Berita Terkini
Trending Tags

Anggaran MBG Belum Cair, Ribuan Siswa Kembali Bawa Bekal dari Rumah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 76
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar Ilustrasi

Sinergia | Magetan – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali menghadapi kendala. Keterlambatan pencairan anggaran dari pemerintah pusat menyebabkan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG menghentikan operasionalnya sementara waktu.

Akibat kondisi tersebut, ribuan siswa di puluhan sekolah yang sebelumnya menjadi penerima manfaat program MBG terpaksa kembali membawa bekal makanan dari rumah masing-masing.

Penghentian layanan terjadi dalam dua hari terakhir. Sejumlah sekolah yang rutin menerima distribusi makanan bergizi gratis kini tidak lagi memperoleh pasokan dari dapur MBG yang melayani wilayah mereka.

Satgas MBG Kabupaten Magetan, Awang Arifani, membenarkan bahwa enam SPPG saat ini tidak beroperasi karena masih menunggu pencairan anggaran dari pemerintah pusat.

“Betul, berdasarkan keterangan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di daerah kepada kami, ada sebanyak enam SPPG yang saat ini menunggu anggaran dari pusat cair,” ujar Awang.

Menurutnya, penghentian operasional tersebut bersifat sementara. Aktivitas dapur MBG dipastikan akan kembali berjalan setelah dana operasional diterima oleh masing-masing pengelola.

Awang menjelaskan, keterlambatan pencairan anggaran diduga berkaitan dengan proses pergantian pimpinan di tingkat pusat yang berpengaruh terhadap mekanisme administrasi dan pencairan dana program.

“Kami mendapat informasi bahwa pencairan masih menunggu proses di pusat. Begitu anggaran turun, dapur-dapur yang saat ini berhenti akan kembali beroperasi melayani siswa penerima manfaat,” katanya.

Adapun enam SPPG yang saat ini menghentikan operasional meliputi SPPG Magetan Panekan Milangasri, SPPG Magetan Takeran Jomblang, SPPG Magetan Parang Tamanarum, SPPG Magetan Magetan 3, SPPG Magetan Parang Krajan, dan SPPG Magetan Mangkujayan.

Terhentinya operasional enam dapur tersebut berdampak langsung terhadap ribuan pelajar di berbagai jenjang pendidikan yang selama ini mengandalkan program MBG sebagai sumber asupan makan siang bergizi di sekolah.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi keberlanjutan program unggulan pemerintah tersebut. Pasalnya, distribusi makanan bergizi kepada siswa sangat bergantung pada kelancaran anggaran operasional yang diterima setiap dapur penyedia layanan.

Selain persoalan anggaran, pelaksanaan MBG di Magetan juga masih dihadapkan pada kendala teknis lainnya. Dari 11 SPPG yang sebelumnya berstatus suspend atau penghentian sementara, lima di antaranya telah kembali beroperasi setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Namun hingga kini masih terdapat enam SPPG yang belum mendapatkan izin operasional karena terkendala pemenuhan standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Enam SPPG yang masih berstatus suspend tersebut yakni SPPG Magetan Lembeyan Pupus, SPPG Magetan Karas Sobontoro, SPPG Magetan Karas Temboro, SPPG Magetan Karas Temboro 2, SPPG Magetan Kawedanan Kawedanan, dan SPPG Magetan Sukomoro Tambakmas.

“Sisa yang enam di atas masih belum beres soal IPAL-nya,” kata Awang.

