Berita Terkini
Trending Tags

Musim Kemarau, DPUPR Magetan Andalkan 125 Sumur untuk Jaga Pasokan Air 27 Ribu Hektare Sawah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 184
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pasokan air dijaga untuk 27 ribu hektare lahan sawah. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan mengoptimalkan sumber daya air untuk menjaga ketersediaan pasokan irigasi bagi lahan pertanian selama musim kemarau. Sebanyak 125 sumur yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten disiapkan sebagai salah satu sumber suplai air bagi lahan sawah yang tersebar di wilayah Magetan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Muhtar Wakid, mengatakan sumber daya air yang dikelola pemerintah memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan irigasi sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah. Selain 125 sumur kewenangan kabupaten, terdapat 110 sumur yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Menurut Muhtar, infrastruktur sumber daya air yang dikelola PUPR juga mencakup sekitar 30 embung, serta dua sumber tampungan air utama, yakni Telaga Sarangan dan Bendung Gonggang. Telaga Sarangan memiliki daya tampung sekitar 3 juta meter kubik, sedangkan Bendung Gonggang sekitar 2 juta meter kubik.

“Kita punya sekitar 30 embung yang mempunyai daya tampung air. Kemudian ada Telaga Sarangan sekitar tiga juta meter kubik dan Bendung Gonggang sekitar dua juta meter kubik,” kata Muhtar.

Seluruh infrastruktur tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan irigasi bagi sekitar 27 ribu hektare luas baku sawah di Kabupaten Magetan.

Muhtar menjelaskan, memasuki musim kemarau, volume air pada tampungan seperti telaga dan bendung secara alami terus mengalami penurunan. Kondisi tersebut membuat keberadaan sumur menjadi penting karena dapat memberikan suplai tambahan ketika pasokan dari sumber air permukaan mulai berkurang.

“Kalau kemarau, stok yang ada di telaga pasti surut terus, yang di bendung juga semakin surut. Nah, sumur-sumur inilah yang bisa memberi suplai kepada para petani,” ujarnya.

Pemanfaatan sumur sebagai sumber air alternatif dinilai membantu petani mempertahankan aktivitas budidaya di tengah keterbatasan air. Bahkan, di sejumlah wilayah, petani masih dapat menanam padi meski memasuki periode kemarau.

Namun, kondisi ketersediaan air tidak sama di setiap wilayah. Daerah yang memiliki pasokan air terbatas diarahkan untuk menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi sumber daya air.

“Di daerah-daerah tertentu ada yang kemarau tetapi masih menanam padi. Ada juga daerah yang airnya terbatas, tanamannya palawija dan sebagainya,” jelas Muhtar.

Muhtar mengatakan pihaknya bersama jaringan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPA) dan sektor pertanian terus memberikan imbauan agar pada musim tanam ketiga atau musim kemarau kedua, petani tidak memaksakan tanaman yang membutuhkan banyak air, terutama padi.

“Pengendaliannya bukan di air saja, tetapi di jenis tanaman. Kami menghimbau melalui HIPA dan teman-teman pertanian agar pada musim kemarau tidak menanam tanaman yang banyak menggunakan air seperti padi, tetapi lebih ke palawija untuk menghindari gagal panen,” katanya.

Untuk kondisi Telaga Sarangan, Muhtar mengatakan pengelolaannya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat sehingga pihaknya belum mendapatkan informasi terbaru mengenai besaran penurunan muka air secara rinci.

Namun, berdasarkan informasi teknis, muka air Telaga Sarangan disebut mengalami penurunan sekitar dua meter dari elevasi sebelumnya. Dengan kondisi tersebut, tampungan air yang tersedia masih diperkirakan berada pada kisaran 2,28 juta meter kubik dan masih dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air.

Penggunaan air dari Telaga Sarangan juga harus memperhitungkan berbagai kebutuhan, termasuk kebutuhan pertanian dan industri. Salah satunya adalah kebutuhan air untuk PG Rejosari.

Muhtar memastikan, dengan pengaturan yang dilakukan, ketersediaan air saat ini masih relatif aman untuk memenuhi kebutuhan pada musim kemarau.

“Untuk mencukupi kebutuhan air di musim kemarau saat ini masih aman,” tegasnya.

Selain Telaga Sarangan, kondisi Bendung Gonggang juga menjadi perhatian karena mengalami penurunan volume seiring berlangsungnya musim kemarau. Pengelolaan air dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan petani dan kondisi tanaman.

Sementara itu, kondisi sejumlah embung yang berukuran lebih kecil relatif bervariasi. Beberapa embung masih memiliki cadangan air cukup karena penggunaannya belum terlalu besar.

Muhtar mencontohkan Embung Campursari yang hingga kini masih memiliki ketersediaan air cukup. Posisi embung yang berada di wilayah relatif tinggi membuat distribusi air dari saluran masih mampu memenuhi kebutuhan petani di bawahnya.

“Campursari itu posisinya tinggi sekali. Air dari saluran masih cukup untuk petani, sehingga belum perlu membuka embung yang ada,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah embung mulai mengalami pengurangan volume dan penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi jaringan irigasi di bawahnya.

