Rabu, 14 Okt 2026
Trending Tags

Tembus Jalan Terjal Lereng Wilis, Motor Boks Jadi Andalan Distribusi MBG di Batok Gemarang

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 66
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pendistribusian menu MBG di Desa Batok, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun menggunakan sepeda motor boks. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Jalan sempit, tanjakan terjal, dan jalur berkelok di lereng Gunung Wilis tak menghalangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Miftahul Ulum di Desa Batok, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG). Tiga sepeda motor boks menjadi andalan untuk mengantarkan makanan kepada penerima manfaat di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.

Setiap hari, petugas mengirimkan paket MBG kepada kelompok penerima manfaat (KPM), termasuk anak sekolah, balita, ibu menyusui, dan lansia. Kondisi jalan yang rusak, sempit, serta memiliki medan naik-turun membuat sepeda motor lebih efektif digunakan untuk menjangkau sejumlah titik distribusi.

Setiap motor boks mampu mengangkut sekitar 80 paket makanan dalam sekali perjalanan. Rata-rata, petugas melakukan dua kali perjalanan untuk memastikan distribusi menjangkau wilayah sasaran.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh warga. Warti, salah satu penerima manfaat, mengaku terbantu karena makanan diantarkan hingga ke rumah meski lokasinya jauh. Selain membantu menghemat pengeluaran keluarga, program tersebut juga meringankan pekerjaan rumah tangga.

Image Not Found
Petugas mendistribusikan MBG ke wilayah terpencil di Desa Batok, Madiun. Foto : Tova-Sinergia

“Alhamdulillah bisa diantar sampai rumah meski jauh dan membantu meringankan, memasak agak siang sekarang,” ujar Warti Selasa (13/10/2026).

Hal yang sama diungkapkan oleh Listiana, penerima manfaat lainnya, mengatakan menu MBG juga dinantikan anak-anak, terutama ketika menyajikan makanan favorit mereka.

“Rata-rata menu yang menjadi favorit anak-anak di wilayah terpencil biasanya ikan, telur, dan ayam. Program ini sangat membantu,” ucap Listiana.

Sementara itu Kepala SPPG Miftahul Ulum Gemarang, Muhammad Nurhuda, mengatakan pihaknya melayani 2.597 penerima manfaat yang tersebar di 54 kelompok penerima manfaat.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 381 penerima manfaat di 14 sekolah dan 195 penerima manfaat di delapan titik posyandu di Desa Batok dilayani menggunakan sepeda motor boks. Sementara itu, penerima manfaat lainnya dijangkau dengan dua unit mobil boks.

Image Not Found
SPPG Miftahul Ulum menjangkau ribuan penerima manfaat program MBG. Foto : Tova-Sinergia

“Seperti wajarnya di pegunungan, apalagi di desa, jalannya naik-turun dan berkelok-kelok. Ada juga wilayah tertentu yang jalannya rusak dan sempit. Jadi, beberapa wilayah KPM tidak bisa dilewati mobil sehingga lebih efisien menggunakan sepeda motor,” kata Nurhuda.

Untuk menjaga kelancaran distribusi, SPPG Miftahul Ulum menerapkan prosedur operasional standar (SOP), termasuk memeriksa kondisi kendaraan sebelum petugas berangkat. Pemeriksaan meliputi fungsi rem, ketersediaan bahan bakar, dan kebersihan kendaraan.

“Di area pegunungan, kesiapan kendaraan sangat penting karena jalurnya cenderung ekstrem dan berisiko menimbulkan kecelakaan jika kendaraan tidak siap,” jelas Nurhuda.

Ia menegaskan, pihaknya berupaya memberikan pelayanan terbaik agar program MBG dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok desa. Antusiasme warga menjadi motivasi bagi petugas untuk terus menjalankan distribusi meski menghadapi keterbatasan akses.

“Saya pernah ke lapangan juga dan senang sekali melihat antusiasme masyarakat. Kalau dibilang butuh, mereka memang sangat membutuhkan. Karena tempatnya terpencil, mereka sangat mengharapkan program MBG ini,” tutur Nurhuda.

