Tingkat Keterisian TPU Cukup Tinggi, Kebutuhan Lahan Makam di Kota Madiun Kian Mendesak
- account_circle Mandor
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 56
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Tempat Pemakaman Umum ( TPU) menjadi perhatian. Kondisinya rata rata sudah 70 persen terisi. Padahal Pemkot Madiun saat ini punya 93 lokasi dengan luas keseluruhan sekitar 29,82 hektare.
Perluasan TPU perlu dipersiapkan sejak dini agar pemakaman tidak terkendala keterbatasan lahan.
Rencana tersebut mengemuka saat Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menyerap aspirasi warga dalam kegiatan gowes Wali Kota Bersama Rakyat (WBR), belum lama ini.
Langkah awal, Pemkot Madiun menyiapkan perluasan TPU Sogaten, dan TPU Ngegong Kecamatan Manguharjo, mengantisipasi kebutuhan lahan makam yang terus bertambah.
“Nah, ini tadi saya minta segera untuk dirapatkan supaya tahun depan yang Sogaten sama Ngegong ini sudah mulai disiapkan,’’ ujarnya.
Sementara Disperkim bakal mengkaji aspek teknis dan administrasi calon lahan perluasan. Termasuk memastikan legalitas tanah, pencatatan aset, serta kewenangan pengelolaannya.
Kabid Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum, RTH, PJU, dan Pemakaman Disperkim Kota Madiun Andi Anto mengatakan, survei lokasi menjadi tahapan awal sebelum penyusunan tata ruang pemakaman.
’’Setelah disurvei, kami akan membuat perencanaan layout. Ditata agar pemakaman teratur, ada akses jalan setapak untuk peziarah, serta saluran pembuangan air atau drainase yang arahnya jelas,’’ terangnya.
Andi menargetkan rancangan tata ruang tersebut rampung tahun ini. Namun, lahan belum bisa langsung digunakan. Disperkim masih harus melakukan pematangan tanah dan penataan vegetasi yang tumbuh di area calon TPU.
’’Kalau pembuatan layout-nya bisa tahun ini. Tapi, untuk realisasinya bisa digunakan untuk pemakaman, kami harus memantapkan dulu lahan tersebut,’’ jelasnya. (Ndor)
- Penulis: Mandor
- Editor: Krz/Diez





