Rumah Warga Klegen Kota Madiun Terbakar, Kamar Depan dan Plafon Dilalap Api
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 91
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Kebakaran menimpa rumah milik Johanes Ridwan (83) di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Kamis (20/8/2026) siang. Api membakar bagian kamar depan hingga merusak plafon dan bagian atap rumah.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 12.00 WIB. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong karena penghuni sedang berada di rumah sakit.
Basuki Judo Hartono, warga sekaligus saksi mata, mengatakan dirinya sedang berbincang dengan sejumlah warga di sekitar lokasi ketika melihat kepulan asap dari rumah tersebut.
“Saya lihat kok ada asap. Bukan kayak bakar sampah. Terus langsung saya cek kesini tadi,” jelasnya.
Setibanya di lokasi, Basuki mendapati pintu gerbang rumah dalam keadaan terkunci. Ia kemudian mendobrak pintu untuk masuk dan memastikan sumber asap.
Menurutnya, api terlihat cukup besar di bagian kamar depan. Basuki sempat berupaya memadamkan api menggunakan selang air yang tersedia di rumah.

“Kebakarannya ini, kamar ini saja. Kamarnya sudah asap, sudah banyak, apinya sudah besar. Dan kemungkinan ya kalau saya datang tadi kan langsung saya mengecek sakelar. Itu sudah mati. Terus kemungkinan ya, apa korslet ya. Kalau korslet kan pasti mati MCB-nya itu. Mungkin ya.” katanya.
Plt Kasi Ops Pemadaman dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Bambang Hari Wahyudi menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima petugas, rumah tersebut sebenarnya berpenghuni. Namun saat kebakaran terjadi, penghuni sedang meninggalkan rumah untuk pergi ke rumah sakit.
“Informasi dari warga tadi posisi rumah kosong, tapi sebenarnya berpenghuni. Kebetulan ditinggal ke rumah sakit,” jelasnya.
Petugas Damkar Kota Madiun bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat. Bambang menyebut petugas tiba di lokasi kurang dari 10 menit sejak laporan diterima.
“Untuk response time-nya maksimal 15 menit, tapi tadi kita bergerak cepat, enggak sampai 10 menit kita sudah sampai lokasi. Kalau pemadaman antara 15-30 menit,” ujarnya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, lebih dari 20 personel terlibat. Mereka berasal dari Satpol PP dan Damkar Kota Madiun, BPBD, relawan, kepolisian, serta warga sekitar.
“Tadi mengerahkan satu unit kendaraan pemadam dan satu unit kendaraan suplai berkapasitas 10.000 liter. BPBD juga memberikan dukungan sebagai unit cadangan,” terang Bambang.
Terkait penyebab kebakaran, Bambang menegaskan pihaknya belum dapat memastikan sumber api. Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan oleh kepolisian. Garis polisi dipasang di lokasi kebakaran guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez



