Senin, 9 Nov 2026
Trending Tags

RTM Madiun Bakal Disulap Jadi Destinasi Wisata Heritage, Kodam V Brawijaya Beri Lampu Hijau

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 217
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pangdam V/Brawijaya meninjau kondisi RTM di Kota Madiun. (22/9/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Rumah Tahanan Militer (RTM) di Jalan Ahmad Yani, Kota Madiun, berpeluang memiliki wajah baru. Bangunan bersejarah yang selama ini menjadi bagian dari aset Kodam V/Brawijaya tersebut tengah disiapkan untuk dimanfaatkan sebagai salah satu destinasi wisata heritage di Kota Madiun.

Peluang itu mengemuka saat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau langsung kondisi RTM bersama Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, Selasa (22/9/2026).

Pemerintah Kota Madiun sebelumnya telah mengusulkan pemanfaatan RTM sebagai destinasi wisata yang disambut positif dari Kodam V/Brawijaya.

Rudy mengatakan, pihaknya memiliki wacana untuk mengelola dan memanfaatkan aset tersebut bersama Pemerintah Kota Madiun. Namun, proses tersebut masih membutuhkan penyelesaian administrasi dan perizinan.

“Ini salah satu lahan dan menjadi aset Kodam. Nanti kita akan urus perizinannya, kita clear-kan semua administrasinya,” kata Rudy.

Menurutnya, kondisi bangunan utama RTM secara umum masih cukup kokoh. Karakter bangunan lama yang merupakan peninggalan era Belanda dinilai menjadi salah satu daya tarik yang dapat dikembangkan.

“Bangunan utamanya kokoh. Namanya juga bangunan Belanda, pasti kokoh. Ya perlu kita touch up sedikit-sedikit nanti,” ujarnya.

Di tengah perkembangan Kota Madiun yang semakin modern, RTM menyimpan cerita panjang tentang perjalanan kota ini sebagai salah satu kawasan penting pada masa Hindia Belanda.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Pemerintah Kota Madiun, bangunan RTM diperkirakan telah berdiri sekitar 1917, ketika Madiun berkembang sebagai salah satu kota garnisun penting di Jawa Timur.

Pada masa itu, Madiun tidak hanya menjadi pusat administrasi Karesidenan Madiun, tetapi juga memiliki peran dalam jaringan pertahanan dan militer. Sejumlah fasilitas pendukung dibangun, mulai dari barak, rumah dinas perwira hingga fasilitas penahanan militer.

RTM menjadi bagian dari infrastruktur tersebut. Bangunan ini digunakan sebagai tempat penahanan bagi personel militer yang menjalani proses hukum maupun hukuman disiplin sesuai sistem militer pada masa itu.

Dari sisi arsitektur, karakter bangunan institusi kolonial masih dapat dikenali. Dinding yang relatif tebal, ventilasi tinggi untuk menyesuaikan kondisi iklim tropis, serta tata ruang yang mempertimbangkan aspek keamanan menjadi bagian dari ciri bangunan tersebut.

Meski telah mengalami berbagai penyesuaian selama lebih dari satu abad, jejak arsitektur kolonialnya masih menjadi bagian yang menarik untuk dilihat.

Perjalanan RTM juga melewati berbagai periode penting dalam sejarah Indonesia, mulai dari masa pendudukan Jepang pada 1942–1945, Revolusi Kemerdekaan Indonesia, hingga era Republik Indonesia.

Kini, nilai RTM bukan hanya terletak pada fungsi masa lalunya sebagai fasilitas militer. Bangunan tersebut juga menjadi bagian dari lanskap heritage Kota Madiun.

Bersama sejumlah bangunan bersejarah lain seperti Gedung Bakorwil yang sebelumnya merupakan Residentiehuis, Balai Kota Madiun, dan berbagai bangunan kolonial lainnya, RTM menjadi bagian dari mozaik perjalanan Madiun dari kota administratif dan garnisun pada masa kolonial hingga menjadi kota modern.

Dengan latar sejarah tersebut, rencana pemanfaatan RTM sebagai destinasi wisata membuka kemungkinan baru bagi bangunan lama tersebut untuk kembali hadir di tengah aktivitas masyarakat.

Rudy mengatakan, konsep pemanfaatan RTM nantinya masih akan dibahas lebih lanjut antara Kodam V/Brawijaya dan Pemerintah Kota Madiun. Sejumlah aktivitas ekonomi dan sosial disebut berpotensi dikembangkan di kawasan tersebut.

RTM, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari ruang bagi pelaku UMKM, lokasi gathering, hingga tempat untuk kegiatan fotografi seperti foto prewedding.

“Banyak yang bisa kita kembangkan di sini,” katanya.

Ia menegaskan, tujuan utama pemanfaatan tersebut adalah membuat aset yang ada dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Image Not Found
Pangdam V/Brawijaya dan Plt Wali Kota Madiun saat meninjau RTM. Foto : Kris-Sinergia

“Nanti kita akan bicarakan lebih detail dengan Pak Wali, konsepnya seperti apa. Intinya kita akan bikin ini menjadi salah satu lokasi yang bermanfaat untuk masyarakat banyak,” tutur Rudy.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun mengatakan, rencana menjadikan RTM sebagai destinasi wisata heritage sebelumnya telah disampaikan kepada pihak Kodam V/Brawijaya.

Menurut Bagus, RTM bersama Bosbow telah masuk dalam gagasan pengembangan sejumlah bangunan bersejarah sebagai tujuan wisata di Kota Madiun.

“Kebetulan beliau hari ini tadi juga ingin langsung meninjau bagaimana kondisinya. Dan alhamdulillah, ini didoakan saja semoga proses ini berjalan cepat, bisa kita manfaatkan RTM sebagai salah satu destinasi wisata,” ujar Bagus.

