Tiga Bocah Terekam CCTV Bobol Kotak Amal Masjid di Ngawi, Polisi Tetap Selidiki Meski Tak Ada Laporan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 19
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Aksi pencurian kotak amal kembali terjadi di Kabupaten Ngawi. Kali ini, kotak amal milik Masjid Sumber Agung di Desa Kedunggudel, Kecamatan Widodaren, dibobol oleh tiga pelaku yang diduga masih berusia anak-anak. Aksi mereka terekam jelas kamera pengawas (CCTV) masjid.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 20.49 WIB. Rekaman CCTV memperlihatkan seorang pelaku datang lebih dahulu untuk merusak dua gembok yang mengunci kotak amal berbahan plat besi. Setelah kotak berhasil dibuka, dua pelaku lainnya datang membantu mengambil seluruh uang yang berada di dalam kotak amal.
Ketiga pelaku diduga menggunakan sarung untuk menampung uang hasil curian sebelum meninggalkan lokasi. Dari hasil perhitungan pengurus masjid, uang yang dibawa kabur diperkirakan mencapai sekitar Rp2 juta.
Kasus tersebut baru diketahui pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 04.20 WIB, ketika jamaah hendak melaksanakan salat Subuh. Mereka mendapati dua gembok kotak amal dalam kondisi rusak dan isi kotak telah kosong.
Salah seorang jamaah masjid, Ponijan, mengatakan pengurus kemudian memeriksa rekaman CCTV dan mendapati pelaku berjumlah tiga orang yang seluruhnya masih anak-anak.
“Tahunya saat Subuh gembok sudah rusak. Setelah melihat CCTV ternyata ada tiga anak yang mencuri uang kotak amal sekitar dua juta rupiah,” ujarnya.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku diduga merusak gembok menggunakan alat pemanas sebelum menguras isi kotak amal. Peristiwa ini disebut bukan kali pertama terjadi. Pengurus masjid mengungkapkan pencurian kotak amal tersebut merupakan kejadian ketiga dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, pihak takmir masjid memilih tidak membuat laporan resmi ke kepolisian. Pengurus berencana menyelesaikan persoalan tersebut secara internal sembari memperketat sistem pengamanan di lingkungan masjid agar kejadian serupa tidak terulang.
Kendati tidak menerima laporan resmi, jajaran Polsek Widodaren tetap mendatangi lokasi setelah memperoleh informasi dari masyarakat. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dua gembok kotak amal yang dirusak pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Widodaren, Bripka Nurman Ribut Santoso, mengatakan pihaknya tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.
“Kami sudah mendatangi lokasi, mengamankan rekaman CCTV serta dua gembok kotak amal yang dirusak. Walaupun pihak masjid belum membuat laporan, kasus ini tetap kami tangani,” jelasnya.
Saat ini, polisi masih mengumpulkan rekaman CCTV dari sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian untuk menelusuri identitas dan keberadaan ketiga pelaku. Aparat berharap pelaku dapat segera ditemukan sehingga aksi pencurian yang meresahkan masyarakat tersebut tidak kembali terulang. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez




