18,6 Juta Mata Bibit Tebu Bersertifikat Disalurkan ke Madiun, Jadi Modal Tingkatkan Produksi Gula Nasional
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 88
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan 18,6 juta mata bibit tebu bersertifikat kepada petani di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengembangan tanaman tebu di lahan seluas 310 hektare sebagai upaya meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat target swasembada gula nasional.
Bibit yang disalurkan merupakan bibit unggul yang telah mengantongi sertifikasi, sehingga diyakini memiliki kualitas lebih baik dibanding bibit hasil perbanyakan mandiri yang selama ini banyak digunakan petani. Penggunaan bibit berkualitas dinilai menjadi fondasi penting dalam menghasilkan tanaman tebu yang sehat, produktif, dan memiliki rendemen gula tinggi.
Tim Teknis PT Ascarya Agro Gempita Indonesia, Fendi, mengatakan seluruh bibit yang didistribusikan telah melalui proses sertifikasi oleh Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang. Sertifikasi tersebut memastikan bibit memiliki kemurnian varietas, daya tumbuh tinggi, serta bebas dari penyakit yang berpotensi menurunkan hasil panen.
“Bibit yang kami salurkan merupakan bibit bersertifikat sehingga kualitasnya sudah teruji. Harapannya produktivitas tebu petani meningkat dan mampu mendukung program swasembada gula,” ujar Fendi, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, kualitas bibit menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya tebu. Semakin baik mutu bibit yang digunakan, semakin besar peluang petani memperoleh hasil panen dengan produktivitas dan rendemen gula yang lebih tinggi.
Fendi menjelaskan, masih banyak petani yang menggunakan bibit hasil perbanyakan sendiri secara turun-temurun. Kondisi tersebut menyebabkan mutu bibit terus mengalami penurunan sehingga pertumbuhan tanaman tidak seragam dan produksi gula menjadi kurang optimal.

Karena itu, pemerintah menyalurkan bibit unggul yang berasal dari varietas yang telah beradaptasi dengan kondisi tanah dan iklim di Kabupaten Madiun. Bibit tersebut diharapkan mampu menghasilkan tanaman yang lebih sehat serta meningkatkan hasil panen petani.
“Selain teknik budidaya yang baik, kualitas bibit menjadi faktor penting dalam meningkatkan hasil panen. Bibit unggul akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, rendemen, hingga produksi gula yang dihasilkan,” katanya.
Tak hanya menyediakan bibit, pemerintah juga mendorong pendampingan teknis kepada petani agar potensi bibit unggul dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pendampingan meliputi teknik penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga penentuan waktu panen yang tepat.
Langkah tersebut dinilai penting karena bibit berkualitas tidak akan memberikan hasil optimal apabila tidak dibarengi penerapan budidaya yang sesuai.
Kabupaten Madiun selama ini menjadi salah satu sentra penghasil tebu di Jawa Timur. Dengan penyaluran 18,6 juta mata bibit tebu bersertifikat untuk lahan seluas 310 hektare, pemerintah berharap kualitas tanaman tebu rakyat terus meningkat, produktivitas gula nasional bertambah, serta target swasembada gula dapat lebih cepat diwujudkan. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez




