Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Anggaran MBG Belum Cair, Ribuan Siswa Kembali Bawa Bekal dari Rumah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • visibility 229
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar Ilustrasi

Sinergia | Magetan – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali menghadapi kendala. Keterlambatan pencairan anggaran dari pemerintah pusat menyebabkan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG menghentikan operasionalnya sementara waktu.

Akibat kondisi tersebut, ribuan siswa di puluhan sekolah yang sebelumnya menjadi penerima manfaat program MBG terpaksa kembali membawa bekal makanan dari rumah masing-masing.

Penghentian layanan terjadi dalam dua hari terakhir. Sejumlah sekolah yang rutin menerima distribusi makanan bergizi gratis kini tidak lagi memperoleh pasokan dari dapur MBG yang melayani wilayah mereka.

Satgas MBG Kabupaten Magetan, Awang Arifani, membenarkan bahwa enam SPPG saat ini tidak beroperasi karena masih menunggu pencairan anggaran dari pemerintah pusat.

“Betul, berdasarkan keterangan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di daerah kepada kami, ada sebanyak enam SPPG yang saat ini menunggu anggaran dari pusat cair,” ujar Awang.

Menurutnya, penghentian operasional tersebut bersifat sementara. Aktivitas dapur MBG dipastikan akan kembali berjalan setelah dana operasional diterima oleh masing-masing pengelola.

Awang menjelaskan, keterlambatan pencairan anggaran diduga berkaitan dengan proses pergantian pimpinan di tingkat pusat yang berpengaruh terhadap mekanisme administrasi dan pencairan dana program.

“Kami mendapat informasi bahwa pencairan masih menunggu proses di pusat. Begitu anggaran turun, dapur-dapur yang saat ini berhenti akan kembali beroperasi melayani siswa penerima manfaat,” katanya.

Adapun enam SPPG yang saat ini menghentikan operasional meliputi SPPG Magetan Panekan Milangasri, SPPG Magetan Takeran Jomblang, SPPG Magetan Parang Tamanarum, SPPG Magetan Magetan 3, SPPG Magetan Parang Krajan, dan SPPG Magetan Mangkujayan.

Terhentinya operasional enam dapur tersebut berdampak langsung terhadap ribuan pelajar di berbagai jenjang pendidikan yang selama ini mengandalkan program MBG sebagai sumber asupan makan siang bergizi di sekolah.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi keberlanjutan program unggulan pemerintah tersebut. Pasalnya, distribusi makanan bergizi kepada siswa sangat bergantung pada kelancaran anggaran operasional yang diterima setiap dapur penyedia layanan.

Selain persoalan anggaran, pelaksanaan MBG di Magetan juga masih dihadapkan pada kendala teknis lainnya. Dari 11 SPPG yang sebelumnya berstatus suspend atau penghentian sementara, lima di antaranya telah kembali beroperasi setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Namun hingga kini masih terdapat enam SPPG yang belum mendapatkan izin operasional karena terkendala pemenuhan standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Enam SPPG yang masih berstatus suspend tersebut yakni SPPG Magetan Lembeyan Pupus, SPPG Magetan Karas Sobontoro, SPPG Magetan Karas Temboro, SPPG Magetan Karas Temboro 2, SPPG Magetan Kawedanan Kawedanan, dan SPPG Magetan Sukomoro Tambakmas.

“Sisa yang enam di atas masih belum beres soal IPAL-nya,” kata Awang.

Dengan kondisi tersebut, total terdapat 12 SPPG di Kabupaten Magetan yang saat ini belum beroperasi normal. Enam dapur berhenti sementara karena menunggu pencairan anggaran dari pemerintah pusat, sedangkan enam lainnya masih terkendala pemenuhan persyaratan teknis terkait pengelolaan limbah.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait kini berharap persoalan administrasi maupun teknis dapat segera diselesaikan agar seluruh dapur MBG kembali beroperasi dan pelayanan makan bergizi bagi ribuan siswa di Magetan dapat berjalan normal tanpa gangguan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belajar Otodidak, Ini Cerita Sagita Sukses Jalankan Usaha Dimsum

    Belajar Otodidak, Ini Cerita Sagita Sukses Jalankan Usaha Dimsum

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kisah inspiratif datang dari Sagita Dwi Cahyani (20), seorang mahasiswi asal Perum Mojoarum RT 38/02, Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Di usianya yang masih muda, Sagita berhasil membangun usaha kuliner berbasis dimsum. Berawal dari iseng-iseng mencoba resep dimsum di rumah, kini Sagita telah menjalani usahanya selama satu tahun. Baru satu bulan […]

    Bagikan
  • Keseruan KAI Daop 7 Bersama Anak Disabilitas Naik Kereta di Hari Anak Nasional 2025

    Keseruan KAI Daop 7 Bersama Anak Disabilitas Naik Kereta di Hari Anak Nasional 2025

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun menggelar berbagai kegiatan edukatif yang menyasar anak-anak, khususnya anak-anak penyandang disabilitas. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap perlindungan anak serta upaya mengenalkan transportasi kereta api sejak dini. Dalam kegiatan ini, anak-anak […]

    Bagikan
  • Paripurna Penyampaian RPJMD Ponorogo 2025–2030, DPRD Lanjutkan dengan Pansus

    Paripurna Penyampaian RPJMD Ponorogo 2025–2030, DPRD Lanjutkan dengan Pansus

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – DPRD Ponorogo kembali menggelar rapat paripurna pada Senin (14/4/2025), dengan agenda penyampaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2030. Rapat paripurna digelar di ruang rapat lantai II Bappeda, Jalan Alun-alun Utara, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Dalam rapat tersebut, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan arah pembangunan Ponorogo lima tahun ke depan. […]

    Bagikan
  • Ratusan Emak-Emak, Petani, Peternak dan UMKM Datangi DPRD Ponorogo, Minta SPPG Kembali Beroperasi

    Ratusan Emak-Emak, Petani, Peternak dan UMKM Datangi DPRD Ponorogo, Minta SPPG Kembali Beroperasi

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ratusan warga yang terdiri dari emak-emak, petani, peternak, hingga pelaku UMKM menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Ponorogo, Jumat (3/7/2026). Mereka mendesak pemerintah pusat kembali mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Massa membentangkan berbagai spanduk dan menyuarakan agar program MBG kembali dijalankan. Menurut […]

    Bagikan
  • 150 Pelajar Nganjuk Diangkat Jadi Agen Keselamatan, Ini Langkah KAI Cegah Vandalisme KA

    150 Pelajar Nganjuk Diangkat Jadi Agen Keselamatan, Ini Langkah KAI Cegah Vandalisme KA

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperkuat upaya pencegahan gangguan keamanan perjalanan kereta api. Kali ini, KAI menggandeng ratusan pelajar Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Fattah, Kabupaten Nganjuk, dalam kegiatan Sosialisasi Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api, Jumat (6/2/2026). Sedikitnya 150 siswa mengikuti kegiatan yang diinisiasi Tim […]

    Bagikan
  • Toko Grosir Sembako di Madiun Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 3 Miliar

    Toko Grosir Sembako di Madiun Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 3 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kebakaran hebat menghanguskan toko grosir sembako UB Mentari Pusat di Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (3/10/2026) dini hari. Mayoritas barang dagangan ludes dilalap api, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 3 miliar. Kapolsek Kebonsari, AKP Heru Santoso, menjelaskan kebakaran pertama kali diketahui seorang warga yang sedang duduk di […]

    Bagikan
expand_less