Kecelakaan Beruntun Empat Sepeda Motor di Ngawi, Siswa SMK Tewas, Enam Pelajar Terluka
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 110
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat sepeda motor yang dikendarai pelajar terjadi di Jalan Raya Desa Kedunggalar, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 12.15 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan seorang siswa SMK meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara enam pelajar lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Korban meninggal diketahui bernama Sabda Aji Nugroho (15), siswa SMK Nagara Kedunggalar, warga Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar. Jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk dilakukan visum.
Sementara itu, enam korban luka sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Kedunggalar. Lima di antaranya kemudian dirujuk ke Rumah Sakit At-Tin Husada Ngawi menggunakan beberapa ambulans sekitar pukul 14.15 WIB. Korban yang dirujuk terdiri atas tiga siswa SMK Nagara Kedunggalar dan dua siswa SMP Negeri 1 Kedunggalar. Sebagian besar mengalami patah tulang pada lengan maupun kaki, sedangkan satu korban lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Kedunggalar.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan bermula ketika rombongan tiga sepeda motor yang ditumpangi siswa SMK Nagara Kedunggalar pulang dari kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di wilayah Jogorogo menuju Kedunggalar. Dua dari tiga sepeda motor tersebut membawa penumpang.
Saat melintasi lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai Sabda Aji Nugroho dan membonceng seorang rekannya, yang berada di posisi paling belakang rombongan, diduga mengambil jalur ke kanan untuk mendahului dua sepeda motor di depannya. Namun, pengendara diduga kurang memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan sehingga bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai Rendy Dwi Susanto (12) yang membonceng Yogi Ganis Pratama (13), keduanya pelajar SMP asal Desa Jatigembol, Kecamatan Kedunggalar. Benturan tersebut kemudian memicu tabrakan beruntun karena dua sepeda motor lain di belakang tidak sempat menghindar.
Petugas Public Safety Center (PSC) Kabupaten Ngawi, Agus Wijatmoko, mengatakan tim langsung diterjunkan ke lokasi untuk memberikan pertolongan kepada seluruh korban.
“Kami datang ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Total ada tujuh korban, satu di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Agus.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, IPTU Agus Harianto, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan diduga dipicu sepeda motor korban yang terlalu mengambil haluan ke kanan hingga memasuki jalur lawan.
“Menurut saksi di lokasi, sepeda motor korban terlalu mengambil haluan ke kanan sehingga bertabrakan dengan sepeda motor pelajar SMP dari arah berlawanan. Total ada empat sepeda motor yang terlibat dengan tujuh korban, satu di antaranya meninggal dunia,” jelasnya.
Seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan di Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi juga mengimbau para orang tua agar tidak mengizinkan anak-anak yang belum memenuhi syarat usia maupun belum memiliki kemampuan berkendara untuk mengoperasikan sepeda motor di jalan raya. Imbauan tersebut dinilai penting guna menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez




