Berita Terkini
Trending Tags

Jamasan Wayang dan Gamelan di Magetan, Wujud Penghormatan terhadap Warisan Seni Leluhur

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 184
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jamasan wayang kulit jadi tradisi rutin saat bulan Suro. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Bulan Suro atau Muharram identik dengan berbagai tradisi budaya masyarakat Jawa. Salah satu yang masih lestari hingga kini adalah tradisi jamasan, yakni kegiatan membersihkan dan merawat benda-benda pusaka sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.

Jika umumnya jamasan dilakukan pada keris, tombak, pedang, maupun pusaka peninggalan keluarga, tradisi serupa justru diterapkan pada ratusan wayang kulit dan seperangkat gamelan di Sanggar Seni dan Edukasi Sapto Puspo Budoyo, Desa Ngujung, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.

Tradisi tahunan ini menjadi agenda rutin yang digelar setiap bulan Suro. Tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan koleksi seni, jamasan juga dimaknai sebagai upaya melestarikan budaya dan menghargai karya para leluhur yang telah diwariskan lintas generasi.

Pimpinan Sanggar Seni dan Edukasi Sapto Puspo Budoyo, Sigit Saptonugroho, menjelaskan bahwa jamasan wayang dan gamelan merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa yang terus dipertahankan oleh sanggar. Kegiatan tersebut diawali dengan slametan sederhana sebagai ungkapan syukur sekaligus doa agar proses perawatan berlangsung lancar.

“Jamasan wayang dan gamelan ini dilakukan setiap bulan Muharram atau bulan Suro. Tujuannya untuk melestarikan dan merawat wayang maupun gamelan yang ada di sanggar seni ini,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Setelah prosesi doa bersama, wayang-wayang yang sebelumnya tersimpan di dalam kotak kayu dikeluarkan satu per satu. Wayang kemudian diangin-anginkan atau dijemur secukupnya agar kondisinya tetap terjaga. Selanjutnya, debu dan kotoran yang menempel dibersihkan menggunakan kuas halus.

Menurut Sigit, penggunaan kuas halus dipilih karena material dan cat pada wayang kulit sangat sensitif terhadap perubahan cuaca maupun perlakuan yang kasar. Cara tersebut dinilai paling aman untuk menjaga tekstur dan warna wayang agar tidak mudah rusak.

“Wayang kulit memiliki karakter yang sensitif. Karena itu pembersihannya dilakukan secara hati-hati menggunakan kuas halus agar tekstur cat tetap terjaga,” katanya.

Tak hanya wayang, seperangkat gamelan milik sanggar juga mendapat perawatan khusus. Gamelan dibersihkan menggunakan batu hijau atau watu ijo untuk menghilangkan kusam sekaligus mengembalikan kilau permukaannya.

“Dengan menggunakan watu ijo, gamelan menjadi lebih kinclong. Selain tampak terawat, kualitas suara saat ditabuh juga tetap nyaring,” jelasnya.

Saat ini Sanggar Seni dan Edukasi Sapto Puspo Budoyo memiliki sekitar 250 wayang kulit yang tersimpan dalam dua kotak koleksi. Sebagian besar merupakan wayang lawas yang dibuat pada era 1950-an hingga 1960-an. Koleksi tersebut masih digunakan dalam berbagai pementasan seni yang digelar sanggar.

Keberadaan wayang-wayang berusia puluhan tahun tersebut menjadikannya bukan sekadar alat pertunjukan, melainkan juga bagian dari jejak sejarah perkembangan seni tradisional Jawa. Oleh sebab itu, perawatan rutin melalui jamasan dinilai penting agar koleksi tetap lestari dan dapat dinikmati generasi mendatang.

Lebih dari sekadar membersihkan benda seni, jamasan memiliki makna filosofis yang mendalam. Dalam tradisi Jawa, kegiatan ini menjadi simbol penghormatan terhadap para leluhur yang telah menciptakan karya budaya dengan penuh ketekunan dan nilai spiritual. Melalui jamasan, masyarakat diajak untuk tidak melupakan akar budaya sekaligus menjaga warisan yang telah ditinggalkan.

“Filosofinya adalah menghormati karya para leluhur. Wayang merupakan warisan nenek moyang yang harus dirawat dan dilestarikan agar generasi muda tetap mengenal budaya serta kesenian tradisional,” tutur Sigit.

