Minggu, 25 Okt 2026
Trending Tags

Tuntut Kompensasi, Warga Desa Bagi Madiun Tutup Akses Proyek Pabrik Sepatu

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 54 menit yang lalu
  • visibility 95
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga Desa Bagi menutup akses proyek pembangunan pabrik sepatu. (25/10/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun –  Puluhan warga Desa Bagi, Kecamatan/Kabupaten Madiun, menutup akses menuju lokasi pembangunan pabrik sepatu pada Minggu (25/10/2026). Aksi ini dipicu belum adanya sosialisasi dari pihak perusahaan, meski pembangunan telah berlangsung sekitar empat bulan dan mulai dikeluhkan warga karena debu serta getaran yang diduga menyebabkan rumah retak.

Warga menuntut perusahaan segera berkomunikasi dengan masyarakat dan memberikan kejelasan terkait kompensasi atas dampak pembangunan. Akses proyek ditutup sementara hingga ada kesepakatan yang dinilai jelas antara warga, perusahaan, dan pemerintah desa.

Warga Dusun Gedangan, Desa Bagi Dika Kusuma mengatakan masyarakat telah menunggu penjelasan dari perusahaan selama berbulan-bulan. Namun, hingga aksi dilakukan, warga mengaku belum menerima sosialisasi maupun kepastian mengenai kompensasi.

“Sudah sekitar empat bulan belum ada reaksi apa-apa dari perusahaan. Seharusnya sebelum proyek dimulai ada sosialisasi kepada warga, tetapi sampai sekarang belum ada komunikasi sama sekali,” kata Dika.

Menurut dia, aktivitas pembangunan menimbulkan debu akibat pengurukan tanah dan getaran dari pemasangan tiang pancang. Warga menduga getaran tersebut menyebabkan keretakan pada sejumlah rumah di sekitar lokasi proyek.

Selain meminta penjelasan mengenai dampak pembangunan, warga juga menuntut kepastian mekanisme kompensasi, termasuk kemungkinan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

“Selama belum ada komitmen yang pasti terkait kompensasi dan hal lainnya, akses proyek kami tutup sementara,” ujarnya.

Kepala Desa Bagi, Mulyanto, membenarkan bahwa sosialisasi kepada warga belum dilakukan oleh pihak perusahaan. Ia mengaku sebelumnya telah meminta perusahaan menggelar sosialisasi setelah proses transaksi lahan selesai. Namun, permintaan tersebut hingga kini belum terlaksana.

Image Not Found
Warga menuntut kompensasi atas dampak pembangunan pabrik sepatu. Foto : Tova-Sinergia

“Kami mengikuti keinginan warga. Prinsipnya, kalau ada investor masuk, jangan sampai merugikan masyarakat maupun wilayah kami,” kata Mulyanto.

Ia menjelaskan, lahan yang disiapkan untuk pembangunan pabrik tersebut memiliki luas hampir lima hektare. Meski demikian, pemerintah desa belum menerima surat resmi yang memuat secara lengkap rencana pembangunan maupun identitas perusahaan yang akan mengoperasikan pabrik tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima, lokasi itu direncanakan menjadi pabrik sepatu yang diduga melibatkan investasi asing. Namun, identitas badan usaha dan nilai investasinya belum terkonfirmasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun, Anang Sulistijono, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp mengatakan perizinan penanaman modal asing (PMA) menjadi kewenangan pemerintah pusat. Adapun pemerintah kabupaten menangani Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Anang membenarkan bahwa pabrik tersebut belum mengantongi izin. Ia menjawab, “Belum”, ketika ditanya mengenai status perizinan proyek tersebut.

Anang juga membenarkan bahwa proyek itu berkaitan dengan industri alas kaki. Namun, ia belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai nama perusahaan yang membangun pabrik tersebut.

Warga menegaskan akses proyek belum akan dibuka sampai terdapat komunikasi dan kesepakatan yang jelas. Mereka meminta keluhan mengenai debu, getaran, dugaan kerusakan rumah, serta mekanisme kompensasi dibahas secara terbuka sebelum aktivitas pembangunan kembali berjalan.

