Senin, 9 Nov 2026
Trending Tags

RTM Madiun Bakal Disulap Jadi Destinasi Wisata Heritage, Kodam V Brawijaya Beri Lampu Hijau

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 218
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pangdam V/Brawijaya meninjau kondisi RTM di Kota Madiun. (22/9/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Rumah Tahanan Militer (RTM) di Jalan Ahmad Yani, Kota Madiun, berpeluang memiliki wajah baru. Bangunan bersejarah yang selama ini menjadi bagian dari aset Kodam V/Brawijaya tersebut tengah disiapkan untuk dimanfaatkan sebagai salah satu destinasi wisata heritage di Kota Madiun.

Peluang itu mengemuka saat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau langsung kondisi RTM bersama Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, Selasa (22/9/2026).

Pemerintah Kota Madiun sebelumnya telah mengusulkan pemanfaatan RTM sebagai destinasi wisata yang disambut positif dari Kodam V/Brawijaya.

Rudy mengatakan, pihaknya memiliki wacana untuk mengelola dan memanfaatkan aset tersebut bersama Pemerintah Kota Madiun. Namun, proses tersebut masih membutuhkan penyelesaian administrasi dan perizinan.

“Ini salah satu lahan dan menjadi aset Kodam. Nanti kita akan urus perizinannya, kita clear-kan semua administrasinya,” kata Rudy.

Menurutnya, kondisi bangunan utama RTM secara umum masih cukup kokoh. Karakter bangunan lama yang merupakan peninggalan era Belanda dinilai menjadi salah satu daya tarik yang dapat dikembangkan.

“Bangunan utamanya kokoh. Namanya juga bangunan Belanda, pasti kokoh. Ya perlu kita touch up sedikit-sedikit nanti,” ujarnya.

Di tengah perkembangan Kota Madiun yang semakin modern, RTM menyimpan cerita panjang tentang perjalanan kota ini sebagai salah satu kawasan penting pada masa Hindia Belanda.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Pemerintah Kota Madiun, bangunan RTM diperkirakan telah berdiri sekitar 1917, ketika Madiun berkembang sebagai salah satu kota garnisun penting di Jawa Timur.

Pada masa itu, Madiun tidak hanya menjadi pusat administrasi Karesidenan Madiun, tetapi juga memiliki peran dalam jaringan pertahanan dan militer. Sejumlah fasilitas pendukung dibangun, mulai dari barak, rumah dinas perwira hingga fasilitas penahanan militer.

RTM menjadi bagian dari infrastruktur tersebut. Bangunan ini digunakan sebagai tempat penahanan bagi personel militer yang menjalani proses hukum maupun hukuman disiplin sesuai sistem militer pada masa itu.

Dari sisi arsitektur, karakter bangunan institusi kolonial masih dapat dikenali. Dinding yang relatif tebal, ventilasi tinggi untuk menyesuaikan kondisi iklim tropis, serta tata ruang yang mempertimbangkan aspek keamanan menjadi bagian dari ciri bangunan tersebut.

Meski telah mengalami berbagai penyesuaian selama lebih dari satu abad, jejak arsitektur kolonialnya masih menjadi bagian yang menarik untuk dilihat.

Perjalanan RTM juga melewati berbagai periode penting dalam sejarah Indonesia, mulai dari masa pendudukan Jepang pada 1942–1945, Revolusi Kemerdekaan Indonesia, hingga era Republik Indonesia.

Kini, nilai RTM bukan hanya terletak pada fungsi masa lalunya sebagai fasilitas militer. Bangunan tersebut juga menjadi bagian dari lanskap heritage Kota Madiun.

Bersama sejumlah bangunan bersejarah lain seperti Gedung Bakorwil yang sebelumnya merupakan Residentiehuis, Balai Kota Madiun, dan berbagai bangunan kolonial lainnya, RTM menjadi bagian dari mozaik perjalanan Madiun dari kota administratif dan garnisun pada masa kolonial hingga menjadi kota modern.

Dengan latar sejarah tersebut, rencana pemanfaatan RTM sebagai destinasi wisata membuka kemungkinan baru bagi bangunan lama tersebut untuk kembali hadir di tengah aktivitas masyarakat.

Rudy mengatakan, konsep pemanfaatan RTM nantinya masih akan dibahas lebih lanjut antara Kodam V/Brawijaya dan Pemerintah Kota Madiun. Sejumlah aktivitas ekonomi dan sosial disebut berpotensi dikembangkan di kawasan tersebut.

RTM, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari ruang bagi pelaku UMKM, lokasi gathering, hingga tempat untuk kegiatan fotografi seperti foto prewedding.

“Banyak yang bisa kita kembangkan di sini,” katanya.

Ia menegaskan, tujuan utama pemanfaatan tersebut adalah membuat aset yang ada dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Image Not Found
Pangdam V/Brawijaya dan Plt Wali Kota Madiun saat meninjau RTM. Foto : Kris-Sinergia

“Nanti kita akan bicarakan lebih detail dengan Pak Wali, konsepnya seperti apa. Intinya kita akan bikin ini menjadi salah satu lokasi yang bermanfaat untuk masyarakat banyak,” tutur Rudy.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun mengatakan, rencana menjadikan RTM sebagai destinasi wisata heritage sebelumnya telah disampaikan kepada pihak Kodam V/Brawijaya.

Menurut Bagus, RTM bersama Bosbow telah masuk dalam gagasan pengembangan sejumlah bangunan bersejarah sebagai tujuan wisata di Kota Madiun.

