Wisuda 205 Lulusan, Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun Dorong Tenaga Kesehatan Jadi Agen Perubahan
- account_circle Sinergia Mediatama
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 32
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 205 mahasiswa Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun resmi menyandang gelar akademik dan profesi melalui prosesi wisuda serta angkat sumpah yang digelar di Grand Bima Aston Madiun, Sabtu (31/10/2026). Para lulusan bidang kesehatan tersebut diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu berkontribusi meningkatkan kualitas pelayanan dan kesehatan masyarakat.
Prosesi Sidang Senat Terbuka Wisuda dan Angkat Sumpah Gelombang II Tahun 2026 itu dipimpin langsung Rektor Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun, Retno Widiarini. Sebanyak 205 wisudawan berasal dari program studi DIII Kebidanan, DIII Farmasi, DIII Perekam dan Informasi Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Farmasi, S1 Keperawatan, serta Profesi Ners.
Dalam sambutannya, Retno menyampaikan bahwa wisuda kali ini merupakan wisuda ke-19 Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun. Hingga saat ini, perguruan tinggi tersebut telah meluluskan sebanyak 5.184 mahasiswa.

Menurutnya, momentum kelulusan bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan awal dari tanggung jawab para lulusan untuk mengabdikan ilmu dan kompetensinya kepada masyarakat.
“Kelulusan hari ini bukan akhir dari belajar, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Ijazah dan sumpah profesi yang saudara terima merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan pasien, martabat profesi, nama baik almamater, serta kepercayaan masyarakat,” kata Retno.
Wisuda tahun ini mengusung tema Healing the Future, Leading the Change. Tema tersebut merefleksikan harapan agar lulusan mampu mengambil peran dalam membangun masa depan kesehatan masyarakat yang lebih baik sekaligus menjadi agen perubahan di tengah perkembangan teknologi, transformasi layanan kesehatan, hingga tantangan kesehatan global.

Retno juga mendorong para lulusan agar tidak berhenti mengembangkan kompetensi setelah menyelesaikan pendidikan. Kemampuan beradaptasi dengan teknologi, bekerja sama dalam tim, serta menjunjung tinggi empati menjadi bekal penting bagi tenaga kesehatan dalam menghadapi kebutuhan pelayanan masyarakat.
Ia menjelaskan, transformasi STIKES Bhakti Husada Mulia menjadi Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun juga membawa tanggung jawab lebih besar dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Selain memperkuat program studi di bidang kesehatan, universitas kini memiliki Fakultas Sosial Humaniora dengan dua program studi baru, yakni S1 Bisnis Digital dan S1 Pendidikan Teknologi Informasi.
Penambahan program studi tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi lintas disiplin, khususnya dalam mengintegrasikan ilmu kesehatan dengan bisnis digital dan teknologi informasi.

“Para lulusan tidak boleh berhenti belajar. Mereka harus senantiasa beradaptasi dengan perekembangan teknologi, mampu berkolaborasi serta terus mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu wisudawati, Anisa Eka Vidyawati, mengaku lega sekaligus bahagia setelah berhasil menuntaskan pendidikan selama tiga tahun. Ia menyebut pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dosen, teman-teman, dan keluarga.
Setelah diwisuda, Anisa berkomitmen menjalankan tanggung jawab profesi sesuai sumpah yang telah diucapkan. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Rasanya sangat lega karena sudah menuntaskan perjuangan selama tiga tahun. Setelah ini, saya akan melaksanakan tugas sesuai sumpah yang telah diucapkan dan terus berkontribusi bagi negara serta kepentingan bangsa,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun. Ia menilai perubahan status dari sekolah tinggi menjadi universitas harus diikuti peningkatan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Menurut Bagus, keberadaan perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga perlu terlibat aktif membantu pemerintah menjawab berbagai persoalan masyarakat, terutama di sektor kesehatan.

Ia mencontohkan keterlibatan mahasiswa dalam sejumlah kegiatan Pemerintah Kota Madiun melalui puskesmas dan rumah sakit sebagai bentuk kolaborasi yang perlu terus dikembangkan.
“Transformasi ini jangan berhenti hanya pada wisuda, tetapi harus berdampak bagi Kota Madiun. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Akademisi, pengusaha, media, dan seluruh elemen masyarakat harus bergandengan tangan,” tegas Bagus.
Bagus menambahkan, keterbatasan sumber daya alam di Kota Madiun harus dijawab dengan penguatan kualitas sumber daya manusia dan kreativitas. Karena itu, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi yang inovatif sekaligus mampu memberikan solusi bagi kebutuhan daerah.
Melalui momentum wisuda tersebut, para lulusan Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun diharapkan mampu membawa kompetensi akademik dan profesional ke tengah masyarakat. Tidak hanya menjadi tenaga kesehatan yang terampil, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup, keselamatan pasien, dan pelayanan kesehatan yang lebih humanis. (Hariadi)
- Penulis: Sinergia Mediatama
- Editor: Diez





