Berita Terkini
Trending Tags

RTM Madiun Bakal Disulap Jadi Destinasi Wisata Heritage, Kodam V Brawijaya Beri Lampu Hijau

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 26
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pangdam V/Brawijaya meninjau kondisi RTM di Kota Madiun. (22/9/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Rumah Tahanan Militer (RTM) di Jalan Ahmad Yani, Kota Madiun, berpeluang memiliki wajah baru. Bangunan bersejarah yang selama ini menjadi bagian dari aset Kodam V/Brawijaya tersebut tengah disiapkan untuk dimanfaatkan sebagai salah satu destinasi wisata heritage di Kota Madiun.

Peluang itu mengemuka saat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau langsung kondisi RTM bersama Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, Selasa (22/9/2026).

Pemerintah Kota Madiun sebelumnya telah mengusulkan pemanfaatan RTM sebagai destinasi wisata yang disambut positif dari Kodam V/Brawijaya.

Rudy mengatakan, pihaknya memiliki wacana untuk mengelola dan memanfaatkan aset tersebut bersama Pemerintah Kota Madiun. Namun, proses tersebut masih membutuhkan penyelesaian administrasi dan perizinan.

“Ini salah satu lahan dan menjadi aset Kodam. Nanti kita akan urus perizinannya, kita clear-kan semua administrasinya,” kata Rudy.

Menurutnya, kondisi bangunan utama RTM secara umum masih cukup kokoh. Karakter bangunan lama yang merupakan peninggalan era Belanda dinilai menjadi salah satu daya tarik yang dapat dikembangkan.

“Bangunan utamanya kokoh. Namanya juga bangunan Belanda, pasti kokoh. Ya perlu kita touch up sedikit-sedikit nanti,” ujarnya.

Di tengah perkembangan Kota Madiun yang semakin modern, RTM menyimpan cerita panjang tentang perjalanan kota ini sebagai salah satu kawasan penting pada masa Hindia Belanda.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Pemerintah Kota Madiun, bangunan RTM diperkirakan telah berdiri sekitar 1917, ketika Madiun berkembang sebagai salah satu kota garnisun penting di Jawa Timur.

Pada masa itu, Madiun tidak hanya menjadi pusat administrasi Karesidenan Madiun, tetapi juga memiliki peran dalam jaringan pertahanan dan militer. Sejumlah fasilitas pendukung dibangun, mulai dari barak, rumah dinas perwira hingga fasilitas penahanan militer.

RTM menjadi bagian dari infrastruktur tersebut. Bangunan ini digunakan sebagai tempat penahanan bagi personel militer yang menjalani proses hukum maupun hukuman disiplin sesuai sistem militer pada masa itu.

Dari sisi arsitektur, karakter bangunan institusi kolonial masih dapat dikenali. Dinding yang relatif tebal, ventilasi tinggi untuk menyesuaikan kondisi iklim tropis, serta tata ruang yang mempertimbangkan aspek keamanan menjadi bagian dari ciri bangunan tersebut.

Meski telah mengalami berbagai penyesuaian selama lebih dari satu abad, jejak arsitektur kolonialnya masih menjadi bagian yang menarik untuk dilihat.

Perjalanan RTM juga melewati berbagai periode penting dalam sejarah Indonesia, mulai dari masa pendudukan Jepang pada 1942–1945, Revolusi Kemerdekaan Indonesia, hingga era Republik Indonesia.

Kini, nilai RTM bukan hanya terletak pada fungsi masa lalunya sebagai fasilitas militer. Bangunan tersebut juga menjadi bagian dari lanskap heritage Kota Madiun.

Bersama sejumlah bangunan bersejarah lain seperti Gedung Bakorwil yang sebelumnya merupakan Residentiehuis, Balai Kota Madiun, dan berbagai bangunan kolonial lainnya, RTM menjadi bagian dari mozaik perjalanan Madiun dari kota administratif dan garnisun pada masa kolonial hingga menjadi kota modern.

Dengan latar sejarah tersebut, rencana pemanfaatan RTM sebagai destinasi wisata membuka kemungkinan baru bagi bangunan lama tersebut untuk kembali hadir di tengah aktivitas masyarakat.

Rudy mengatakan, konsep pemanfaatan RTM nantinya masih akan dibahas lebih lanjut antara Kodam V/Brawijaya dan Pemerintah Kota Madiun. Sejumlah aktivitas ekonomi dan sosial disebut berpotensi dikembangkan di kawasan tersebut.

RTM, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari ruang bagi pelaku UMKM, lokasi gathering, hingga tempat untuk kegiatan fotografi seperti foto prewedding.

“Banyak yang bisa kita kembangkan di sini,” katanya.

Ia menegaskan, tujuan utama pemanfaatan tersebut adalah membuat aset yang ada dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Image Not Found
Pangdam V/Brawijaya dan Plt Wali Kota Madiun saat meninjau RTM. Foto : Kris-Sinergia

“Nanti kita akan bicarakan lebih detail dengan Pak Wali, konsepnya seperti apa. Intinya kita akan bikin ini menjadi salah satu lokasi yang bermanfaat untuk masyarakat banyak,” tutur Rudy.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun mengatakan, rencana menjadikan RTM sebagai destinasi wisata heritage sebelumnya telah disampaikan kepada pihak Kodam V/Brawijaya.

Menurut Bagus, RTM bersama Bosbow telah masuk dalam gagasan pengembangan sejumlah bangunan bersejarah sebagai tujuan wisata di Kota Madiun.

“Kebetulan beliau hari ini tadi juga ingin langsung meninjau bagaimana kondisinya. Dan alhamdulillah, ini didoakan saja semoga proses ini berjalan cepat, bisa kita manfaatkan RTM sebagai salah satu destinasi wisata,” ujar Bagus.