“Kebetulan beliau hari ini tadi juga ingin langsung meninjau bagaimana kondisinya. Dan alhamdulillah, ini didoakan saja semoga proses ini berjalan cepat, bisa kita manfaatkan RTM sebagai salah satu destinasi wisata,” ujar Bagus.

Pemkot Madiun saat ini masih menunggu mekanisme kerja sama operasional (KSO) dari pihak Kodam. Setelah aspek tersebut jelas, konsep pemanfaatan RTM dapat dibahas lebih terperinci.

Bagus mengatakan, nantinya pemanfaatan kawasan bisa diarahkan menjadi ruang wisata umum maupun kegiatan ekonomi seperti kuliner. Peluang keterlibatan investor juga terbuka sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Kita tinggal nunggu apa administrasi dari Kodam. Lampu hijau,” katanya.

Sebelum peninjauan Pangdam, Pemkot Madiun bersama Korem dan Kodim telah melakukan kegiatan pembersihan kawasan RTM. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya merawat bangunan yang memiliki nilai sejarah.

Bagus menyebut apresiasi dari Pangdam terhadap upaya tersebut menjadi dorongan bagi Pemkot untuk melanjutkan pembahasan pemanfaatan RTM.

“Beliaunya juga mengapresiasi apa yang kita lakukan untuk ngrawat peninggalan atau heritage,” ujarnya.

Jika rencana kerja sama dapat terealisasi, RTM tidak hanya dipertahankan sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga berpotensi menjadi ruang publik baru yang menggabungkan unsur sejarah, wisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Lebih dari sekadar bangunan lama, RTM menyimpan jejak perjalanan Kota Madiun selama lebih dari satu abad. Dinding, lorong, dan tata ruangnya menjadi bagian dari arsip sejarah yang merekam perubahan sebuah kota dari masa kolonial hingga sekarang.

Karena itu, pemanfaatan RTM sebagai destinasi wisata heritage nantinya tidak hanya berbicara tentang bagaimana membuat bangunan tersebut lebih ramai dikunjungi. Ada pula upaya untuk menjaga cerita yang melekat di dalamnya agar tetap dapat dikenali oleh generasi berikutnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Ponorogo ke SEA Games: Atlet Jujitsu Bumi Reog Ukir Sejarah Asia Tenggara

    Dari Ponorogo ke SEA Games: Atlet Jujitsu Bumi Reog Ukir Sejarah Asia Tenggara

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pringgitan Rumah Dinas Bupati Ponorogo menjadi saksi kebanggaan daerah saat Pemerintah Kabupaten Ponorogo secara resmi menyambut kepulangan Steffany Kinky, atlet jujitsu kebanggaan Bumi Reog yang sukses mengharumkan nama Indonesia di ajang SEA Games 2025 Thailand. Dalam pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut, Steffany Kinky berhasil mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Merah Putih. […]

    Bagikan
  • Ratusan Mahasiswa Ponorogo Gelar Aksi Evaluasi 100 Hari Kinerja Prabowo-Gibran

    Ratusan Mahasiswa Ponorogo Gelar Aksi Evaluasi 100 Hari Kinerja Prabowo-Gibran

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Ponorogo Melawan (APM) menggelar demonstrasi di depan kantor DPRD Ponorogo, Jumat (21/2/2025). Aksi bertajuk “Evaluasi 100 Hari Kinerja Prabowo-Gibran” ini, para mahasiswa menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Dalam aksinya, para mahasiswa membawa poster berisi protes dan melakukan orasi di depan gedung wakil rakyat […]

    Bagikan
  • Lonjakan Penumpang Kereta Lebaran 2026 Masih Tinggi, Ini 5 Stasiun Tersibuk

    Lonjakan Penumpang Kereta Lebaran 2026 Masih Tinggi, Ini 5 Stasiun Tersibuk

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 492
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Arus penumpang kereta api pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah masih tinggi di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun. Sejumlah stasiun terpantau ramai dipadati masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran 2026. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa […]

    Bagikan
  • Usai Penggeledahan, KPK Segera Periksa Para Saksi Kasus OTT Wali Kota Madiun Nonaktif

    Usai Penggeledahan, KPK Segera Periksa Para Saksi Kasus OTT Wali Kota Madiun Nonaktif

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 587
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Dalam 2 pekan terakhir, KPK melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di Kota Madiun. 3 rumah tersangka yakni Maidi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Thariq Megah serta Rochim Ruhdiyanto, pihak […]

    Bagikan
  • Tutup Sementara, SPPG Cinta Anak Klecorejo Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene

    Tutup Sementara, SPPG Cinta Anak Klecorejo Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mengambil sikap pasca insiden puluhan anak keracunan usai menyantap nasi goreng program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (27/11/2025) lalu. Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cinta Anak Klecorejo yang mendistribusikan makanan tersebut sementara waktu ditutup. Penutupan diberlakukan mulai Jumat (28/11/2025) hingga batas waktu yang belum […]

    Bagikan
  • 17 Tahun Jalankan Program Makan Siang, SDIT Harapan Insan Siap Kolaborasi dengan Program MBG

    17 Tahun Jalankan Program Makan Siang, SDIT Harapan Insan Siap Kolaborasi dengan Program MBG

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Jauh sebelum pemerintah menggulirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), SDIT Harapan Insan di Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun telah lebih dulu menjalankan program makan siang bagi para siswanya. Program ini telah berjalan konsisten selama 17 tahun dan menjadi bagian dari sistem full day school yang diterapkan sekolah sejak tahun […]

    Bagikan
expand_less