Kebakaran Hutan Pinus Gunung Butak Ngawi Meluas hingga 40 Hektare, Petugas Kesulitan Padamkan Api
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 47
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Kebakaran melanda kawasan hutan pinus di Gunung Butak, masuk Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Hingga Senin (28/9/2026) siang, api belum berhasil dipadamkan dan luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 40 hektare.
Kebakaran diketahui mulai terjadi pada Minggu (27/9/2026) malam. Api kemudian terus membesar dan merambat di kawasan hutan yang berada di Petak 2A1 hingga meluas ke Petak 2A2, wilayah RPH Salam, BKPH Lawu Utara, KPH Lawu Ds.
Proses pemadaman menghadapi kendala serius. Petugas gabungan tidak dapat mendekati sejumlah titik api karena pohon-pohon pinus yang terbakar dalam kondisi rawan tumbang.
Kondisi tersebut terlihat saat petugas melakukan pemadaman dari titik yang dinilai aman. Salah satu pohon pinus berukuran besar bahkan tumbang tidak lama setelah petugas meninggalkan lokasi untuk mencari posisi yang lebih aman.
Dengan peralatan pemadaman yang tersedia, petugas berupaya melokalisasi api sekaligus memadamkan kobaran di titik-titik yang memungkinkan dijangkau. Namun, kondisi medan dan ancaman pohon tumbang membuat proses pemadaman harus dilakukan secara hati-hati.
Sekretaris Desa Kuniran, Widiaminto, mengatakan api diduga berasal dari kawasan bagian selatan. Kobaran api kemudian semakin membesar dan sulit dikendalikan karena membakar vegetasi serta pohon-pohon pinus di kawasan hutan.
“Api bermula dari selatan. Semakin lama semakin besar dan sulit dipadamkan karena yang terbakar pohon pinus. Luasannya sudah mencapai sekitar 40 hektare,” ujar Widiaminto.
Selain menghadapi ancaman pohon tumbang, petugas juga mewaspadai pergerakan api yang mulai mendekati permukiman warga di Desa Sumbersari, Kecamatan Sine.

Untuk mengantisipasi api menjalar ke kawasan permukiman, petugas membuat ilaran atau sekat bakar di sepanjang area yang berbatasan dengan permukiman. Upaya ini dilakukan untuk memperlambat laju penjalaran api sekaligus memberikan perlindungan terhadap rumah-rumah warga.
Kapolsek Sine, AKP Heri Riyanto mengatakan kebakaran masih berlangsung hingga Senin siang. Menurutnya, kondisi pohon pinus yang terbakar dan berpotensi tumbang menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.
“Kebakaran dari semalam hingga kini belum padam. Sulit dipadamkan karena pohon rawan tumbang. Kita tetap menjaga keselamatan petugas karena lokasi masuk RPH Salam, BKPH Lawu Utara,” kata Heri.
Petugas gabungan hingga kini masih melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api dari lokasi yang dinilai aman. Prioritas penanganan juga diarahkan untuk mencegah kobaran api semakin mendekati permukiman warga.
Sementara itu, penyebab kebakaran hutan di Gunung Butak masih dalam penyelidikan petugas. Kondisi terkini di lapangan juga masih dipantau untuk mengantisipasi meluasnya area terdampak. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





