Berita Terkini
Trending Tags

Musim Kemarau, DPUPR Magetan Andalkan 125 Sumur untuk Jaga Pasokan Air 27 Ribu Hektare Sawah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 80
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pasokan air dijaga untuk 27 ribu hektare lahan sawah. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan mengoptimalkan sumber daya air untuk menjaga ketersediaan pasokan irigasi bagi lahan pertanian selama musim kemarau. Sebanyak 125 sumur yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten disiapkan sebagai salah satu sumber suplai air bagi lahan sawah yang tersebar di wilayah Magetan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Muhtar Wakid, mengatakan sumber daya air yang dikelola pemerintah memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan irigasi sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah. Selain 125 sumur kewenangan kabupaten, terdapat 110 sumur yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Menurut Muhtar, infrastruktur sumber daya air yang dikelola PUPR juga mencakup sekitar 30 embung, serta dua sumber tampungan air utama, yakni Telaga Sarangan dan Bendung Gonggang. Telaga Sarangan memiliki daya tampung sekitar 3 juta meter kubik, sedangkan Bendung Gonggang sekitar 2 juta meter kubik.

“Kita punya sekitar 30 embung yang mempunyai daya tampung air. Kemudian ada Telaga Sarangan sekitar tiga juta meter kubik dan Bendung Gonggang sekitar dua juta meter kubik,” kata Muhtar.

Seluruh infrastruktur tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan irigasi bagi sekitar 27 ribu hektare luas baku sawah di Kabupaten Magetan.

Muhtar menjelaskan, memasuki musim kemarau, volume air pada tampungan seperti telaga dan bendung secara alami terus mengalami penurunan. Kondisi tersebut membuat keberadaan sumur menjadi penting karena dapat memberikan suplai tambahan ketika pasokan dari sumber air permukaan mulai berkurang.

“Kalau kemarau, stok yang ada di telaga pasti surut terus, yang di bendung juga semakin surut. Nah, sumur-sumur inilah yang bisa memberi suplai kepada para petani,” ujarnya.

Pemanfaatan sumur sebagai sumber air alternatif dinilai membantu petani mempertahankan aktivitas budidaya di tengah keterbatasan air. Bahkan, di sejumlah wilayah, petani masih dapat menanam padi meski memasuki periode kemarau.

Namun, kondisi ketersediaan air tidak sama di setiap wilayah. Daerah yang memiliki pasokan air terbatas diarahkan untuk menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi sumber daya air.

“Di daerah-daerah tertentu ada yang kemarau tetapi masih menanam padi. Ada juga daerah yang airnya terbatas, tanamannya palawija dan sebagainya,” jelas Muhtar.

Muhtar mengatakan pihaknya bersama jaringan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPA) dan sektor pertanian terus memberikan imbauan agar pada musim tanam ketiga atau musim kemarau kedua, petani tidak memaksakan tanaman yang membutuhkan banyak air, terutama padi.

“Pengendaliannya bukan di air saja, tetapi di jenis tanaman. Kami menghimbau melalui HIPA dan teman-teman pertanian agar pada musim kemarau tidak menanam tanaman yang banyak menggunakan air seperti padi, tetapi lebih ke palawija untuk menghindari gagal panen,” katanya.

Untuk kondisi Telaga Sarangan, Muhtar mengatakan pengelolaannya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat sehingga pihaknya belum mendapatkan informasi terbaru mengenai besaran penurunan muka air secara rinci.

Namun, berdasarkan informasi teknis, muka air Telaga Sarangan disebut mengalami penurunan sekitar dua meter dari elevasi sebelumnya. Dengan kondisi tersebut, tampungan air yang tersedia masih diperkirakan berada pada kisaran 2,28 juta meter kubik dan masih dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air.

Penggunaan air dari Telaga Sarangan juga harus memperhitungkan berbagai kebutuhan, termasuk kebutuhan pertanian dan industri. Salah satunya adalah kebutuhan air untuk PG Rejosari.

Muhtar memastikan, dengan pengaturan yang dilakukan, ketersediaan air saat ini masih relatif aman untuk memenuhi kebutuhan pada musim kemarau.

“Untuk mencukupi kebutuhan air di musim kemarau saat ini masih aman,” tegasnya.

Selain Telaga Sarangan, kondisi Bendung Gonggang juga menjadi perhatian karena mengalami penurunan volume seiring berlangsungnya musim kemarau. Pengelolaan air dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan petani dan kondisi tanaman.

Sementara itu, kondisi sejumlah embung yang berukuran lebih kecil relatif bervariasi. Beberapa embung masih memiliki cadangan air cukup karena penggunaannya belum terlalu besar.

Muhtar mencontohkan Embung Campursari yang hingga kini masih memiliki ketersediaan air cukup. Posisi embung yang berada di wilayah relatif tinggi membuat distribusi air dari saluran masih mampu memenuhi kebutuhan petani di bawahnya.

