Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

RTM Madiun Bakal Disulap Jadi Destinasi Wisata Heritage, Kodam V Brawijaya Beri Lampu Hijau

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 138
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pangdam V/Brawijaya meninjau kondisi RTM di Kota Madiun. (22/9/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Rumah Tahanan Militer (RTM) di Jalan Ahmad Yani, Kota Madiun, berpeluang memiliki wajah baru. Bangunan bersejarah yang selama ini menjadi bagian dari aset Kodam V/Brawijaya tersebut tengah disiapkan untuk dimanfaatkan sebagai salah satu destinasi wisata heritage di Kota Madiun.

Peluang itu mengemuka saat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau langsung kondisi RTM bersama Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, Selasa (22/9/2026).

Pemerintah Kota Madiun sebelumnya telah mengusulkan pemanfaatan RTM sebagai destinasi wisata yang disambut positif dari Kodam V/Brawijaya.

Rudy mengatakan, pihaknya memiliki wacana untuk mengelola dan memanfaatkan aset tersebut bersama Pemerintah Kota Madiun. Namun, proses tersebut masih membutuhkan penyelesaian administrasi dan perizinan.

“Ini salah satu lahan dan menjadi aset Kodam. Nanti kita akan urus perizinannya, kita clear-kan semua administrasinya,” kata Rudy.

Menurutnya, kondisi bangunan utama RTM secara umum masih cukup kokoh. Karakter bangunan lama yang merupakan peninggalan era Belanda dinilai menjadi salah satu daya tarik yang dapat dikembangkan.

“Bangunan utamanya kokoh. Namanya juga bangunan Belanda, pasti kokoh. Ya perlu kita touch up sedikit-sedikit nanti,” ujarnya.

Di tengah perkembangan Kota Madiun yang semakin modern, RTM menyimpan cerita panjang tentang perjalanan kota ini sebagai salah satu kawasan penting pada masa Hindia Belanda.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Pemerintah Kota Madiun, bangunan RTM diperkirakan telah berdiri sekitar 1917, ketika Madiun berkembang sebagai salah satu kota garnisun penting di Jawa Timur.

Pada masa itu, Madiun tidak hanya menjadi pusat administrasi Karesidenan Madiun, tetapi juga memiliki peran dalam jaringan pertahanan dan militer. Sejumlah fasilitas pendukung dibangun, mulai dari barak, rumah dinas perwira hingga fasilitas penahanan militer.

RTM menjadi bagian dari infrastruktur tersebut. Bangunan ini digunakan sebagai tempat penahanan bagi personel militer yang menjalani proses hukum maupun hukuman disiplin sesuai sistem militer pada masa itu.

Dari sisi arsitektur, karakter bangunan institusi kolonial masih dapat dikenali. Dinding yang relatif tebal, ventilasi tinggi untuk menyesuaikan kondisi iklim tropis, serta tata ruang yang mempertimbangkan aspek keamanan menjadi bagian dari ciri bangunan tersebut.

Meski telah mengalami berbagai penyesuaian selama lebih dari satu abad, jejak arsitektur kolonialnya masih menjadi bagian yang menarik untuk dilihat.

Perjalanan RTM juga melewati berbagai periode penting dalam sejarah Indonesia, mulai dari masa pendudukan Jepang pada 1942–1945, Revolusi Kemerdekaan Indonesia, hingga era Republik Indonesia.

Kini, nilai RTM bukan hanya terletak pada fungsi masa lalunya sebagai fasilitas militer. Bangunan tersebut juga menjadi bagian dari lanskap heritage Kota Madiun.

Bersama sejumlah bangunan bersejarah lain seperti Gedung Bakorwil yang sebelumnya merupakan Residentiehuis, Balai Kota Madiun, dan berbagai bangunan kolonial lainnya, RTM menjadi bagian dari mozaik perjalanan Madiun dari kota administratif dan garnisun pada masa kolonial hingga menjadi kota modern.

Dengan latar sejarah tersebut, rencana pemanfaatan RTM sebagai destinasi wisata membuka kemungkinan baru bagi bangunan lama tersebut untuk kembali hadir di tengah aktivitas masyarakat.

Rudy mengatakan, konsep pemanfaatan RTM nantinya masih akan dibahas lebih lanjut antara Kodam V/Brawijaya dan Pemerintah Kota Madiun. Sejumlah aktivitas ekonomi dan sosial disebut berpotensi dikembangkan di kawasan tersebut.

RTM, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari ruang bagi pelaku UMKM, lokasi gathering, hingga tempat untuk kegiatan fotografi seperti foto prewedding.

“Banyak yang bisa kita kembangkan di sini,” katanya.

Ia menegaskan, tujuan utama pemanfaatan tersebut adalah membuat aset yang ada dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Image Not Found
Pangdam V/Brawijaya dan Plt Wali Kota Madiun saat meninjau RTM. Foto : Kris-Sinergia

“Nanti kita akan bicarakan lebih detail dengan Pak Wali, konsepnya seperti apa. Intinya kita akan bikin ini menjadi salah satu lokasi yang bermanfaat untuk masyarakat banyak,” tutur Rudy.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun mengatakan, rencana menjadikan RTM sebagai destinasi wisata heritage sebelumnya telah disampaikan kepada pihak Kodam V/Brawijaya.

Menurut Bagus, RTM bersama Bosbow telah masuk dalam gagasan pengembangan sejumlah bangunan bersejarah sebagai tujuan wisata di Kota Madiun.

“Kebetulan beliau hari ini tadi juga ingin langsung meninjau bagaimana kondisinya. Dan alhamdulillah, ini didoakan saja semoga proses ini berjalan cepat, bisa kita manfaatkan RTM sebagai salah satu destinasi wisata,” ujar Bagus.

Pemkot Madiun saat ini masih menunggu mekanisme kerja sama operasional (KSO) dari pihak Kodam. Setelah aspek tersebut jelas, konsep pemanfaatan RTM dapat dibahas lebih terperinci.

Bagus mengatakan, nantinya pemanfaatan kawasan bisa diarahkan menjadi ruang wisata umum maupun kegiatan ekonomi seperti kuliner. Peluang keterlibatan investor juga terbuka sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Kita tinggal nunggu apa administrasi dari Kodam. Lampu hijau,” katanya.

Sebelum peninjauan Pangdam, Pemkot Madiun bersama Korem dan Kodim telah melakukan kegiatan pembersihan kawasan RTM. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya merawat bangunan yang memiliki nilai sejarah.

Bagus menyebut apresiasi dari Pangdam terhadap upaya tersebut menjadi dorongan bagi Pemkot untuk melanjutkan pembahasan pemanfaatan RTM.

“Beliaunya juga mengapresiasi apa yang kita lakukan untuk ngrawat peninggalan atau heritage,” ujarnya.

Jika rencana kerja sama dapat terealisasi, RTM tidak hanya dipertahankan sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga berpotensi menjadi ruang publik baru yang menggabungkan unsur sejarah, wisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Lebih dari sekadar bangunan lama, RTM menyimpan jejak perjalanan Kota Madiun selama lebih dari satu abad. Dinding, lorong, dan tata ruangnya menjadi bagian dari arsip sejarah yang merekam perubahan sebuah kota dari masa kolonial hingga sekarang.

Karena itu, pemanfaatan RTM sebagai destinasi wisata heritage nantinya tidak hanya berbicara tentang bagaimana membuat bangunan tersebut lebih ramai dikunjungi. Ada pula upaya untuk menjaga cerita yang melekat di dalamnya agar tetap dapat dikenali oleh generasi berikutnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satpol PP Ngamuk, Reklame Bodong Jalur Puspem Hingga Balerejo Madiun Dipreteli

    Satpol PP Ngamuk, Reklame Bodong Jalur Puspem Hingga Balerejo Madiun Dipreteli

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Maraknya reklame liar atau tidak berijin membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Pemkab Madiun gerah. Tidak ingin dicap sebagai macan ompong rombongan Satpol PP melakukan penertiban reklame bodong di sejumlah titik strategis, Senin (30/03/2026). Sasaran petugas yakni di ruas kawasan lingkungan Alun-alun Rekso Gathi Mejayan serta Jalan […]

    Bagikan
  • Mahasiswa Soroti Turunnya Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah, Rocky Gerung Kritik Pola Komunikasi Istana

    Mahasiswa Soroti Turunnya Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah, Rocky Gerung Kritik Pola Komunikasi Istana

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Isu menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah menjadi salah satu topik yang mengemuka dalam forum Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno. Pertanyaan tersebut disampaikan peserta diskusi kepada filsuf Rocky Gerung, yang kemudian menilai persoalan komunikasi publik menjadi salah satu faktor yang […]

    Bagikan
  • Bocah TK di Ponorogo Tewas Tenggelam di Sungai Sekayu, Sang Ibu Menangis Histeris

    Bocah TK di Ponorogo Tewas Tenggelam di Sungai Sekayu, Sang Ibu Menangis Histeris

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seorang bocah berusia lima tahun, Mohammad Tohip Sabilul Haq, meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai aliran Sekayu, Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (9/10/2026). Korban ditemukan warga setelah dilakukan pencarian selama sekitar satu jam. Suasana duka menyelimuti keluarga korban saat jasad bocah tersebut berhasil ditemukan. Sang ibu, Sofi […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Ultimatum Pelaku Anarkis dan Penjarahan Saat Demo DPRD

    Polres Madiun Kota Ultimatum Pelaku Anarkis dan Penjarahan Saat Demo DPRD

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Polres Madiun Kota menegaskan akan menindak tegas para pelaku anarkis dan penjarahan yang terjadi saat aksi demonstrasi di gedung DPRD Kota Madiun pada Sabtu, (30/08/2025) lalu. Kasi Humas Polres Madiun Kota, Iptu Ubaidillah, menyampaikan imbauan agar para pelaku segera menyerahkan diri dan mengembalikan barang hasil jarahan maupun kerusakan fasilitas umum […]

    Bagikan
  • Unik ! Peringati Hari Kartini, Operator SPBU Caruban Pakai Seragam Kebaya Dan Beskap

    Unik ! Peringati Hari Kartini, Operator SPBU Caruban Pakai Seragam Kebaya Dan Beskap

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada hari 21 April 2025, staf pegawai perempuan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Caruban di Kelurahan Bangunsari Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun memakai baju kebaya, dan pegawai pria memakai pakaian beskap.  Salah satu operator SPBU Elin Herliya mengatakan penggunaan kostum kebaya dan batik ini merupakan […]

    Bagikan
  • Respon KAI Daop 7 Madiun Terkait Insiden Orang Tertemper KA Jayakarta di Perlintasan Sebidang

    Respon KAI Daop 7 Madiun Terkait Insiden Orang Tertemper KA Jayakarta di Perlintasan Sebidang

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang JPL 121, petak jalan Caruban–Babadan, Kabupaten Madiun, pada Kamis (12/2/2026) sore. Seorang pria dilaporkan tewas setelah tertemper Kereta Api (KA) 251B Jayakarta. Peristiwa tragis ini diduga kuat sebagai tindakan bunuh diri. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan bahwa berdasarkan laporan dari Awak Sarana […]

    Bagikan
expand_less