Bentuk Tim Investigasi, TNI AD Usut Ledakan Gudang Munisi di Madiun
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 79
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Jakarta — TNI Angkatan Darat (TNI AD) membentuk tim investigasi untuk mengusut ledakan yang terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II milik Pusat Peralatan (Puspalad) di Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026). Tim tersebut ditugaskan untuk mengungkap penyebab dan kronologi pasti insiden yang menewaskan satu personel TNI serta melukai enam orang lainnya.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan investigasi akan dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh agar seluruh fakta yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.
“TNI AD membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman dan penyelidikan secara menyeluruh guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut,” kata Donny dalam konferensi persnya.
Berdasarkan laporan awal, ledakan terjadi saat personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan.
Akibat kejadian tersebut, satu personel TNI meninggal dunia. Selain itu, empat personel mengalami luka berat dan dua lainnya mengalami luka ringan.
Donny mengatakan satuan di lokasi segera mengevakuasi seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Proses pelaporan juga dilakukan sesuai prosedur dan secara berjenjang.
“Sesaat setelah kejadian, satuan segera melakukan evakuasi seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus melaporkan secara prosedural dan berjenjang,” ujarnya.
Menurut Donny, TNI AD juga telah mengambil langkah penanganan awal dengan memberikan pendampingan dan perhatian penuh kepada para korban serta keluarganya. Ia menambahkan, tim investigasi telah diberangkatkan ke lokasi kejadian pada Kamis sore untuk memulai proses penyelidikan.
“TNI AD berkomitmen menangani peristiwa ini secara serius dan transparan, sekaligus memastikan setiap langkah penanganan terhadap korban maupun proses investigasi berjalan sebaik-baiknya,” pungkas Donny. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