“Campursari itu posisinya tinggi sekali. Air dari saluran masih cukup untuk petani, sehingga belum perlu membuka embung yang ada,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah embung mulai mengalami pengurangan volume dan penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi jaringan irigasi di bawahnya.

Untuk memperkuat sistem irigasi dan ketahanan pangan, pemerintah pusat juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp38 miliar untuk penanganan infrastruktur di wilayah Daerah Irigasi (DI) Jejeruk pada tahun ini.

Selain itu, terdapat program melalui Instruksi Presiden (Inpres) dengan anggaran sekitar Rp13,9 miliar untuk pembangunan dua sumur berikut jaringan perpipaan dan sejumlah jaringan irigasi.

Dua lokasi sumur tersebut berada di Tinap dan Mantren. Infrastruktur ini diharapkan dapat memperkuat pasokan air pertanian, terutama ketika sumber air permukaan mengalami penurunan akibat kemarau.

“Sumurnya yang pertama ada di Tinap, yang kedua di Mantren. Ini untuk membantu ketahanan pangan supaya kebutuhan air tercukupi,” kata Muhtar.

Dengan dukungan jaringan irigasi, embung, bendung, telaga, serta sumur, PUPR Magetan berupaya menjaga distribusi air tetap berjalan selama musim kemarau. Di saat yang sama, pengaturan pola tanam menjadi strategi penting agar ketersediaan air yang terbatas dapat dimanfaatkan secara optimal dan risiko gagal panen dapat ditekan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Madiun Dukung Program Koperasi Desa Merah Putih, 27 KDMP Siap Operasional

    Pemkot Madiun Dukung Program Koperasi Desa Merah Putih, 27 KDMP Siap Operasional

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun turut ambil bagian dalam peresmian serentak Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang diluncurkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui sambungan virtual dari Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/07/2025). Di Kota Madiun, kegiatan ini dipusatkan di Ruang GCIO Dinas Kominfo dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para camat, […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan Rp123 Juta, Panti Disabilitas hingga Reog Ponorogo Dapat Prioritas

    KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan Rp123 Juta, Panti Disabilitas hingga Reog Ponorogo Dapat Prioritas

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun kembali menyalurkan bantuan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bina Lingkungan. Kali ini, dana sebesar Rp123.126.000 disalurkan kepada empat penerima manfaat yang bergerak di bidang infrastruktur, pendidikan, pelestarian budaya, hingga pemberdayaan penyandang disabilitas. Manager Humas KAI Daop 7 […]

    Bagikan
  • Program Keliling Bapenda dan Bank Jatim untuk Penerimaan Pajak PBB-P2 di Wilayah Kec Kare

    Program Keliling Bapenda dan Bank Jatim untuk Penerimaan Pajak PBB-P2 di Wilayah Kec Kare

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemkab Madiun getol melakukan aksi nyata untuk penerimaan pajak. Hasilnya, dari target Rp. 30 milyar PBB-P2 di tahun 2026, sudah masuk ke kas daerah sekitar Rp. 6,3 miliar. Kolaborasi atara Bapenda dan Bank Jatim mengerahkan 4 petugas khusus berkeliling menggunakan mobil di 62 desa. Konsep pembayaran […]

    Bagikan
  • Truk Muatan Rokok Ilegal Dibongkar di Tol Madiun, 3,1 Juta Batang Rokok Diamankan

    Truk Muatan Rokok Ilegal Dibongkar di Tol Madiun, 3,1 Juta Batang Rokok Diamankan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Polres Madiun Kota bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Madiun serta Denpom Madiun mengungkap kasus peredaran rokok ilegal. Tak tanggung-tanggung, rokok tanpa pita cukai yang diamankan sebagai barang bukti mencapai 3.106.000 batang rokok. Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Mapolres Madiun Kota, Kamis (7/5/2026). […]

    Bagikan
  • Play Music 2026 Kota Madiun Pecah! Dewa 19 dan Musisi Tanah Air Sukses Hipnotis Ribuan Penonton

    Play Music 2026 Kota Madiun Pecah! Dewa 19 dan Musisi Tanah Air Sukses Hipnotis Ribuan Penonton

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ribuan masyarakat memadati Stadion Wilis, Kota Madiun, pada Sabtu (25/7/2026) malam untuk menyaksikan gelaran Play Music yang turut memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun. Konser musik yang menghadirkan sederet musisi nasional tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari warga. Sejak awal acara, penonton memenuhi area stadion untuk menikmati […]

    Bagikan
  • Komisi Informasi Jawa Timur Gelar Verifikasi Faktual Keterbukaan Publik

    Komisi Informasi Jawa Timur Gelar Verifikasi Faktual Keterbukaan Publik

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Informasi (KI) Jawa Timur melakukan verifikasi faktual atau visitasi monitoring dan evaluasi (monev) keterbukaan informasi badan publik tahun 2025 di Kota Madiun. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/09/2025) tersebut dipusatkan di Gedung Gcio Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun, dihadiri jajaran PPID Diskominfo dan awak media. Komisioner KI […]

    Bagikan
expand_less