Petrokimia Gresik Siapkan 443 Ribu Ton Pupuk Subsidi, Stok Madiun Raya 31.267 Ton
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 187
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – PT Petrokimia Gresik menyiapkan 443.436 ton pupuk bersubsidi untuk mendukung kebutuhan petani menjelang musim tanam Oktober 2026–Maret 2027. Sementara itu, stok pupuk bersubsidi untuk wilayah Madiun Raya mencapai 31.267 ton per 7 Oktober 2026 guna menjaga kelancaran penyaluran saat musim tanam.
Stok nasional yang disiapkan perusahaan anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) tersebut terdiri dari 95.645 ton Urea, 261.858 ton NPK Phonska, 70.054 ton pupuk organik Petroganik, 4.116 ton ZA, dan 11.763 ton SP-36. Jumlah tersebut berada di atas ketentuan stok pengaman (safety stock) pemerintah.
Khusus Madiun Raya yang meliputi Kabupaten dan Kota Madiun, Pacitan, Ponorogo, Magetan, serta Ngawi, stok pupuk terdiri dari 16.433 ton Urea, 10.886 ton NPK Phonska, 19 ton NPK Kakao, 3.764 ton Petroganik, dan 166 ton ZA.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan kesiapan stok menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan pupuk petani terpenuhi selama musim tanam.
“Paling utama kebutuhan petani itu tercukupi, tidak ada kendala apalagi pada saat musim tanam. Petani dapat mengoptimalkan stok pupuk bersubsidi ini sebaik-baiknya,” ujar Daconi di Gresik, Senin (12/10/2026).

Selain menjaga ketersediaan pasokan, Petrokimia Gresik mendorong pemupukan berimbang untuk mempertahankan produktivitas sekaligus menjaga kesuburan tanah. Hasil pengujian terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016 menunjukkan 91,9 persen sampel memiliki kandungan karbon organik rendah.
Menurut Daconi, penggunaan pupuk organik dan anorganik secara tepat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman sekaligus menjaga kesehatan tanah dalam jangka panjang.
Petrokimia Gresik juga memperkenalkan pola pemupukan 5:3:2 untuk tanaman padi, yakni 500 kilogram pupuk organik, 300 kilogram NPK, dan 200 kilogram Urea per hektare. Penerapannya tetap perlu menyesuaikan kondisi tanah, kebutuhan tanaman, serta rekomendasi teknis pertanian setempat.
Untuk menjaga kesinambungan pasokan, perusahaan turut mengoptimalkan sistem digital dalam pengelolaan pergudangan, penjadwalan truk, dan aktivitas pelabuhan. Sistem tersebut meliputi Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO), dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport).
Daconi menegaskan, kesiapan produksi dan distribusi menjadi perhatian perusahaan agar pasokan pupuk tetap terjaga, terutama saat kebutuhan petani meningkat pada musim tanam.
“Kami ingin kontribusi Petrokimia Gresik tidak hanya membantu kelancaran musim tanam, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional,” tuturnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krs/Diez