Pemkot Madiun saat ini masih menunggu mekanisme kerja sama operasional (KSO) dari pihak Kodam. Setelah aspek tersebut jelas, konsep pemanfaatan RTM dapat dibahas lebih terperinci.

Bagus mengatakan, nantinya pemanfaatan kawasan bisa diarahkan menjadi ruang wisata umum maupun kegiatan ekonomi seperti kuliner. Peluang keterlibatan investor juga terbuka sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Kita tinggal nunggu apa administrasi dari Kodam. Lampu hijau,” katanya.

Sebelum peninjauan Pangdam, Pemkot Madiun bersama Korem dan Kodim telah melakukan kegiatan pembersihan kawasan RTM. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya merawat bangunan yang memiliki nilai sejarah.

Bagus menyebut apresiasi dari Pangdam terhadap upaya tersebut menjadi dorongan bagi Pemkot untuk melanjutkan pembahasan pemanfaatan RTM.

“Beliaunya juga mengapresiasi apa yang kita lakukan untuk ngrawat peninggalan atau heritage,” ujarnya.

Jika rencana kerja sama dapat terealisasi, RTM tidak hanya dipertahankan sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga berpotensi menjadi ruang publik baru yang menggabungkan unsur sejarah, wisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Lebih dari sekadar bangunan lama, RTM menyimpan jejak perjalanan Kota Madiun selama lebih dari satu abad. Dinding, lorong, dan tata ruangnya menjadi bagian dari arsip sejarah yang merekam perubahan sebuah kota dari masa kolonial hingga sekarang.

Karena itu, pemanfaatan RTM sebagai destinasi wisata heritage nantinya tidak hanya berbicara tentang bagaimana membuat bangunan tersebut lebih ramai dikunjungi. Ada pula upaya untuk menjaga cerita yang melekat di dalamnya agar tetap dapat dikenali oleh generasi berikutnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sapi Kurban Presiden Prabowo Disembelih di RPH Magetan, Pembagian Daging oleh Masjid Agung Baitussalam

    Sapi Kurban Presiden Prabowo Disembelih di RPH Magetan, Pembagian Daging oleh Masjid Agung Baitussalam

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Rumah Potong Hewan (RPH) Magetan menjadi lokasi penyembelihan sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Minggu (08/06/2025). Sapi jenis limosin dengan bobot mendekati satu ton itu dipotong bersamaan dengan 10 ekor sapi kurban lainnya milik warga. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Nur Haryani, menjelaskan bahwa seluruh proses […]

    Bagikan
  • Bapenda Kota Madiun Kejar Realisasi PBB, Kurang Rp. 580 Juta

    Bapenda Kota Madiun Kejar Realisasi PBB, Kurang Rp. 580 Juta

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Meski sudah lewat jatuh tempo pembayaran per 31 September, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun terus mengejar realisasi Pajak Bumi Bangunan (PBB). Realisasi PBB di Kota Madiun hingga 16 Oktober 2025 menyentuh 97,5 persen dari target tahun ini. Bapenda Kota Madiun menargetkan realisasi PBB bisa tuntas 100 persen bulan depan. […]

    Bagikan
  • Ratusan Crosser Ramaikan Bhamatra Hard Enduro di Lereng Gunung Wilis

    Ratusan Crosser Ramaikan Bhamatra Hard Enduro di Lereng Gunung Wilis

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan pengendara motor trail dari berbagai daerah mengikuti ajang Bhamatra Hard Enduro 2025 yang digelar di kawasan Monumen Kresek, Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Sabtu (02/08/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi perayaan ulang tahun ketiga komunitas Bhamatra. Lomba yang menguji ketangguhan fisik dan mesin ini diberangkatkan langsung oleh jajaran Forum […]

    Bagikan
  • KPK Bawa Dua Koper Diduga Berisi Barang Bukti dari Rumah Direktur RSUD Harjono Ponorogo

    KPK Bawa Dua Koper Diduga Berisi Barang Bukti dari Rumah Direktur RSUD Harjono Ponorogo

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membawa sejumlah barang bukti tambahan usai melakukan penggeledahan di rumah Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo, dr. Yunus Mahatma, Kamis (13/11/2025) malam. Dari lokasi di Jalan Sumatra Nomor 17, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, tim penyidik tampak keluar membawa dua koper berwarna hitam dan […]

    Bagikan
  • Luncurkan Program ‘60 Seconds to Tokyo’, ASTON Hotel Madiun Hadirkan Ragam Kuliner Jepang

    Luncurkan Program ‘60 Seconds to Tokyo’, ASTON Hotel Madiun Hadirkan Ragam Kuliner Jepang

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pecinta kuliner di Kota Madiun kini mempunyai destinasi baru. Setelah sebelumnya sukses dengan festival kuliner bertema Korea Selatan, 60 Seconds to Seoul, Aston Madiun Hotel & Conference Center dan fave hotel Madiun kembali mengajak tamu menjelajahi cita rasa Asia lainnya. Yakni dengan menghadirkan sajian kuliner khas Negeri Sakura Jepang melalui launching promo kuliner tematik terbaru bertajuk ‘60 Seconds to Tokyo’, Jumat […]

    Bagikan
  • Puting Beliung dan Banjir Terjang Desa Semen Ngawi, Puluhan Rumah Rusak

    Puting Beliung dan Banjir Terjang Desa Semen Ngawi, Puluhan Rumah Rusak

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Hujan deras disertai angin puting beliung melanda Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (22/4/2026) siang. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap, serta memicu banjir yang sempat memutus akses jalan desa. Berdasarkan rekaman video warga, kondisi pascakejadian menunjukkan sejumlah bangunan rusak akibat terjangan […]

    Bagikan
expand_less