Berita Terkini
Trending Tags

Jaspel RSUD Caruban Rp38 Miliar, Netizen Soroti Lamanya Antrean Dan Pelayanan

  • account_circle Mandor
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 81
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Netizen menyoroti antrean panjang dan pelayanan RSUD Caruban. Foto : Tangkapan Layar

Sinergia | Madiun – Pembahasan mengenai anggaran jasa pelayanan (Jaspel) RSUD Caruban Kabupaten Madiun tahun 2026 kembali menjadi perhatian publik. Setelah manajemen rumah sakit menyebut sekitar Rp38 miliar dialokasikan untuk Jaspel, sejumlah netizen turut menyampaikan komentar terkait kualitas pelayanan melalui media sosial TikTok.

Salah satu komentar yang muncul pada unggahan akun TikTok Sinergia Mediatama menyoroti pelayanan dan antrean di RSUD Caruban. Akun @afrillia279 menulis bahwa pelayanan di rumah sakit tersebut dinilai lambat dan antrean panjang.

“Pelayanan RSUD Caruban kembali ke jaman batu, lemot dan lama. Antrean berjibun. Mohon dikoreksi dan dievaluasi. Kami masyarakat kecil butuh pelayanan kesehatan yang optimal.” Jumat ( 19/9/2026)

Komentar tersebut muncul dalam konteks pemberitaan mengenai besaran Jaspel RSUD Caruban yang mencapai sekitar Rp38 miliar pada 2026.

Selain komentar mengenai antrean, netizen lain juga menyinggung pencairan Jaspel sekaligus mengingatkan agar peningkatan kesejahteraan pegawai diikuti pelayanan yang lebih baik.
Akun @Mas_Yu menulis komentar bernada sindiran.

“JASPEL cair jangan lupa senyum, salam, sapa yo cah, ojok mbecengot wae koyok kurang sajen.”unggahnya.

Sementara akun @Slowly menceritakan pengalaman pribadi saat menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Caruban. Dalam komentarnya, ia menyebut pernah menjalani pemeriksaan USG dan mendapatkan informasi bahwa ginjal serta empedunya dalam kondisi baik. Namun, menurut pengakuannya, hasil laboratorium menunjukkan adanya kristal yang ia sebut sebagai batu.

Komentar tersebut klaim pribadi netizen mengenai kualitas diagnosis atau pelayanan medis RSUD Caruban.

Sebelumnya, Plt Direktur RSUD Caruban, dr Selly Fitriani, menjelaskan bahwa Jaspel bukan dibagikan secara rata kepada seluruh pegawai. Besarannya dihitung berdasarkan pendapatan pelayanan serta indeks tertentu yang mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk masa kerja, jenis pelayanan dan kontribusi masing-masing tenaga kesehatan.

“Kita menunggu, melihat dari pendapatan RSUD. Menghitungnya per bulan, jadi berapa yang kita dapat, nanti itu yang kita bagikan,” ujar Selly, Rabu (16/9/2026).

Menurut Selly, mekanisme tersebut mengacu pada Permendagri Nomor 79 Tahun 2018, dengan porsi Jaspel tidak melebihi 40 persen.

Besaran yang diterima juga berbeda antara manajemen, dokter, perawat maupun tenaga kesehatan lainnya. Khusus tenaga profesional seperti dokter, nilai Jaspel turut berkaitan dengan pendapatan pelayanan yang dihasilkan.

“Beda-beda untuk tenaga kesehatan, terus dokter, itu kan ada indeksnya juga. Maksudnya dia sudah bekerja berapa lama. Jadi kita tidak berdasarkan persentase, tapi ada indeksnya,” jelasnya. (Ndor)

Bagikan
  • Penulis: Mandor
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kota Madiun Dorong Eksekutif Fokus pada Efisiensi dan Pertumbuhan Ekonomi

    DPRD Kota Madiun Dorong Eksekutif Fokus pada Efisiensi dan Pertumbuhan Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – DPRD Kota Madiun menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Madiun Tahun Anggaran 2024 pada Rabu (30/04/2025). Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan masukan strategis terhadap kinerja pemerintah daerah. Wali Kota Madiun, Maidi, menyampaikan apresiasinya atas rekomendasi yang diberikan DPRD. Menurutnya, rekomendasi […]

    Bagikan
  • 8 Raperda Masuk DPRD Madiun, Atur Desa hingga Perlindungan Disabilitas

    8 Raperda Masuk DPRD Madiun, Atur Desa hingga Perlindungan Disabilitas

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun dan DPRD Kabupaten Madiun sama-sama mengajukan rancangan peraturan daerah (Raperda) non-APBD Tahun 2026. Total terdapat delapan Raperda, terdiri dari lima usulan eksekutif dan tiga Raperda inisiatif DPRD. Lima Raperda dari Pemkab Madiun disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Rabu (16/9/2026). Sementara tiga Raperda […]

    Bagikan
  • Anggaran MBG Belum Cair, Ribuan Siswa Kembali Bawa Bekal dari Rumah

    Anggaran MBG Belum Cair, Ribuan Siswa Kembali Bawa Bekal dari Rumah

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali menghadapi kendala. Keterlambatan pencairan anggaran dari pemerintah pusat menyebabkan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG menghentikan operasionalnya sementara waktu. Akibat kondisi tersebut, ribuan siswa di puluhan sekolah yang sebelumnya menjadi penerima manfaat program MBG terpaksa kembali […]

    Bagikan
  • Pesan Danrem 081/DSJ Dalam Halal Bihalal dengan PSHT

    Pesan Danrem 081/DSJ Dalam Halal Bihalal dengan PSHT

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun menjadi gudangnya pesilat. Belasan perguruan pencak silat ada di kota ini hingga dijuluki Kota Pendekar. Hal itulah yang dinilai Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto sebagai salah satu komponen bangsa. Untuk itulah, Kolonel Arm Untoro Hariyanto terus membangun komunikasi dengan berbagai dengan perguruan pencak silat di wilayah teritorialnya, […]

    Bagikan
  • Tiga Kelas Rusak, Siswa SDN Glonggong Belajar di Perpustakaan dan Rumah Penjaga

    Tiga Kelas Rusak, Siswa SDN Glonggong Belajar di Perpustakaan dan Rumah Penjaga

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sudah hampir satu tahun, siswa kelas 1, 2, dan 3 SDN Glonggong 01, Kecamatan Balerejo, harus berpindah-pindah tempat belajar. Bukan karena program rotasi, melainkan karena atap tiga ruang kelas mereka rusak parah. “Sebagian gentengnya melorot, kayunya patah dan lapuk. Terlalu berisiko kalau tetap dipakai,” kata Kepala SDN Glonggong 01, Anita […]

    Bagikan
  • Bakal Ada Mutasi Besar-besaran di Lingkup Pemkot Madiun, Ini Kata Walikota Maidi

    Bakal Ada Mutasi Besar-besaran di Lingkup Pemkot Madiun, Ini Kata Walikota Maidi

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sejumlah kursi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Bahkan, sejumlah pejabat eselon II dalam waktu dekat telah menyelesaikan masa pengabdiannya alias pensiun. Menyikapi hal itu, Wali Kota Madiun, Maidi tidak menampik jika akan mutasi atau perombakan besar-besaran November dan […]

    Bagikan
expand_less