Berita Terkini
Trending Tags

Terungkap Makna Logo Hari Jadi ke-530 Ponorogo, Angka 530 Bertransformasi Jadi Sekar Kinanthi

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 70
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Logo Hari Jadi ke-530 Ponorogo resmi diluncurkan. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Logo Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo tak sekadar menampilkan angka usia daerah. Di balik bentuk angka 530 yang saling menyatu, tersimpan filosofi tentang persatuan, budaya, gotong royong, hingga harapan Ponorogo menuju masa depan.

Logo tersebut diluncurkan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita dalam acara Ponorogo Street Fashion Carnival di Jalan HOS Cokroaminoto, Kamis (6/8/2026) malam.

Secara visual, angka 530 dirancang membentuk pola menyerupai Sekar Kinanthi. Bentuk bunga tersebut dimaknai sebagai simbol kehidupan sekaligus tuntunan, kebersamaan, dan nilai-nilai luhur yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Ponorogo.

“Logo ini menggambarkan Ponorogo yang terus tumbuh dalam harmoni budaya, bergerak dengan semangat persatuan, serta melangkah menuju masa depan yang maju, kreatif, dan berdaya saing tanpa kehilangan jati dirinya,” ujar Lisdyarita.

Menurutnya, desain logo sengaja dikemas dengan visual yang modern agar mudah dikenali masyarakat. Namun, unsur budaya lokal tetap menjadi pijakan utama dalam setiap elemen yang ditampilkan.

Tiga elemen utama yang membentuk angka 530 dibuat saling terhubung dan menyerupai bunga. Sementara empat kelopak yang terbentuk memiliki makna persatuan masyarakat, harmoni budaya, semangat gotong royong, serta sinergi pembangunan.

Seluruh garis dalam logo juga bermuara pada satu titik pusat. Filosofi tersebut menggambarkan keberagaman masyarakat Ponorogo yang dipersatukan oleh cita-cita bersama untuk membangun daerah tanpa meninggalkan akar budaya.

Makna juga diperkuat melalui pilihan warna. Merah melambangkan keberanian dan semangat masyarakat. Oranye dan kuning merepresentasikan optimisme, kemakmuran, serta harapan terhadap masa depan.

Sedangkan warna biru menggambarkan kebijaksanaan, keteduhan, stabilitas, dan harmoni sosial. Perpaduan warna tersebut menjadi simbol keseimbangan Ponorogo dalam menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Lisdyarita menegaskan, logo Hari Jadi ke-530 tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual dalam berbagai kegiatan peringatan. Logo tersebut juga diharapkan menjadi pengingat atas perjalanan panjang Ponorogo yang dibangun melalui persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya daerah.

“Logo ini menjadi identitas resmi seluruh rangkaian Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo,” katanya.

Berbagai kegiatan turut disiapkan untuk menyemarakkan Hari Jadi ke-530. Di antaranya Ponorogo Creative Festival yang berlangsung 4-7 Agustus 2026 serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Lisdyarita berharap filosofi yang terkandung dalam logo tersebut tidak berhenti sebagai simbol perayaan. Semangat persatuan, pelestarian budaya, dan gotong royong diharapkan terus menjadi bagian dari perjalanan Ponorogo menuju daerah yang semakin maju, kreatif, dan berdaya saing. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mudik Lebaran 2026 Lebih Mudah! Jasa Marga Kenalkan Aplikasi Travoy untuk Pantau Lalu Lintas Tol Real-Time

    Mudik Lebaran 2026 Lebih Mudah! Jasa Marga Kenalkan Aplikasi Travoy untuk Pantau Lalu Lintas Tol Real-Time

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menghadapi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026, PT Jasa Marga melalui anak usahanya, Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), mulai mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk membantu para pengguna jalan tol. Salah satu inovasi yang disosialisasikan adalah penggunaan aplikasi Travoy sebagai panduan perjalanan selama musim mudik maupun balik lebaran. Direktur Utama […]

    Bagikan
  • Madiun Batik Heritage Festival 2026 Jadi Ruang Belajar dan Pelestarian Batik, Libatkan 33 Perajin serta Generasi Muda

    Madiun Batik Heritage Festival 2026 Jadi Ruang Belajar dan Pelestarian Batik, Libatkan 33 Perajin serta Generasi Muda

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ada suasana berbeda di halaman tengah Balai Kota Madiun, Kamis (16/7/2026). Sayup alunan gamelan menyambut setiap pengunjung yang melangkah masuk. Tiang-tiang dan sudut balai kota dihiasi lembaran kain batik hasil karya para perajin serta pelajar Kota Madiun, menghadirkan nuansa budaya yang kental sejak pandangan pertama. Pemandangan itu menjadi bagian dari […]

    Bagikan
  • Waspada Beli Alat Bantu Dengar Tanpa Konsultasi, Pakar: Bukan Barang Umum, Harus Disesuaikan

    Waspada Beli Alat Bantu Dengar Tanpa Konsultasi, Pakar: Bukan Barang Umum, Harus Disesuaikan

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Tren masyarakat membeli alat bantu dengar secara daring semakin marak. Banyak yang berharap solusi instan untuk gangguan pendengaran dengan membeli alat tersebut melalui marketplace, bahkan dengan harga tinggi. Namun di balik kemudahan itu, ada risiko besar jika dilakukan tanpa konsultasi tenaga medis. Hal ini ditegaskan oleh dr. Rosa Falerina, Sp.THT-BKL […]

    Bagikan
  • Viral, Pedagang di Telaga Sarangan Tegur Wisatawan yang Beli Pecel Keliling

    Viral, Pedagang di Telaga Sarangan Tegur Wisatawan yang Beli Pecel Keliling

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah potongan video yang memperlihatkan perdebatan antara pedagang dan wisatawan di kawasan Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, viral di media sosial pada Jumat (01/08/2025). Dalam video tersebut, seorang pedagang menegur sejumlah pengunjung yang tengah menikmati pecel yang dibeli dari pedagang keliling. Insiden bermula saat wisatawan duduk di salah satu area warung yang […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Pilih Doa Bersama dan Sholawatan Sambut Tahun Baru 2026

    Pemkab Madiun Pilih Doa Bersama dan Sholawatan Sambut Tahun Baru 2026

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun memilih mengisi pergantian Tahun Baru dengan doa bersama dan sholawatan di Alun-alun Kabupaten Madiun. Alih-alih pesta kembang api, kegiatan ini digelar sebagai bentuk keprihatinan sekaligus doa untuk masyarakat di sejumlah daerah yang terdampak musibah. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan bahwa doa bersama tersebut diharapkan menjadi ikhtiar spiritual agar […]

    Bagikan
  • Bocah SMP Hanyut di Bengawan Solo, Diduga Terseret Arus Saat Bermain Prosotan di Sungai

    Bocah SMP Hanyut di Bengawan Solo, Diduga Terseret Arus Saat Bermain Prosotan di Sungai

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Peristiwa tragis terjadi di perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya di wilayah Sungai Bengawan Solo yang memisahkan Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, dengan Desa Megeri, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun dilaporkan hanyut terseret arus deras pada Senin siang, (30/06/2025). Korban berinisial D.Tb […]

    Bagikan
expand_less