Berita Terkini
Trending Tags

Pelarian Berakhir, Polres Madiun Tangkap Totok Terduga Pelaku Penusukan Istri Siri dan Anak

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 117
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Terduga pelaku penganiayaan terhadap istri siri dan anak menjalani pemeriksaan oleh unit PPA Satreskrim Polres Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Pelarian Totok, pria yang diduga menusuk istri sirinya dan anak perempuan korban di Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, berakhir. Polisi menangkap Totok pada Rabu (19/8/2026), sehari setelah aksi penusukan yang mengakibatkan dua korban mengalami luka akibat senjata tajam.

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agung Hartawan mengatakan, Totok diamankan anggota URC Opsnal Satreskrim Polres Madiun saat berada di jalan. Setelah ditangkap, Totok langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Madiun.

“Semalam ketika kita coba cari rumahnya tidak ada, hari ini kita berhasil amankan di jalan oleh anggota URC Opsnal Satreskrim Polres Madiun,” kata Agung, Rabu (19/8/2026).

Kasus ini bermula dari laporan dugaan penganiayaan berat terhadap anak yang diterima Polsek Wungu pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah mendapat informasi adanya penusukan terhadap seorang anak yang diduga dilakukan seorang pria.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi kekerasan tersebut diduga bermula dari cekcok antara Totok dan Widya di dalam rumah di Jalan Munggut Arum, Kelurahan Munggut.

Cekcok kemudian memanas hingga Totok diduga mengeluarkan pisau dan hendak menusuk Widya. Anak korban yang masih di bawah umur berusaha melerai pertengkaran tersebut.

Namun, menurut keterangan polisi, anak tersebut justru didorong hingga terjatuh. Setelah itu, korban diduga turut ditusuk oleh Totok.

“Ketika percekcokan mulai memuncak, si laki-laki mengeluarkan pisau yang tujuannya untuk menusuk korban. Namun, saat itu ada anaknya yang berusaha melerai, kemudian didorong jatuh dan setelah jatuh ditusuk,” ujar Agung.

Usai kejadian, Totok sempat melarikan diri. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mengevakuasi Widya dan anaknya ke RSUD dr Soedono Kota Madiun untuk mendapatkan penanganan medis.

Salah seorang warga, Wahyu Trisayakti, mengatakan dirinya tidak melihat langsung aksi penusukan. Ia mengetahui kejadian setelah mendengar teriakan meminta pertolongan dan mendapati kedua korban dalam kondisi terluka.

“Saya hanya melihat korban sudah berlumuran darah. Saya bawa masuk ke rumah saya. Karena melihat itu sebuah kedaruratan, saya langsung ganti baju dan bawa ke rumah sakit,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, Widya mengalami luka di bagian samping perut, sedangkan anaknya mengalami luka di bagian perut atas. Kondisi anak tersebut sempat membuat warga khawatir karena mengalami pendarahan.

“Anak ini menutupi lukanya dengan jilbabnya, menahan darah. Tidak menangis sama sekali,” katanya.

Wahyu mengaku sebelumnya pernah mendengar adanya persoalan rumah tangga antara Totok dan Widya. Keduanya diketahui menjalani hubungan sebagai suami istri siri. Namun, Wahyu mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan yang memicu pertengkaran hingga berujung kekerasan.

Sementara itu, polisi masih mendalami motif di balik aksi penusukan tersebut. Agung menegaskan, pemeriksaan terhadap Totok masih berlangsung sehingga penyidik belum menyimpulkan secara pasti alasan pelaku melakukan penganiayaan.

“Ini saat ini masih kami dalami dalam proses penyidikan,” ujarnya.

Atas kasus tersebut, polisi menyebut Totok dapat dikenakan Pasal 80 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidananya maksimal lima tahun penjara.

