Puluhan SMP Negeri di Ponorogo Kekurangan Siswa, Dindik Buka Pendaftaran hingga Akhir Juli
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 38
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di sejumlah SMP Negeri. Hasil evaluasi menunjukkan proses penerimaan siswa baru berjalan sesuai ketentuan.
Namun, masih terdapat 24 dari total 56 SMP Negeri di Kabupaten Ponorogo yang belum memenuhi pagu penerimaan peserta didik baru.
Monitoring dilakukan bersama Inspektorat dan Dinas Sosial di sejumlah sekolah, di antaranya SMP Negeri 3 Ponorogo dan SMP Negeri 4 Ponorogo.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Farida Nuraini, mengatakan sekolah-sekolah yang belum memenuhi kuota sebagian besar berada di wilayah pinggiran. SMP Negeri 1 Sawoo menjadi sekolah dengan kekurangan siswa terbanyak, yakni 83 siswa.
“Dari 56 SMP Negeri di Kabupaten Ponorogo, masih ada sekitar 24 sekolah yang pagu siswanya belum terpenuhi. Contohnya SMP Negeri 1 Sawoo yang masih kekurangan 83 siswa, sedangkan sekolah lainnya rata-rata masih kekurangan antara 10 hingga 50 siswa,” ujar Farida.
Selain SMP Negeri 1 Sawoo, sekolah lain yang juga masih kekurangan siswa di antaranya SMP Negeri 1 Babadan sebanyak 48 siswa, SMP Negeri 5 Ngrayun 44 siswa, SMP Negeri 2 Satu Atap Jambon 43 siswa, SMP Negeri 1 Pudak 40 siswa, serta SMP Negeri 1 Sooko dan SMP Negeri 2 Bungkal yang masing-masing masih kekurangan 38 siswa.
Farida menjelaskan, seluruh SMP Negeri di kawasan perkotaan telah memenuhi kuota penerimaan siswa baru.
“Untuk SMP Negeri di wilayah kota, mulai dari SMP Negeri 1 hingga SMP Negeri 6, seluruh pagu siswanya sudah terpenuhi. Yang masih kekurangan mayoritas berada di sekolah-sekolah luar kota,” jelasnya.
Untuk mengisi kekurangan kuota tersebut, Dinas Pendidikan memperpanjang masa pendaftaran secara luring bagi sekolah yang masih memiliki sisa pagu. Pendaftaran akan dibuka hingga kuota terpenuhi atau paling lambat sampai akhir Juli 2026.
“Kami memperpanjang pendaftaran secara offline agar calon peserta didik yang belum terakomodasi dalam sistem pendaftaran online tetap memiliki kesempatan untuk mendaftar,” katanya.
Meski masih terdapat sekolah yang kekurangan siswa, hasil pemetaan Dinas Pendidikan menunjukkan sekitar 80 persen dari lebih kurang 7.000 lulusan SD di Kabupaten Ponorogo telah tertampung di SMP Negeri.
Meningkatnya minat masyarakat terhadap sekolah negeri, menurut Farida, akan menjadi bahan evaluasi Dinas Pendidikan untuk mengkaji kemungkinan penambahan pagu penerimaan pada pelaksanaan SPMB tahun 2027.
Dinas berharap sisa kuota di sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa dapat segera terpenuhi sebelum tahun ajaran baru dimulai sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung optimal. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