Dengan kondisi tersebut, total terdapat 12 SPPG di Kabupaten Magetan yang saat ini belum beroperasi normal. Enam dapur berhenti sementara karena menunggu pencairan anggaran dari pemerintah pusat, sedangkan enam lainnya masih terkendala pemenuhan persyaratan teknis terkait pengelolaan limbah.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait kini berharap persoalan administrasi maupun teknis dapat segera diselesaikan agar seluruh dapur MBG kembali beroperasi dan pelayanan makan bergizi bagi ribuan siswa di Magetan dapat berjalan normal tanpa gangguan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Perdana Bupati Nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko, Jaksa Ungkap Tiga Kasus Korupsi

    Sidang Perdana Bupati Nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko, Jaksa Ungkap Tiga Kasus Korupsi

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Sinergia | Sidoarjo – Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jumat (10/4/2026). Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, Sugiri didakwa terlibat dalam tiga perkara korupsi yang mencakup dugaan suap dan gratifikasi. Sidang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan menghadirkan dua terdakwa lain, yakni Direktur RS Harjono […]

    Bagikan
  • Emak-Emak Ponorogo Putar Otak, Harga Sayur hingga Bapokting Naik di Awal Ramadan

    Emak-Emak Ponorogo Putar Otak, Harga Sayur hingga Bapokting Naik di Awal Ramadan

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan penting (bapokting) mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Ponorogo. Lonjakan harga paling terasa terjadi pada komoditas sayur mayur, bumbu dapur, hingga produk peternakan. Berdasarkan pantauan di Pasar Legi Ponorogo, Jumat (20/2/2026), sejumlah kebutuhan dapur mengalami kenaikan bertahap sejak sepekan terakhir menjelang […]

    Bagikan
  • ATM Minimarket di Magetan Dibobol, Polisi Temukan Alat Las dan Kotak Uang Rusak Parah

    ATM Minimarket di Magetan Dibobol, Polisi Temukan Alat Las dan Kotak Uang Rusak Parah

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sebuah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di minimarket kawasan Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, dibobol orang tak dikenal. Kejadian ini pertama kali diketahui pada Senin pagi (02/06/2025) sekitar pukul 11.14 WIB, dan langsung ditangani oleh Polres Magetan. Petugas gabungan dari Unit SPKT Polsek Barat, tim Inafis, dan anjing pelacak dikerahkan […]

    Bagikan
  • Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah 2025 di Kota Madiun

    Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah 2025 di Kota Madiun

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bersama Baznas, MUI, dan Kemenag Kota Madiun menetapkan besaran zakat fitrah dan fidyah jelang Ramadhan 1446 Hijriah. Hasil mufakat yang telah disepakati, zakat fitrah ditetapkan sebesar 3 kilogram beras, yang jika diubah dalam bentuk uang, setara dengan Rp45.000. Sementara itu, fidyah yang berdasarkan hadis yang sahih ditetapkan […]

    Bagikan
  • Progres Pengerjaan Baru 10 persen, Gedung Sekolah Rakyat terus Dikebut

    Progres Pengerjaan Baru 10 persen, Gedung Sekolah Rakyat terus Dikebut

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo– Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Ponorogo terus dikebut. Meski baru dimulai beberapa hari lalu, proses renovasi gedung bekas Sentra Industri di Jalan Trunojoyo itu ditargetkan selesai pada akhir Juli 2025. Hingga Senin (7/7/2025), progres pembangunan baru mencapai sekitar 10 persen. Belum terlihat adanya sekat untuk ruang kelas maupun asrama siswa. Selain itu, […]

    Bagikan
  • Elijah Hinzman, Atlet Muay Thai 15 Tahun Asal Magetan yang Tembus RWS dan Bidik Juara Dunia

    Elijah Hinzman, Atlet Muay Thai 15 Tahun Asal Magetan yang Tembus RWS dan Bidik Juara Dunia

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 2.171
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pukulan dan tendangan bagi sebagian orang mungkin sekadar olahraga. Namun bagi Elijah William Hinzman, muaythai adalah jalan hidup yang ditemukannya secara tak terduga di tengah dunia yang terhenti akibat pandemi. Remaja 15 tahun asal Maospati, Magetan itu kini mulai diperhitungkan di kancah internasional. Di usianya yang masih belia, Elijah sudah mencatat […]

    Bagikan
expand_less