Polisi masih melakukan penyidikan untuk mengungkap  rangkaian kejadian kasus penganiayaan tersebut, termasuk motif dan kondisi kedua korban. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Limbah Kotoran Sapi di Pudak Ponorogo Kini Dikelola Jadi Pupuk dan Gas

    Limbah Kotoran Sapi di Pudak Ponorogo Kini Dikelola Jadi Pupuk dan Gas

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Limbah kotoran sapi yang selama ini menjadi persoalan lingkungan di Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo, kini mulai dikelola secara modern. Dukungan pemerintah daerah yang menggandeng investor membuat limbah tersebut tidak lagi mencemari sungai, melainkan bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menjelaskan bahwa saat ini telah dibangun tempat pengelolaan […]

    Bagikan
  • Bupati Magetan Rotasi 18 Kepala Dinas, Dorong Penyegaran dan Penguatan Layanan Publik

    Bupati Magetan Rotasi 18 Kepala Dinas, Dorong Penyegaran dan Penguatan Layanan Publik

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan resmi merotasi dan melantik 18 pejabat pimpinan tinggi pratama dalam upacara pelantikan yang digelar di Pendopo Surya Graha, Selasa (10/3/2026). Rotasi besar-besaran ini juga dibarengi pelantikan kepala sekolah dan kepala UPTD puskesmas se-Magetan. Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, yang menegaskan bahwa rotasi jabatan dilakukan […]

    Bagikan
  • Praktik Penahanan Ijazah Modus Komitmen, SBMR : CV Sukses Jaya Abadi Terancam Jeratan Pidana

    Praktik Penahanan Ijazah Modus Komitmen, SBMR : CV Sukses Jaya Abadi Terancam Jeratan Pidana

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dugaan penahanan ijazah eks karyawan berdalih komitmen kontrak kerja oleh CV Sukses Jaya Abadi di Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, kembali memicu tekanan publik. Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) mendesak perusahaan segera menyerahkan dokumen milik pekerja yang hingga kini disebut masih ditahan, sekaligus mengingatkan potensi jerat pidana jika praktik itu terbukti. Ketua […]

    Bagikan
  • Pam Swakarsa Kembali Dibicarakan, Trauma Membayangi Pasca Aksi Demo

    Pam Swakarsa Kembali Dibicarakan, Trauma Membayangi Pasca Aksi Demo

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gelombang aspirasi masyarakat yang muncul di berbagai daerah juga bergema di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pada 1 September 2025 lalu, ratusan mahasiswa turun ke jalan menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD. Mereka menuntut realisasi program Rp3 juta per RT, janji politik pasangan bupati dan wakil bupati terpilih yang hingga kini […]

    Bagikan
  • Sinyal Pengisian Jabatan Eselon II Segera Diproses, Plt Wali Kota : Sabar, Tenang

    Sinyal Pengisian Jabatan Eselon II Segera Diproses, Plt Wali Kota : Sabar, Tenang

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun lantik 15 kepala sekolah baru di lingkungan Dinas Pendidikan pada Senin (16/3/2026) di gedung Diklat Kota Madiun. Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, tersebut sekaligus memberi sinyal bahwa proses pengisian jabatan struktural eselon II di lingkungan Pemkot tengah dipersiapkan. […]

    Bagikan
  • Angka Stunting di Saradan Tinggi, Pemprov Jatim dan Pemkab Madiun Kerahkan Bantuan Gizi

    Angka Stunting di Saradan Tinggi, Pemprov Jatim dan Pemkab Madiun Kerahkan Bantuan Gizi

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Madiun mempercepat intervensi penurunan stunting di Kecamatan Saradan lantaran menjadi kawasan dengan angka kasus tertinggi. Program pemberian makanan bergizi digelar di Balai Desa Sumbersari, menyasar 200 balita dari 15 desa. Kepala Bakorwil I Madiun, Heru Wahono Santoso dalam sambutannya menyatakan penurunan angka stunting di Jawa […]

    Bagikan
expand_less