Ia berharap tradisi jamasan tidak hanya menjaga kondisi fisik wayang dan gamelan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk terus mencintai budaya lokal. Dengan demikian, warisan seni tradisional Jawa dapat tetap hidup di tengah perkembangan zaman dan menjadi sumber pembelajaran bagi generasi masa depan.

Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, tradisi jamasan di Sanggar Seni dan Edukasi Sapto Puspo Budoyo menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak selalu dilakukan melalui pertunjukan besar. Merawat, membersihkan, dan menghargai peninggalan leluhur pun merupakan bentuk nyata menjaga identitas budaya bangsa agar tetap lestari sepanjang masa. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minat Masyarakat Naik, Penumpang Kereta Daop 7 Madiun Tembus 5,9 Juta di 2025

    Minat Masyarakat Naik, Penumpang Kereta Daop 7 Madiun Tembus 5,9 Juta di 2025

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun sepanjang tahun 2025 mencatatkan tren pertumbuhan positif. Jumlah penumpang mengalami peningkatan signifikan. Hal itu menandakan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api. Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari mengungkapkan bahwa selama tahun 2025 KAI Daop 7 Madiun melayani […]

    Bagikan
  • Truk Trailer Bermuatan 32 Ton Semen Tabrak Motor dan Dua Rumah di Ngawi, Satu Orang Tewas

    Truk Trailer Bermuatan 32 Ton Semen Tabrak Motor dan Dua Rumah di Ngawi, Satu Orang Tewas

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi — Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Ngawi–Solo, tepatnya di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026) pagi. Sebuah truk trailer bermuatan 32 ton semen terlibat tabrakan dengan sepeda motor yang ditumpangi dua orang hingga kemudian oleng dan menghantam dua rumah warga di tepi jalan. Satu orang pengendara sepeda […]

    Bagikan
  • Konflik Internal PKB Kian Memanas, Ketua DPRD Magetan Dilaporkan ke Dua Aparat Penegak Hukum

    Konflik Internal PKB Kian Memanas, Ketua DPRD Magetan Dilaporkan ke Dua Aparat Penegak Hukum

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ketegangan mengenai proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di tubuh Fraksi PKB Magetan terus meningkat. Polemik internal yang awalnya dipandang sebagai persoalan administratif kini berubah menjadi perkara hukum serius. Hal itu setelah Ketua DPRD Magetan dilaporkan ke dua lembaga penegak hukum sekaligus. Pada Senin (24/11/2025), Ketua LBH Parade Keadilan, Sumadi kembali mengambil […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Maut di Jalur Nasional Madiun–Surabaya, Pengendara Sepeda Motor Tewas di Lokasi

    Kecelakaan Maut di Jalur Nasional Madiun–Surabaya, Pengendara Sepeda Motor Tewas di Lokasi

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Kecelakaan maut terjadi di jalur nasional Madiun–Surabaya, tepatnya Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Rabu (03/12/2025) sekitar pukul 07.30 WIB. Seorang pengendara motor Honda Beat tewas setelah dihantam minibus Daihatsu Grandmax yang datang dari arah berlawanan. Korban diketahui bernama Sujatno, warga Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo. Sementara, mobil Grandmax […]

    Bagikan
  • BPBD Gandeng FPRB Mitigasi Potensi Bencana Kemarau Basah dan Perkuat Sinergi Pentahelix

    BPBD Gandeng FPRB Mitigasi Potensi Bencana Kemarau Basah dan Perkuat Sinergi Pentahelix

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menggelar Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) sebagai bagian dari upaya memperkuat mitigasi bencana di wilayah setempat. Kegiatan berlangsung di Gedung Eka Kapti, Kabupaten Madiun, Jumat (23/05/2025). Forum bertema “Penguatan Mitigasi Bencana Untuk Ketangguhan Yang Bersahaja” itu dihadiri oleh berbagai unsur pentahelix, yang meliputi […]

    Bagikan
  • HPN 2025, Pj Bupati Madiun Tingkatkan Sinergi Dengan Insan Pers

    HPN 2025, Pj Bupati Madiun Tingkatkan Sinergi Dengan Insan Pers

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 132
    • 0Komentar

     Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten menggelar peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Ruang Gambar Pendapa Muda Graha pada Kamis (11/2/2025). Kegiatan ini dihadiri Insan Pers Pokja Dinas Kominfo Kabupaten Madiun serta dihadiri langsung oleh Pj Bupati Madiun, Tontro Pahlawanto. Dalam peringatan HPN tahun 2025 mengambil tema ‘Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Pangan’. […]

    Bagikan
expand_less