Di Desa Batok, sepeda motor boks menjadi solusi untuk mengatasi tantangan geografis dalam distribusi MBG. Lebih dari sekadar mengantarkan makanan, kendaraan tersebut membantu memastikan program pemenuhan gizi menjangkau warga yang tinggal jauh dari pusat permukiman. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Krs/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Haru CJH Kota Madiun: Dari Nenek 76 Tahun hingga Remaja 16 Tahun Siap Berangkat Haji 2026

    Kisah Haru CJH Kota Madiun: Dari Nenek 76 Tahun hingga Remaja 16 Tahun Siap Berangkat Haji 2026

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk. La syarika laka. Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu. Tidak ada […]

    Bagikan
  • Komisi A Soroti Kekosongan Pendaftar Sekda Dinilai Akibat Masalah Pengembangan SDM

    Komisi A Soroti Kekosongan Pendaftar Sekda Dinilai Akibat Masalah Pengembangan SDM

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Kekosongan pendaftar dalam proses seleksi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo mendapat sorotan dari DPRD Ponorogo. Ketua Komisi A DPRD Ponorogo, Eko Priyo Utomo, menilai kondisi tersebut tidak lepas dari persoalan pengembangan sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah selama ini. Menurut Eko, jabatan Sekda merupakan […]

    Bagikan
  • Disnakerin Madiun Geram, Penahanan Ijazah oleh Pabrik Plastik Wonoasri Terus Berulang

    Disnakerin Madiun Geram, Penahanan Ijazah oleh Pabrik Plastik Wonoasri Terus Berulang

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun geram terhadap praktik penahanan ijazah yang kembali terjadi di perusahaan produsen plastik CV Sukses Jaya Abadi, Desa Wonoasri, Kecamatan Wonoasri. Aduan serupa disebut bukan kali pertama muncul dan terus berulang di perusahaan yang sama. Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, menegaskan pihaknya akan […]

    Bagikan
  • Jelang Masa Angkutan Lebaran, Pegawai KAI Daop 7 Madiun Dibekali Keterampilan Medis 

    Jelang Masa Angkutan Lebaran, Pegawai KAI Daop 7 Madiun Dibekali Keterampilan Medis 

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Masa Angkutan Lebaran 2025 menjadi atensi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun. Hal itu tidak lepas dari tingginya mobilitas masyarakat, khususnya pengguna moda transportasi kereta api untuk melakukan perjalanan mudik atau balik lebaran. Untuk itu, KAI Daop 7 Madiun pun memberikan pembekalan kepada para pegawai dengan keterampilan […]

    Bagikan
  • Mobil Pick Up Bermuatan Pipa PVC Hangus Terbakar di Tol Ngawi

    Mobil Pick Up Bermuatan Pipa PVC Hangus Terbakar di Tol Ngawi

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Insiden kebakaran menimpa sebuah mobil pikap pengangkut pipa PVC dan lem di ruas Tol Ngawi, tepatnya KM 558+900 A, wilayah Desa Widodaren, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Sabtu (13/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Kendaraan itu hangus terbakar hingga muatannya tak tersisa. Pengemudi pick up, Atep Jaka (21) asal Bandung, bersama seorang penumpang […]

    Bagikan
  • Optimalisasi Lahan Terbatas, DKPP Kota Madiun Dorong Pertanian Terpadu

    Optimalisasi Lahan Terbatas, DKPP Kota Madiun Dorong Pertanian Terpadu

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun terus berinovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah meski dengan keterbatasan lahan. Melalui konsep integrated farming atau pertanian terpadu, DKPP berupaya memaksimalkan pemanfaatan lahan yang ada agar tetap produktif. Kepala DKPP Kota Madiun, Totok Sugiarto, menjelaskan bahwa wilayah Kota Madiun tergolong kecil dengan […]

    Bagikan
expand_less