CFD Jalan Pahlawan Madiun Kembali Digelar, Jadi Ruang Olahraga dan Unjuk Komunitas
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 46
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Suasana Minggu (30/8/2026) pagi di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), Kota Madiun, kembali terasa berbeda. Setelah cukup lama tidak digunakan untuk kegiatan Car Free Day (CFD), Jalan Pahlawan kembali dipenuhi masyarakat yang berolahraga dan menikmati aktivitas komunitas. Tentunya CFD kali ini hadir dengan konsep yang berbeda.
Pemerintah Kota Madiun mengarahkan kegiatan tersebut sebagai ruang aktivitas masyarakat, khususnya olahraga dan kegiatan komunitas. Pedagang kaki lima (PKL) untuk sementara tidak diperkenankan berjualan di sepanjang kawasan CFD.
Sejak pagi, masyarakat terlihat memanfaatkan kawasan Pahlawan Street Center (PSC) untuk berbagai aktivitas. Mulai dari jalan santai, bersepeda, hingga berlari menyusuri kawasan PSC. Sejumlah pelari dengan gaya khasnya bahkan turut meramaikan suasana Minggu pagi tersebut.
Tak hanya aktivitas individu, sejumlah komunitas juga ikut ambil bagian. Di antaranya Falcon Inline Skate, Pendekar Pushbike, komunitas sepak takraw, mobil radio kontrol (RC), hingga komunitas senam.
Kehadiran berbagai komunitas tersebut membuat CFD tidak sekadar menjadi ruang untuk berolahraga, tetapi juga menjadi tempat masyarakat melihat beragam aktivitas dan potensi komunitas di Kota Madiun.
Salah satu pengunjung, Syaqira, mengaku senang CFD di Jalan Pahlawan kembali dihidupkan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pilihan aktivitas bagi masyarakat pada hari Minggu.
“Ya senang sekali sih dengan adanya CFD ini. Kan sudah lama juga tidak ada CFD di Jalan Pahlawan. Ini bisa buat olahraga atau mencari hiburan di Minggu pagi,” jelas Syaqira.
Meski menyambut positif, Syaqira berharap penyelenggaraan CFD ke depan bisa semakin tertata. Terutama terkait penempatan komunitas dan akses bagi masyarakat yang ingin berolahraga.
“Ya mungkin nanti bisa lebih ditata. Karena kan buat yang mau olahraga juga nyaman. Aksesnya mungkin bisa lebih diperhatikan,” pungkas Syaqira.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun yang meninjau langsung CFD mengaku bahwa pelaksanaan CFD kali ini menjadi tahap awal yang nantinya akan dievaluasi. Pemerintah membuka ruang bagi masyarakat maupun komunitas untuk memberikan masukan demi pelaksanaan kegiatan berikutnya.
Menurutnya, sejumlah komunitas olahraga maupun cabang olahraga (cabor) telah bergabung dalam pelaksanaan perdana tersebut. Ke depan, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) diharapkan dapat mengajak lebih banyak komunitas untuk turut meramaikan kegiatan.
“Ya, CFD ini pertama. Nanti ini akan tentunya akan jadi bahan evaluasi. Alhamdulillah tadi beberapa komunitas, komunitas cabor sudah bergabung. Ini harapannya nanti Disbudparpora akan mengajak komunitas dan cabor lain, komunitas olahraga atau komunitas apapun yang nanti bisa meramaikan CFD. Pasti akan ada banyak evaluasi, saran masukan tetap kita terima,” ujar F Bagus Panuntun.
Bagus menegaskan, konsep CFD kali ini memang difokuskan sebagai ruang aktivitas masyarakat, bukan pusat kegiatan perdagangan. Karena itu, PKL belum diperbolehkan masuk ke kawasan Jalan Pahlawan saat CFD berlangsung.
“Tentunya yang terpenting pola CFD hari ini semuanya murni untuk activity, bukan untuk jualan, sehingga saya mohon maaf PKL enggak bisa masuk di Pahlawan. Jadi harapannya ini CFD bisa terus berjalan sebagai ruang untuk seluruh masyarakat Kota Madiun,” katanya.
CFD tersebut rencananya digelar rutin setiap Minggu. Bahkan, Pemkot Madiun menyiapkan konsep baru agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai CFD semata. Bagus menyebut, ke depan kegiatan Minggu pagi di Jalan Pahlawan akan dikembangkan dengan nama “Madiun Experience Sunday”.
Dengan konsep tersebut, Jalan Pahlawan diharapkan tidak hanya menjadi ruang publik untuk berolahraga, tetapi juga wadah bertemunya masyarakat dan komunitas dalam berbagai aktivitas positif setiap akhir pekan. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





