ. Prosesi penyerahan jabatan dipimpin oleh Pangdam V/ Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin di Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/2/2025). Mayjen TNI Rudy Saladin menilai Kolonel Arm Untoro akan dapat menindaklanjuti apa yang […]

    Bagikan
expand_less