Rabu, 14 Okt 2026
Trending Tags

Tembus Jalan Terjal Lereng Wilis, Motor Boks Jadi Andalan Distribusi MBG di Batok Gemarang

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 68
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pendistribusian menu MBG di Desa Batok, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun menggunakan sepeda motor boks. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Jalan sempit, tanjakan terjal, dan jalur berkelok di lereng Gunung Wilis tak menghalangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Miftahul Ulum di Desa Batok, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG). Tiga sepeda motor boks menjadi andalan untuk mengantarkan makanan kepada penerima manfaat di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.

Setiap hari, petugas mengirimkan paket MBG kepada kelompok penerima manfaat (KPM), termasuk anak sekolah, balita, ibu menyusui, dan lansia. Kondisi jalan yang rusak, sempit, serta memiliki medan naik-turun membuat sepeda motor lebih efektif digunakan untuk menjangkau sejumlah titik distribusi.

Setiap motor boks mampu mengangkut sekitar 80 paket makanan dalam sekali perjalanan. Rata-rata, petugas melakukan dua kali perjalanan untuk memastikan distribusi menjangkau wilayah sasaran.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh warga. Warti, salah satu penerima manfaat, mengaku terbantu karena makanan diantarkan hingga ke rumah meski lokasinya jauh. Selain membantu menghemat pengeluaran keluarga, program tersebut juga meringankan pekerjaan rumah tangga.

Image Not Found
Petugas mendistribusikan MBG ke wilayah terpencil di Desa Batok, Madiun. Foto : Tova-Sinergia

“Alhamdulillah bisa diantar sampai rumah meski jauh dan membantu meringankan, memasak agak siang sekarang,” ujar Warti Selasa (13/10/2026).

Hal yang sama diungkapkan oleh Listiana, penerima manfaat lainnya, mengatakan menu MBG juga dinantikan anak-anak, terutama ketika menyajikan makanan favorit mereka.

“Rata-rata menu yang menjadi favorit anak-anak di wilayah terpencil biasanya ikan, telur, dan ayam. Program ini sangat membantu,” ucap Listiana.

Sementara itu Kepala SPPG Miftahul Ulum Gemarang, Muhammad Nurhuda, mengatakan pihaknya melayani 2.597 penerima manfaat yang tersebar di 54 kelompok penerima manfaat.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 381 penerima manfaat di 14 sekolah dan 195 penerima manfaat di delapan titik posyandu di Desa Batok dilayani menggunakan sepeda motor boks. Sementara itu, penerima manfaat lainnya dijangkau dengan dua unit mobil boks.

Image Not Found
SPPG Miftahul Ulum menjangkau ribuan penerima manfaat program MBG. Foto : Tova-Sinergia

“Seperti wajarnya di pegunungan, apalagi di desa, jalannya naik-turun dan berkelok-kelok. Ada juga wilayah tertentu yang jalannya rusak dan sempit. Jadi, beberapa wilayah KPM tidak bisa dilewati mobil sehingga lebih efisien menggunakan sepeda motor,” kata Nurhuda.

Untuk menjaga kelancaran distribusi, SPPG Miftahul Ulum menerapkan prosedur operasional standar (SOP), termasuk memeriksa kondisi kendaraan sebelum petugas berangkat. Pemeriksaan meliputi fungsi rem, ketersediaan bahan bakar, dan kebersihan kendaraan.

“Di area pegunungan, kesiapan kendaraan sangat penting karena jalurnya cenderung ekstrem dan berisiko menimbulkan kecelakaan jika kendaraan tidak siap,” jelas Nurhuda.

Ia menegaskan, pihaknya berupaya memberikan pelayanan terbaik agar program MBG dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok desa. Antusiasme warga menjadi motivasi bagi petugas untuk terus menjalankan distribusi meski menghadapi keterbatasan akses.

“Saya pernah ke lapangan juga dan senang sekali melihat antusiasme masyarakat. Kalau dibilang butuh, mereka memang sangat membutuhkan. Karena tempatnya terpencil, mereka sangat mengharapkan program MBG ini,” tutur Nurhuda.

Di Desa Batok, sepeda motor boks menjadi solusi untuk mengatasi tantangan geografis dalam distribusi MBG. Lebih dari sekadar mengantarkan makanan, kendaraan tersebut membantu memastikan program pemenuhan gizi menjangkau warga yang tinggal jauh dari pusat permukiman. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Krs/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • ODGJ di Ponorogo 20 Tahun Dipasung, Evakuasi Sempat Ditolak Keluarga Play Button

    ODGJ di Ponorogo 20 Tahun Dipasung, Evakuasi Sempat Ditolak Keluarga

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kirno (60), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, dipasung oleh keluarganya selama hampir 20 tahun. Kasus ini mencuat ke publik setelah video kondisi Kirno viral di media sosial dan menyita perhatian luas. Sebelum mengalami gangguan jiwa, Kirno diketahui sempat menjalani kehidupan normal. Namun kondisi tersebut […]

    Bagikan
  • Pengelola Bantah PKS dengan Perhutani Belum Diperpanjang, Wisata Genilangit Tetap Beroperasi

    Pengelola Bantah PKS dengan Perhutani Belum Diperpanjang, Wisata Genilangit Tetap Beroperasi

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pengelola Taman Wisata Genilangit membantah informasi yang menyebut kerja sama pengelolaan destinasi wisata di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, dengan Perum Perhutani belum diperpanjang. Pengelola memastikan Taman Wisata Genilangit masih beroperasi dan menerima kunjungan wisatawan seperti biasa. Bantahan tersebut disampaikan menyusul informasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan yang […]

    Bagikan
  • Tiga Bocah Terekam CCTV Bobol Kotak Amal Masjid di Ngawi, Polisi Tetap Selidiki Meski Tak Ada Laporan

    Tiga Bocah Terekam CCTV Bobol Kotak Amal Masjid di Ngawi, Polisi Tetap Selidiki Meski Tak Ada Laporan

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Aksi pencurian kotak amal kembali terjadi di Kabupaten Ngawi. Kali ini, kotak amal milik Masjid Sumber Agung di Desa Kedunggudel, Kecamatan Widodaren, dibobol oleh tiga pelaku yang diduga masih berusia anak-anak. Aksi mereka terekam jelas kamera pengawas (CCTV) masjid. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 20.49 WIB. Rekaman CCTV […]

    Bagikan
  • Komisi Informasi Jawa Timur Gelar Verifikasi Faktual Keterbukaan Publik

    Komisi Informasi Jawa Timur Gelar Verifikasi Faktual Keterbukaan Publik

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Informasi (KI) Jawa Timur melakukan verifikasi faktual atau visitasi monitoring dan evaluasi (monev) keterbukaan informasi badan publik tahun 2025 di Kota Madiun. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/09/2025) tersebut dipusatkan di Gedung Gcio Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun, dihadiri jajaran PPID Diskominfo dan awak media. Komisioner KI […]

    Bagikan
  • Imigrasi Madiun Dukung Layanan Paspor Kolektif untuk 1.079 Pemohon se-Jatim

    Imigrasi Madiun Dukung Layanan Paspor Kolektif untuk 1.079 Pemohon se-Jatim

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun siap berkontribusi dalam layanan paspor kolektif yang digelar serentak oleh jajaran imigrasi se-Jawa Timur. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Imigrasi dan Polda Jawa Timur dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-79, dengan total kuota 1.079 permohonan. Kegiatan akan berlangsung selama […]

    Bagikan
  • Kebakaran Hutan Gunung Butak Ngawi Sepekan Belum Padam, Api Mendekati Permukiman

    Kebakaran Hutan Gunung Butak Ngawi Sepekan Belum Padam, Api Mendekati Permukiman

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kebakaran hutan pinus di kawasan Gunung Butak, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, belum padam selama sepekan terakhir. Api bahkan dilaporkan semakin mendekati permukiman warga di Desa Sumbersari, Kecamatan Sine, pada Minggu (4/10/2026) siang. Kondisi tersebut membuat warga panik. Selain menghadapi kobaran api, warga juga harus berhadapan dengan sejumlah pohon pinus yang rawan […]

    Bagikan
expand_less