Dwi Bagus Martono Jadi Pelaku Pembunuhan Sadis, Ini Kesaksian Tetangga
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 44 menit yang lalu
- visibility 85
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Kasus dugaan pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anak kandungnya, AGF (4), yang melibatkan suami siri korban, Dwi Bagus Martono alias Tono (40), mengejutkan warga sekitar. Di mata tetangga, terduga pelaku dikenal sebagai sosok yang pendiam dan berperilaku baik.
Eko Sumaryono, warga yang tinggal berdekatan dengan kediaman keluarga Dwi di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, mengaku tidak menyangka pria tersebut nekat melakukan aksi keji.
Menurut Eko, keseharian Dwi di lingkungan tempat tinggalnya tampak seperti warga pada umumnya. Pelaku juga kerap berinteraksi dengan warga, mulai dari mengikuti kegiatan arisan, nongkrong di warung, hingga ikut berjaga di pos kamling.
“Ya biasa, Mas, warga biasa. Pernah arisan, pernah apa ya. Jarang pulang, soalnya kerjanya di luar,” ujar Eko saat ditemui, Senin (26/10/2026).
Eko mengaku tidak mengetahui secara pasti jenis pekerjaan Dwi. Ia hanya tahu bahwa terduga pelaku jarang berada di rumah karena beraktivitas di luar kota. Meski demikian, sikap Dwi selama bergaul dinilai baik sehingga kabar keterlibatannya dalam kasus pembunuhan ini membuat warga setempat terkejut.
“Kaget, Mas. Nggak nyangka juga,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, rumah di Gang Tentrem tersebut merupakan kediaman orang tua Dwi. Di lokasi itu pula terparkir satu unit mobil Suzuki Karimun yang biasa digunakan pelaku saat pulang. Kendaraan tersebut kini menjadi sorotan setelah polisi mendalami dugaan bahwa bocah AGF tewas di dalam mobil tersebut.
“Biasanya orangnya tentrem. Sering ke pos kamling sama anak-anak saya, tapi kok bisa begitu. Saya sama sekali tidak menyangka,” pungkasnya.
Kronologi Pengungkapan Kasus
Kasus ini sebelumnya viral di media sosial setelah pihak keluarga mengunggah kronologi hilangnya korban melalui platform Threads. Dalam unggahan tersebut, keluarga mengaku kehilangan kontak dengan Dini dan anaknya sejak pertengahan September 2026.
Komunikasi terakhir Dini dengan sang ibu tercatat terjadi pada 20 September 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban mengaku sedang berada di sebuah hotel di Kota Madiun yang dipesan oleh suami sirinya untuk merayakan ulang tahun anaknya.
Kecurigaan keluarga semakin memuncak lantaran Dwi kerap memberikan keterangan berbelit-belit saat ditanya mengenai keberadaan korban. Adik korban akhirnya resmi melaporkan kasus hilangnya Dini dan AGF ke Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, jajaran kepolisian akhirnya berhasil membekuk Dwi Bagus Martono di wilayah Jombang pada Minggu (25/10/2026).
Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Polda Jawa Timur guna menjalani proses hukum lebih lanjut. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krz/Diez





