Kompak Gasak Kotak Amal di Ponorogo, Aksi Dua Pelaku Terekam CCTV
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 65
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Aksi pencurian kotak amal masjid kembali terjadi di Kabupaten Ponorogo dan viral di media sosial. Dua orang pelaku terekam kamera CCTV saat menguras isi kotak amal Masjid Al Barokah di Desa Ketro, Kecamatan Sawoo. Pelaku diduga merupakan orang yang sama dengan pencuri kotak amal di sejumlah masjid wilayah Kecamatan Jambon.
Rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial memperlihatkan aksi dua pria tak dikenal saat melakukan pencurian uang kotak amal di beberapa masjid di Kecamatan Jambon dan Desa Ketro, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Dalam rekaman tersebut, kedua pelaku terlihat memasuki area masjid yang sedang sepi. Tanpa menimbulkan kecurigaan, mereka langsung menuju lokasi kotak amal dan mengambil seluruh uang yang berada di dalamnya.
Kasus pencurian di Masjid Al Barokah, Desa Ketro, baru diketahui pengurus saat hendak menghitung uang kotak amal usai salat Isya pada Selasa (9/6/2026). Saat diperiksa, seluruh uang yang diperkirakan mencapai ratusan ribu rupiah sudah hilang.
Pengurus kemudian melakukan pemeriksaan rekaman CCTV. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui aksi pencurian terjadi pada 2 Juni 2026 sekitar pukul 02.30 WIB.
Pada Sabtu (13/6/2026) pagi, anggota Polsek Sawoo mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Menurut Takmir Masjid Al Barokah, Maulud, kasus pencurian kotak amal ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, pencurian serupa juga terjadi sebelum bulan Ramadan saat masjid belum dilengkapi kamera pengawas.
Setelah kejadian pertama, pengurus masjid memutuskan memasang CCTV guna meningkatkan keamanan. Dari rekaman yang berhasil diperoleh, terlihat dua pelaku datang menggunakan sepeda motor dan masuk ke area masjid.
Keduanya sempat berpura-pura mengambil air wudhu sebelum masuk ke dalam masjid. Salah satu pelaku bertugas mengawasi situasi sekitar, sementara pelaku lainnya mengambil uang yang berada di dalam kotak amal.
“Yang satu itu masuk, yang satu di luar sambil tengak-tengok memastikan ada orang atau enggak. Setelah itu yang di dalam tadi memberi kode yang satunya, lalu dia masuk dan langsung mengambil uang. Semuanya diambil, tidak ada yang tersisa,” ujar Maulud.
Sementara itu, Kepala Desa Ketro, Mursid Hidajat, menduga pelaku yang beraksi di Desa Ketro merupakan orang yang sama dengan pelaku pencurian kotak amal di Kecamatan Jambon.
Menurutnya, kedua pelaku memiliki ciri-ciri yang mirip, mulai dari pakaian hingga sepeda motor yang digunakan saat beraksi.
“Kalau dilihat dari unggahan di media sosial, yang di Jambon dan di Desa Ketro itu diduga pelakunya sama. Karena mulai sepeda motor dan pakaian itu sama,” kata Mursid.
Hingga kini, kasus pencurian kotak amal tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Warga dan pengurus masjid berharap pelaku segera ditangkap agar tidak kembali melakukan aksi serupa di tempat lain. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