Hingga berita ini ditulis, pihak perusahaan belum memberikan keterangan mengenai tuntutan warga maupun dampak pembangunan yang dikeluhkan masyarakat. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Warga Semarakkan Madiun Spektra Carnival 2026 Dalam HUT Kota Madiun ke-108

    Ribuan Warga Semarakkan Madiun Spektra Carnival 2026 Dalam HUT Kota Madiun ke-108

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Semarak peringatan Hari Jadi Kota Madiun ke-108 berlangsung meriah melalui Madiun Spektra Carnival 2026 yang digelar pada Kamis (25/6/2026) malam. Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute karnaval untuk menyaksikan parade spektakuler yang menampilkan kreativitas, seni, budaya, hingga inovasi dari berbagai elemen masyarakat. Karnaval dimulai dari Balai Kota Madiun dan melintasi Jalan […]

    Bagikan
  • 453 Calon Jemaah Haji Asal Madiun Diberangkatkan, Terbagi 2 Kloter 

    453 Calon Jemaah Haji Asal Madiun Diberangkatkan, Terbagi 2 Kloter 

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sebanyak 453 calon jemaah haji asal Kabupaten Madiun resmi diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Senin (27/4/2026). Rombongan yang tergabung dalam kloter 24 dan 25 ini dijadwalkan terbang ke Jeddah melalui Bandara Juanda pada 28 April 2026. Pemberangkatan dilakukan dari Pendopo Ronggo Djumeno dan dilepas langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto […]

    Bagikan
  • Bayi 7 Hari di Magetan Diduga Dianiaya, Polres Magetan Periksa 5 Saksi

    Bayi 7 Hari di Magetan Diduga Dianiaya, Polres Magetan Periksa 5 Saksi

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang bayi berusia tujuh hari di Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, tengah mendapat perhatian serius aparat kepolisian. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Bayi yang masih sangat rentan itu ditemukan dalam kondisi terluka setelah sempat ditinggal sebentar oleh salah satu anggota keluarganya. Ketika […]

    Bagikan
  • BYD Haka Madiun Ajak Komunitas Uji Efisiensi BBM M6 DM dan Teknologi V2L

    BYD Haka Madiun Ajak Komunitas Uji Efisiensi BBM M6 DM dan Teknologi V2L

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — BYD Haka Madiun mengajak komunitas dan media merasakan langsung teknologi kendaraan elektrifikasi melalui kegiatan challenge competition di Kota Madiun Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut menguji pengalaman penggunaan BYD M6 DM, termasuk efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), serta teknologi Vehicle-to-Load (V2L) pada BYD M6 EV. Kegiatan yang digelar PT Bumi Hijau […]

    Bagikan
  • Operasi Pekat,Polres Madiun Kota Bongkar Praktik Judi Online dan Togel

    Operasi Pekat,Polres Madiun Kota Bongkar Praktik Judi Online dan Togel

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Jajaran Polres Madiun Kota melaksanakan Operasi Pekat Semeru 2025 dengan sasaran kejahatan premanisme, prostitusi, pornografi, perjudian, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras (miras). Khusus kasus perjudian, Satreskrim Polres Madiun Kota membekuk 4 orang tersangka. Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Madiun Kota, AKBP Agus Dwi Suryanto didampingi Wakapolres serta Kasat Reskrim dalam […]

    Bagikan
  • KPU Magetan : Putusan PHPU Antara 24 Hingga 26 Februari 2025

    KPU Magetan : Putusan PHPU Antara 24 Hingga 26 Februari 2025

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kabupaten Magetan menjadi salah satu daerah di Jawa Timur, yang belum bisa mengikuti pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih, pada 20 Februari mendatang. Hal tersebut dikarenakan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), Bupati dan Wakil Bupati Magetan, masih berlangsung di Mahkamah Konstitusi. Diketahui, Paslon 03 Sujatno – Ida […]

    Bagikan
expand_less