Pemkot Madiun saat ini masih menunggu mekanisme kerja sama operasional (KSO) dari pihak Kodam. Setelah aspek tersebut jelas, konsep pemanfaatan RTM dapat dibahas lebih terperinci.

Bagus mengatakan, nantinya pemanfaatan kawasan bisa diarahkan menjadi ruang wisata umum maupun kegiatan ekonomi seperti kuliner. Peluang keterlibatan investor juga terbuka sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Kita tinggal nunggu apa administrasi dari Kodam. Lampu hijau,” katanya.

Sebelum peninjauan Pangdam, Pemkot Madiun bersama Korem dan Kodim telah melakukan kegiatan pembersihan kawasan RTM. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya merawat bangunan yang memiliki nilai sejarah.

Bagus menyebut apresiasi dari Pangdam terhadap upaya tersebut menjadi dorongan bagi Pemkot untuk melanjutkan pembahasan pemanfaatan RTM.

“Beliaunya juga mengapresiasi apa yang kita lakukan untuk ngrawat peninggalan atau heritage,” ujarnya.

Jika rencana kerja sama dapat terealisasi, RTM tidak hanya dipertahankan sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga berpotensi menjadi ruang publik baru yang menggabungkan unsur sejarah, wisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Lebih dari sekadar bangunan lama, RTM menyimpan jejak perjalanan Kota Madiun selama lebih dari satu abad. Dinding, lorong, dan tata ruangnya menjadi bagian dari arsip sejarah yang merekam perubahan sebuah kota dari masa kolonial hingga sekarang.

Karena itu, pemanfaatan RTM sebagai destinasi wisata heritage nantinya tidak hanya berbicara tentang bagaimana membuat bangunan tersebut lebih ramai dikunjungi. Ada pula upaya untuk menjaga cerita yang melekat di dalamnya agar tetap dapat dikenali oleh generasi berikutnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan Tragis di Ruas Tol Ngawi, Mobil 7 Penumpang Hantam Bus

    Kecelakaan Tragis di Ruas Tol Ngawi, Mobil 7 Penumpang Hantam Bus

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Kecelakaan lalu lintas di ruas tol Solo-Ngawi kembali terjadi. Mobil putih dengan Nopol T 1062 CB yang dikendarai oleh Teguh Rizal Fachri (42) warga Desa Margosari, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat menabrak bagian belakang bus Bus NS Trans nopol AG 7617 US di ruas Tol Solo – Ngawi KM […]

    Bagikan
  • Imigrasi Madiun Terbitkan 973 Paspor Calon Jemaah Haji, Target Rampung Akhir September

    Imigrasi Madiun Terbitkan 973 Paspor Calon Jemaah Haji, Target Rampung Akhir September

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun telah menyelesaikan 973 permohonan paspor calon jemaah haji (CJH) dari total 1.618 kuota jemaah di empat kabupaten/kota wilayah kerjanya. Pelayanan paspor haji tersebut ditargetkan rampung sesuai jadwal pada akhir September 2026. Pelayanan khusus CJH ini telah dimulai sejak 19 Agustus 2026 dan menyasar calon […]

    Bagikan
  • PAD Parkir Magetan Nyaris Penuhi Target, Tetapi Potensi Belum Tergarap Maksimal

    PAD Parkir Magetan Nyaris Penuhi Target, Tetapi Potensi Belum Tergarap Maksimal

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Magetan dari sektor parkir sepanjang tahun 2025 hampir mencapai 100 persen. Dua organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola parkir yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Perhubungan (Dishub), mencatat realisasi mendekati target sejak awal tahun. Disperindag Magetan mencatat PAD parkir pasar hampir menembus angka maksimal. Target awal […]

    Bagikan
  • Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan di SMKN 1 Ponorogo, Untuk Bangun Cafe Sekolah

    Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan di SMKN 1 Ponorogo, Untuk Bangun Cafe Sekolah

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dunia pendidikan di Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Hal ini menyusul viralnya unggahan mengenai dugaan pungutan liar (Pungli) berkedok sumbangan di SMKN 1 Ponorogo. Dalam unggahan tersebut, sekolah disebut meminta wali murid memberikan sumbangan sebesar Rp. 1,4 juta untuk siswa baru kelas X. Unggahan […]

    Bagikan
  • Menteri KKP Targetkan Indonesia Hasilkan 2,25 Juta Ton Garam Pada 2025

    Menteri KKP Targetkan Indonesia Hasilkan 2,25 Juta Ton Garam Pada 2025

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, menargetkan produksi garam nasional mencapai 2,25 juta ton pada 2025. Target ini sejalan dengan program pemerintah di bidang ketahanan pangan dan sebagai langkah menuju swasembada garam pada 2027. Untuk memastikan distribusi dan ketersediaan garam di pasaran, Menteri KKP melakukan inspeksi mendadak […]

    Bagikan
  • Kasus Dugaan Penyalahgunaan Bansos Dinsos-P3A, Kejari Ponorogo Periksa 33 Saksi

    Kasus Dugaan Penyalahgunaan Bansos Dinsos-P3A, Kejari Ponorogo Periksa 33 Saksi

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Penanganan kasus dugaan korupsi atau penyalahgunaan dana bantuan sosial (bansos) di lingkungan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Ponorogo terus berlanjut. Hingga kini, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo telah memeriksa sebanyak 33 orang saksi. Kepala Seksi Intelijen Kejari Ponorogo, I Komang Ugra Jagiwirata menjelaskan, dari total saksi yang telah […]

    Bagikan
expand_less