Mutasi Eselon II Rombak Enam Pejabat, Kepala BKPSDM Dikotak Staf Ahli
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 148
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Gerbong mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun kembali bergerak. Tanpa banyak persiapan yang diketahui publik, Bupati Madiun Hari Wuryanto merombak enam pejabat pimpinan tinggi pratama atau setingkat eselon II dalam pelantikan mendadak di Pendopo Muda Graha, Rabu (4/11/2026).
Perombakan tersebut merupakan tindak lanjut rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemkab Madiun pun kini diisi pejabat baru.
Enam pejabat yang menempati jabatan baru tersebut yakni Kus Hendrawan sebagai Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop UM), Paryoto sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Indra Setyawan sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Selanjutnya, jabatan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah dipercayakan kepada pejabat yang dilantik, disusul Yohanes Cahyono sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Sementara Heru Kuncoro menempati posisi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.
Tak hanya menyentuh jajaran eselon II, rotasi kali ini juga menyasar puluhan pejabat administrator dan pengawas. Bupati Hari Wur melantik 48 pejabat administrator serta 51 pejabat pengawas.
Sejumlah posisi strategis setingkat eselon III turut mengalami pergantian. Di antaranya, Direktur RSUD Caruban dijabat dr. Selly Fitriani, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dijabat Heru Sulaksono, serta Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah dipercayakan kepada Bagus Simuntang.
Kemudian, Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa dijabat Rena Meta Wardhani, sedangkan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah dipercayakan kepada Muhammad Sunawan.
Perubahan juga terjadi di jajaran kewilayahan. Muhaimin dipercaya sebagai Camat Gemarang, Sri Diana Dewi Kusumaningrum sebagai Camat Wonoasri, dan Slamet Wiyono sebagai Camat Wungu.
Dalam arahannya, Bupati Hari Wuryanto mengingatkan bahwa rotasi dan mutasi bukan sekadar perpindahan jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik bekerja sesuai ketentuan perundang-undangan, menjaga disiplin, serta menjunjung tinggi etika birokrasi.
Menurut Hari, khusus untuk pejabat pimpinan tinggi pratama, mutasi tersebut merupakan tindak lanjut hasil uji kompetensi dan evaluasi kinerja sesuai aturan yang berlaku.
“Rotasi dan mutasi adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta menjunjung tinggi etika birokrasi,” tegasnya.
Selain menjaga integritas dan kejujuran, seluruh pejabat diminta menjaga nama baik pemerintah daerah. Ia turut mengingatkan pentingnya menerapkan filosofi kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara, yakni ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani.
Meski perombakan kali ini menyentuh sejumlah posisi penting, pekerjaan rumah Pemkab Madiun dalam menata birokrasi belum sepenuhnya tuntas. Sejumlah jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) masih kosong dan membutuhkan pejabat definitif.
Di antaranya Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), serta jabatan pada sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan ketahanan pangan.
Kekosongan tersebut menjadi pekerjaan lanjutan bagi Pemkab Madiun agar roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krz/Diez





