Pengurus DPC PKB Madiun Dikukuhkan, Kadernya Diminta Tidak Hanya Muncul Menjelang Pemilu
- account_circle Mandor
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 98
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Jajaran Pengurus DPC PKB Kabupaten Madiun periode 2026 – 2031 resmi dikukuhkan oleh Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar (Gus Halim), Sabtu (31/10/2026) di hotel Sun City Kota Madiun.
Gus Halim mengingatkan PKB memiliki perjalanan sejarah panjang yang berakar dari masyarakat Nahdlatul Ulama (NU). Menurut dia, perjuangan politik PKB tidak bisa dilepaskan dari komitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Dia berharap sinergi antara PKB, ulama, dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk mendorong pembangunan yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Melalui kepengurusan periode 2026-2031, PKB Kabupaten Madiun menargetkan penguatan organisasi hingga tingkat akar rumput.
“Senantiasa meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada petani, santri, dan masyarakat luas,” terangnya.
Sementara Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun, Purnomo Hadi, mengajak seluruh kader memperkuat konsolidasi organisasi dan hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Berdasarkan keputusan DPP PKB ditetapkan di Jakarta pada 1 Juli 2026, Muhtarom dipercaya sebagai Ketua Dewan Syuro. Sementara Purnomo Hadi menjabat Ketua Dewan Tanfidz, Nuryanto sebagai sekretaris, dan Wahyu Widayat sebagai bendahara.
Purnomo Hadi menyebut pengukuhan tersebut bukan sekadar pergantian atau pengesahan struktur organisasi, melainkan ikrar untuk mengabdi kepada masyarakat.
“Hari ini bukan sekadar pengukuhan struktur. Hari ini adalah ikrar khidmat,” kata dr Pur, saat pidato didepan para undangan yang hadir termasuk Bupati Madiun Hari Wuryanto.
Dijelaskan pentingnya kader turun langsung ke tengah masyarakat. Ia meminta pengurus peka terhadap persoalan petani, peternak, hingga kebutuhan lapangan pekerjaan bagi generasi muda.
“PKB harus bermanfaat. Jangan menjadi partai yang hanya datang saat pemilu. Datang saat petani susah pupuk, saat peternak membutuhkan pakan, dan saat anak muda membutuhkan pekerjaan,” pungkasnya. (Ndor)
- Penulis: Mandor
- Editor: Diez





