Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Madiun Baru Capai 50,65 Persen, Dinkes Kejar Target 70 Persen
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 61
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Madiun hingga Agustus 2026 baru mencapai sekitar 50,65 persen. Pemerintah Kabupaten Madiun masih mengejar target cakupan pemeriksaan kesehatan sebesar 70 persen dari total sasaran penduduk hingga akhir tahun.
Salah satunya dengan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Kamis (20/8/2026). Ratusan warga memadati ruang pertemuan kantor desa, mereka hadir untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dimulai dari cek tensi, gula darah, asam urat,dan kolesterol hingga konsultasi dengan dokter.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Widya Wardani, mengatakan capaian pemeriksaan kesehatan di Bumi Retno Dumilah masih menyisakan sekitar 20 persen sasaran yang harus dikejar.
“Target kita tahun 2026 adalah 70 persen dari sasaran. jumlah penduduk sesuai Dukcapil 738.670 jiwa. Per tanggal 17 Agustus sudah mencapai 50,62 persen,” kata Widya, Kamis (20/8/2026).
Untuk mempercepat capaian, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mengoptimalkan layanan CKG melalui 26 puskesmas.
Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di puskesmas induk, tetapi juga menjangkau posyandu, polindes, dan puskesmas pembantu (pustu). Dari 26 puskesmas tersebut, capaian tertinggi tercatat di puskesmas Gantrung dengan persentase 64,67 persen atau sebanyak 20.219 warga telah menjalani pemeriksaan.
Sementara capaian terendah berada di Puskesmas Wonoasri dengan 43,84 persen atau sebanyak 15.622 warga yang sudah diperiksa. Widya menjelaskan CKG tidak sama dengan medical check-up (MCU) lengkap di rumah sakit.
“Kita mulai dari keluhan. Misalnya sering buang air kecil pada malam hari, kita sarankan tes gula darah. Kalau batuk lebih dari dua minggu disertai gejala lain, kita sarankan pemeriksaan TB,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan CKG, sejumlah penyakit tidak menular masih menjadi temuan yang cukup dominan. Di antaranya hipertensi, diabetes melitus (DM), dan penyakit jantung.
Warga yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan akan mendapatkan tindak lanjut. Petugas memberikan konseling, termasuk mendorong penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), pengaturan pola makan, konsumsi buah dan sayur, serta aktivitas fisik yang cukup.
Jika kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, Dinkes akan melakukan rujukan ke rumah sakit.
Meski antusiasme masyarakat cukup tinggi, Dinkes Kabupaten Madiun mengakui belum seluruh kelompok sasaran telah menjalani pemeriksaan. Karena itu, strategi percepatan akan dilakukan dengan memperluas lokasi pemeriksaan.
Dinkes berencana menggandeng sekolah, yayasan, hingga pondok pesantren untuk melakukan screening kesehatan. Kelompok lansia juga menjadi sasaran pemeriksaan.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendongkrak cakupan CKG sehingga target 70 persen pada akhir 2026 dapat tercapai. Selain CKG, pengelolaan penyakit kronis juga dilakukan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Setiap puskesmas rata-rata memiliki lima hingga enam kelompok Prolanis, bahkan sejumlah puskesmas memiliki hingga delapan kelompok.
“CKG juga menyasar masyarakat umum yang belum pernah terdeteksi atau diperiksa. Jadi sasarannya mencakup pasien Prolanis sekaligus masyarakat luas,” jelas Widya.
Dengan capaian yang baru sekitar separuh sasaran, percepatan pemeriksaan menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Madiun dalam empat bulan terakhir 2026 untuk mengejar target cakupan 70 persen. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez



