Berita Terkini
Trending Tags

RTM Madiun Bakal Disulap Jadi Destinasi Wisata Heritage, Kodam V Brawijaya Beri Lampu Hijau

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 25
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pangdam V/Brawijaya meninjau kondisi RTM di Kota Madiun. (22/9/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Rumah Tahanan Militer (RTM) di Jalan Ahmad Yani, Kota Madiun, berpeluang memiliki wajah baru. Bangunan bersejarah yang selama ini menjadi bagian dari aset Kodam V/Brawijaya tersebut tengah disiapkan untuk dimanfaatkan sebagai salah satu destinasi wisata heritage di Kota Madiun.

Peluang itu mengemuka saat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau langsung kondisi RTM bersama Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, Selasa (22/9/2026).

Pemerintah Kota Madiun sebelumnya telah mengusulkan pemanfaatan RTM sebagai destinasi wisata yang disambut positif dari Kodam V/Brawijaya.

Rudy mengatakan, pihaknya memiliki wacana untuk mengelola dan memanfaatkan aset tersebut bersama Pemerintah Kota Madiun. Namun, proses tersebut masih membutuhkan penyelesaian administrasi dan perizinan.

“Ini salah satu lahan dan menjadi aset Kodam. Nanti kita akan urus perizinannya, kita clear-kan semua administrasinya,” kata Rudy.

Menurutnya, kondisi bangunan utama RTM secara umum masih cukup kokoh. Karakter bangunan lama yang merupakan peninggalan era Belanda dinilai menjadi salah satu daya tarik yang dapat dikembangkan.

“Bangunan utamanya kokoh. Namanya juga bangunan Belanda, pasti kokoh. Ya perlu kita touch up sedikit-sedikit nanti,” ujarnya.

Di tengah perkembangan Kota Madiun yang semakin modern, RTM menyimpan cerita panjang tentang perjalanan kota ini sebagai salah satu kawasan penting pada masa Hindia Belanda.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Pemerintah Kota Madiun, bangunan RTM diperkirakan telah berdiri sekitar 1917, ketika Madiun berkembang sebagai salah satu kota garnisun penting di Jawa Timur.

Pada masa itu, Madiun tidak hanya menjadi pusat administrasi Karesidenan Madiun, tetapi juga memiliki peran dalam jaringan pertahanan dan militer. Sejumlah fasilitas pendukung dibangun, mulai dari barak, rumah dinas perwira hingga fasilitas penahanan militer.

RTM menjadi bagian dari infrastruktur tersebut. Bangunan ini digunakan sebagai tempat penahanan bagi personel militer yang menjalani proses hukum maupun hukuman disiplin sesuai sistem militer pada masa itu.

Dari sisi arsitektur, karakter bangunan institusi kolonial masih dapat dikenali. Dinding yang relatif tebal, ventilasi tinggi untuk menyesuaikan kondisi iklim tropis, serta tata ruang yang mempertimbangkan aspek keamanan menjadi bagian dari ciri bangunan tersebut.

Meski telah mengalami berbagai penyesuaian selama lebih dari satu abad, jejak arsitektur kolonialnya masih menjadi bagian yang menarik untuk dilihat.

Perjalanan RTM juga melewati berbagai periode penting dalam sejarah Indonesia, mulai dari masa pendudukan Jepang pada 1942–1945, Revolusi Kemerdekaan Indonesia, hingga era Republik Indonesia.

Kini, nilai RTM bukan hanya terletak pada fungsi masa lalunya sebagai fasilitas militer. Bangunan tersebut juga menjadi bagian dari lanskap heritage Kota Madiun.

Bersama sejumlah bangunan bersejarah lain seperti Gedung Bakorwil yang sebelumnya merupakan Residentiehuis, Balai Kota Madiun, dan berbagai bangunan kolonial lainnya, RTM menjadi bagian dari mozaik perjalanan Madiun dari kota administratif dan garnisun pada masa kolonial hingga menjadi kota modern.

Dengan latar sejarah tersebut, rencana pemanfaatan RTM sebagai destinasi wisata membuka kemungkinan baru bagi bangunan lama tersebut untuk kembali hadir di tengah aktivitas masyarakat.

Rudy mengatakan, konsep pemanfaatan RTM nantinya masih akan dibahas lebih lanjut antara Kodam V/Brawijaya dan Pemerintah Kota Madiun. Sejumlah aktivitas ekonomi dan sosial disebut berpotensi dikembangkan di kawasan tersebut.

RTM, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari ruang bagi pelaku UMKM, lokasi gathering, hingga tempat untuk kegiatan fotografi seperti foto prewedding.

“Banyak yang bisa kita kembangkan di sini,” katanya.

Ia menegaskan, tujuan utama pemanfaatan tersebut adalah membuat aset yang ada dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Image Not Found
Pangdam V/Brawijaya dan Plt Wali Kota Madiun saat meninjau RTM. Foto : Kris-Sinergia

“Nanti kita akan bicarakan lebih detail dengan Pak Wali, konsepnya seperti apa. Intinya kita akan bikin ini menjadi salah satu lokasi yang bermanfaat untuk masyarakat banyak,” tutur Rudy.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun mengatakan, rencana menjadikan RTM sebagai destinasi wisata heritage sebelumnya telah disampaikan kepada pihak Kodam V/Brawijaya.

Menurut Bagus, RTM bersama Bosbow telah masuk dalam gagasan pengembangan sejumlah bangunan bersejarah sebagai tujuan wisata di Kota Madiun.

“Kebetulan beliau hari ini tadi juga ingin langsung meninjau bagaimana kondisinya. Dan alhamdulillah, ini didoakan saja semoga proses ini berjalan cepat, bisa kita manfaatkan RTM sebagai salah satu destinasi wisata,” ujar Bagus.

Pemkot Madiun saat ini masih menunggu mekanisme kerja sama operasional (KSO) dari pihak Kodam. Setelah aspek tersebut jelas, konsep pemanfaatan RTM dapat dibahas lebih terperinci.

Bagus mengatakan, nantinya pemanfaatan kawasan bisa diarahkan menjadi ruang wisata umum maupun kegiatan ekonomi seperti kuliner. Peluang keterlibatan investor juga terbuka sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Kita tinggal nunggu apa administrasi dari Kodam. Lampu hijau,” katanya.

Sebelum peninjauan Pangdam, Pemkot Madiun bersama Korem dan Kodim telah melakukan kegiatan pembersihan kawasan RTM. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya merawat bangunan yang memiliki nilai sejarah.

Bagus menyebut apresiasi dari Pangdam terhadap upaya tersebut menjadi dorongan bagi Pemkot untuk melanjutkan pembahasan pemanfaatan RTM.

“Beliaunya juga mengapresiasi apa yang kita lakukan untuk ngrawat peninggalan atau heritage,” ujarnya.

Jika rencana kerja sama dapat terealisasi, RTM tidak hanya dipertahankan sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga berpotensi menjadi ruang publik baru yang menggabungkan unsur sejarah, wisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Lebih dari sekadar bangunan lama, RTM menyimpan jejak perjalanan Kota Madiun selama lebih dari satu abad. Dinding, lorong, dan tata ruangnya menjadi bagian dari arsip sejarah yang merekam perubahan sebuah kota dari masa kolonial hingga sekarang.

Karena itu, pemanfaatan RTM sebagai destinasi wisata heritage nantinya tidak hanya berbicara tentang bagaimana membuat bangunan tersebut lebih ramai dikunjungi. Ada pula upaya untuk menjaga cerita yang melekat di dalamnya agar tetap dapat dikenali oleh generasi berikutnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemotor Tewas Usai Tertabrak Bus Harapan Jaya di Jalur Ring Road Kota Madiun

    Pemotor Tewas Usai Tertabrak Bus Harapan Jaya di Jalur Ring Road Kota Madiun

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 920
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Ring Road Barat Kota Madiun, tepatnya di Kelurahan/Kecamatan Manguharjo pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Kecelakaan melibatkan satu unit Bus Harapan Jaya dengan nopol AG 7473 US dan sepeda motor Honda Beat nopol AE 6861 QT. Dalam peristiwa ini, pengendara motor meninggal dunia di […]

    Bagikan
  • Diduga Korsleting Listrik, Rumah Lansia di Panekan Ludes Terbakar

    Diduga Korsleting Listrik, Rumah Lansia di Panekan Ludes Terbakar

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran hebat terjadi di Dusun Milangasri, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Kamis petang (04/09/2025). Rumah milik seorang lansia bernama Welas (69) hangus dilalap api. Peristiwa itu diduga dipicu korsleting listrik. Api pertama kali terlihat dari kamar tengah yang ditempati Daeng, anak Welas. Saat itu, Welas bersama Daeng sedang berada di dapur. Menyadari […]

    Bagikan
  • Play Music 2026 Kota Madiun Pecah! Dewa 19 dan Musisi Tanah Air Sukses Hipnotis Ribuan Penonton

    Play Music 2026 Kota Madiun Pecah! Dewa 19 dan Musisi Tanah Air Sukses Hipnotis Ribuan Penonton

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ribuan masyarakat memadati Stadion Wilis, Kota Madiun, pada Sabtu (25/7/2026) malam untuk menyaksikan gelaran Play Music yang turut memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun. Konser musik yang menghadirkan sederet musisi nasional tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari warga. Sejak awal acara, penonton memenuhi area stadion untuk menikmati […]

    Bagikan
  • 38 SPPG Beroperasi di Madiun, 109.000 Penerima Sudah Terima MBG

    38 SPPG Beroperasi di Madiun, 109.000 Penerima Sudah Terima MBG

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kabupaten Madiun dipastikan bertambah. Itu setelah SPPG 2 dan 3 Polres Madiun diresmikan oleh Kapolres Madiun dan Bupati Madiun pada Jum’at (13/02/2026). SPPG 2 Polres berada di Desa/Kecamatan Pilangkenceng dan SPPG 3 bertempat di Desa Sogo Kecamatan Balerejo. Bupati Madiun, Hari Wuryanto mengungkapkan bahwa hingga kini […]

    Bagikan
  • 30 Pelamar Berebut 4 Kursi Kepala Dinas di Pemkot Madiun, 3 Berasal dari Luar Daerah

    30 Pelamar Berebut 4 Kursi Kepala Dinas di Pemkot Madiun, 3 Berasal dari Luar Daerah

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun mendapat animo tinggi. Hingga batas akhir pendaftaran pada 16 Agustus 2026, tercatat 30 aparatur sipil negara (ASN) mendaftar untuk memperebutkan empat jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih kosong. Dari total pendaftar tersebut, tiga orang berasal dari […]

    Bagikan
  • Maidi : Saya Tidak Lelah Membangun Kota Madiun, Kalau Ada Kekurangan Doakan Saya Sehat

    Maidi : Saya Tidak Lelah Membangun Kota Madiun, Kalau Ada Kekurangan Doakan Saya Sehat

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi telah tiba di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/01/2026) malam. Mengenakan topi dan memakai jaket, Maidi masuk ke gedung Merah Putih KPK diikuti oleh beberapa orang yang turut diamankan, termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) […]

    Bagikan
expand_less