Untuk memperkuat sistem irigasi dan ketahanan pangan, pemerintah pusat juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp38 miliar untuk penanganan infrastruktur di wilayah Daerah Irigasi (DI) Jejeruk pada tahun ini.

Selain itu, terdapat program melalui Instruksi Presiden (Inpres) dengan anggaran sekitar Rp13,9 miliar untuk pembangunan dua sumur berikut jaringan perpipaan dan sejumlah jaringan irigasi.

Dua lokasi sumur tersebut berada di Tinap dan Mantren. Infrastruktur ini diharapkan dapat memperkuat pasokan air pertanian, terutama ketika sumber air permukaan mengalami penurunan akibat kemarau.

“Sumurnya yang pertama ada di Tinap, yang kedua di Mantren. Ini untuk membantu ketahanan pangan supaya kebutuhan air tercukupi,” kata Muhtar.

Dengan dukungan jaringan irigasi, embung, bendung, telaga, serta sumur, PUPR Magetan berupaya menjaga distribusi air tetap berjalan selama musim kemarau. Di saat yang sama, pengaturan pola tanam menjadi strategi penting agar ketersediaan air yang terbatas dapat dimanfaatkan secara optimal dan risiko gagal panen dapat ditekan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Mengantuk, Mobil Brio Tabrak Bus Harapan Jaya di Ponorogo

    Diduga Mengantuk, Mobil Brio Tabrak Bus Harapan Jaya di Ponorogo

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kecelakaan adu banteng antara mobil Honda Brio dan Bus PO Harapan Jaya terjadi di jalur Ponorogo-Trenggalek, tepatnya di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Rabu (17/6/2026) sore. Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi Honda Brio bernama Unan Dhika Dewi, 33 tahun, warga Desa Sragi, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, mengalami luka serius dan harus dilarikan […]

    Bagikan
  • Jujitsu Ponorogo Siap Berlaga di Porprov Jatim IX 2025, Usung Misi Pertahankan Tahta Raja

    Jujitsu Ponorogo Siap Berlaga di Porprov Jatim IX 2025, Usung Misi Pertahankan Tahta Raja

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Cabang olahraga jujitsu Kabupaten Ponorogo kembali bersiap menunjukkan tajinya dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025. Meski mayoritas atlet yang diturunkan adalah wajah baru, tim yang dikenal sdbagai Raja Ju Jitsu Jatim ini tetap membawa semangat tinggi untuk mempertahankan reputasi sebagai salah satu kekuatan utama Jujitsu di Jawa […]

    Bagikan
  • Jelang Lebaran, Pemkot Madiun Salurkan Bansos 198 Lansia Ngebrok dan 110 Disabilitas Triwulan I photo_camera 3

    Jelang Lebaran, Pemkot Madiun Salurkan Bansos 198 Lansia Ngebrok dan 110 Disabilitas Triwulan I

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan sosial (bansos) triwulan pertama bagi warga lanjut usia kategori lansia ngebrok dan penyandang disabilitas, Senin (16/3/2026). Bantuan tersebut diberikan secara serentak kepada ratusan penerima di Kota Madiun. Seperti penyerahan bagi disabilitas di Kelurahan Nambangan Kidul oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Percepat Pembentukan Koperasi Merah Putih di 206 Desa dan Kelurahan

    Pemkab Madiun Percepat Pembentukan Koperasi Merah Putih di 206 Desa dan Kelurahan

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mempercepat proses pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat berbasis desa. Langkah ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop UM). Sekretaris Disperdagkop UM Kabupaten Madiun, Agus Sujudi, […]

    Bagikan
  • KORPRI Bagikan 978 Paket Beras untuk Ojek dan Pekerja Informal di Magetan

    KORPRI Bagikan 978 Paket Beras untuk Ojek dan Pekerja Informal di Magetan

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang Hari Raya Idulfitri, KORPRI Kabupaten Magetan menyalurkan 978 paket beras kepada para pekerja sektor informal seperti ojek online, ojek konvensional, jasa gendong, dan tukang parkir. Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Magetan dan menjadi bagian dari gerakan sosial Korpri Peduli. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, mengatakan bahwa bantuan […]

    Bagikan
  • Pelaku Penusukan Ibu dan Anak di Munggut Madiun Dijerat Pasal Berlapis, Terancam Bui 10 Tahun

    Pelaku Penusukan Ibu dan Anak di Munggut Madiun Dijerat Pasal Berlapis, Terancam Bui 10 Tahun

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Polisi menetapkan pelaku penusukan anak dibawah umur Totok Hari Subagijo (57) sebagai tersangka kasus penusukan terhadap anaknya sendiri di Perumnas Mojopurno, Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Dalam perkembangan terbaru, penyidik menjerat tersangka dengan pasal berlapis, mulai dari percobaan pembunuhan hingga kekerasan terhadap anak. Korban berinisial N (13), pelajar SMP, mengalami […]

    Bagikan
expand_less