Berita Terkini
Trending Tags

IPAL SPPG di Kota Madiun Belum Standar, Pemkot Ancam Laporkan ke BGN

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 33
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Plt Wali Kota Madiun sidak IPAL SPPG Ngegong terkait limbah MBG, (7/5/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Madiun kembali menjadi sorotan. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menemukan fasilitas IPAL di SPPG Ngegong masih belum memenuhi standar saat inspeksi mendadak (sidak), Kamis (7/5/2026).

Sidak dilakukan sebagai tindak lanjut hasil rapat evaluasi terkait pengelolaan limbah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar beberapa pekan lalu. Dalam sidak tersebut, Bagus menilai pengelola belum melakukan pembenahan meski sudah beberapa kali mendapat peringatan dari pemerintah kota.

“Masih ada IPAL yang belum standar. Sudah kami ingatkan untuk segera diperbaiki,” ujar Bagus.

Selain mengecek fasilitas IPAL, rombongan juga memantau pelaksanaan program MBG di sejumlah lokasi, mulai dari TK Dharma Wanita, SDN Ngegong, hingga Puskesmas Ngegong.

Menurut Bagus, persoalan pengelolaan limbah tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Apalagi, pemerintah kota telah berulang kali meminta pengelola SPPG melakukan pembenahan fasilitas pengolahan limbah.

Image Not Found
Pemkot Madiun ancam laporkan SPPG bermasalah ke Badan Gizi Nasional, (7/5/2026), Foto : Kris-Sinergia

“Sudah berbulan-bulan kami ingatkan, tapi kondisinya masih sama,” tegasnya.

Pemkot Madiun pun memberikan ultimatum kepada pengelola SPPG agar segera mengganti atau memperbaiki fasilitas IPAL yang tidak sesuai standar. Jika tidak ada tindak lanjut, pemerintah kota akan melaporkan persoalan tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kalau tidak diganti, akan kami laporkan ke BGN untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Meski demikian, Bagus menegaskan kewenangan pemberian sanksi maupun langkah lanjutan terhadap SPPG berada di tangan BGN.

“Perkara nanti BGN mengambil sikap bagaimana, itu kewenangannya BGN,” pungkasnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • WiFi Gratis Jadi Andalan, dari Kebonsari Pemkab Madiun Genjot Digitalisasi Layanan Desa

    WiFi Gratis Jadi Andalan, dari Kebonsari Pemkab Madiun Genjot Digitalisasi Layanan Desa

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mendorong percepatan digitalisasi layanan publik hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Salah satu langkah yang tengah diwacanakan adalah penyediaan WiFi gratis di seluruh balai desa, guna menunjang pelayanan masyarakat yang lebih cepat dan transparan. Wacana tersebut mengemuka dalam kegiatan sarasehan dan sosialisasi digitalisasi pelayanan publik bertema “Sinergi Masyarakat […]

    Bagikan
  • Dari Ratusan Koperasi Desa Merah Putih, Baru Empat yang Aktif di Magetan

    Dari Ratusan Koperasi Desa Merah Putih, Baru Empat yang Aktif di Magetan

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program nasional pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Magetan masih tersandung kendala di lapangan. Total dari 235 koperasi yang telah memiliki badan hukum, hanya ada empat koperasi yang benar-benar aktif dalam menjalankan kegiatan usaha. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Magetan, Sukartini, mengatakan sebagian besar koperasi desa yang belum […]

    Bagikan
  • Dapur Rumah di Saradan Madiun Terbakar, Diduga Berasal dari Tungku Kayu

    Dapur Rumah di Saradan Madiun Terbakar, Diduga Berasal dari Tungku Kayu

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kebakaran melanda bagian dapur rumah warga di Dusun Kampung Baru, Desa Sugihwaras, RT 08 RW 02, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu (1/3/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta. Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol PP Kabupaten Madiun, Andy […]

    Bagikan
  • Gelorakan Semangat Gotong Royong, Bupati Madiun Buka BBGRM 2025 di Kebonsari

    Gelorakan Semangat Gotong Royong, Bupati Madiun Buka BBGRM 2025 di Kebonsari

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto resmi membuka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2025 di Lapangan Desa Kebonsari, Kecamatan Kebonsari, pada Rabu (25/06/2025). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat. Pelaksanaan BBGRM 2025 diawali dengan serangkaian kegiatan sosial, mulai dari donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, […]

    Bagikan
  • Banyak yang Ingin Adopsi, Bayi yang Dibuang di Sawah Bakal Dirawat Pihak Keluarga

    Banyak yang Ingin Adopsi, Bayi yang Dibuang di Sawah Bakal Dirawat Pihak Keluarga

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Harapan puluhan calon orang tua angkat untuk mengadopsi seorang bayi laki-laki yang sempat ditemukan di areal persawahan Desa Sumbergandu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, akhirnya kandas. Bayi tersebut telah resmi dipulangkan kepada pihak keluarga kandung ibunya di Cilacap, Jawa Tengah. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu sempat menjalani perawatan intensif […]

    Bagikan
  • Ironis, Seorang Ayah di Magetan Diduga Aniaya Bayi Baru Lahir hingga Lidah Melepuh

    Ironis, Seorang Ayah di Magetan Diduga Aniaya Bayi Baru Lahir hingga Lidah Melepuh

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus kekerasan terhadap bayi mengguncang Kabupaten Magetan. Seorang ayah di Desa Mangunrejo, Kecamatan Kawedanan, diduga tega menyulut lidah bayi yang baru berusia beberapa hari menggunakan korek gas. Aksi keji itu dipicu rasa cemburu dan dugaan perselingkuhan yang tak berdasar. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kejadian, […]

    Bagikan
expand_less