Tatapan Tajam hingga Pelukan Istri Sah Tersangka Warnai Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 50 menit yang lalu
- visibility 73
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Tangis Martha Amalia Iflahah (34) pecah saat menatap mata dan memeluk erat suaminya, Dwi Bagus Martono, yang menjadi tersangka kasus dugaan pembunuhan disertai mutilasi terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun, Jawa Timur. Di tengah proses pra-rekonstruksi, Martha menatap lekat mata suaminya tanpa diketahui apa yang disampaikan dalam pertemuan emosional tersebut.
Momen itu terjadi di rumah mereka di Jalan Kunir Nomor 13, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (27/10/2026). Saat itu, penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur tengah mendalami dugaan rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan kematian Dini dan anaknya.
Mengenakan jilbab dan pakaian serba gelap, Martha terlihat menengadahkan wajah ketika berhadapan dengan Bagus. Pelukan dan tangisnya menyita perhatian awak media serta warga yang menyaksikan proses penyidikan di lokasi.
Di tengah kasus yang menjerat suaminya, Martha disebut tidak mengetahui dugaan peristiwa yang berkaitan dengan kematian Dini dan AGF, termasuk aktivitas yang diduga berlangsung di halaman belakang rumah mereka.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing mengatakan, istri sah tersangka tidak mengetahui kejadian tersebut, meskipun sebagian aktivitas yang didalami penyidik diduga berlangsung di rumah mereka.

“Istri sah memang tidak mengetahui adanya peristiwa ini, memang betul dilakukan di rumahnya dan halamannya cukup luas sehingga bisa menyembunyikannya di belakang dari rumahnya,” ujar Roy dalam konferensi pers di Polda Jatim.
Martha diketahui berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah dasar negeri di Kota Madiun. Kehidupan rumah tangganya dengan Bagus disebut selama ini berjalan harmonis.
Namun, di balik kehidupan tersebut, Martha juga disebut tidak mengetahui bahwa Bagus telah menikahi Dini secara agama atau melalui nikah siri sekitar dua tahun lalu.
Martha dan Bagus diketahui baru menunaikan ibadah haji bersama pada 2025. Pertemuan keduanya di tengah pra-rekonstruksi pun menghadirkan emosional tersendiri antara kehidupan rumah tangga yang selama ini terlihat harmonis dan perkara pidana yang kini menjerat Bagus.
Pra-rekonstruksi di rumah Bagus merupakan bagian dari upaya penyidik menguji keterangan tersangka dengan temuan di lapangan. Penyidik menelusuri sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan kematian Dini dan AGF untuk menyusun kronologi kejadian secara lebih utuh.
Aktivitas yang diduga berlangsung di halaman belakang rumah juga menjadi bagian dari pendalaman. Penyidik berupaya mencocokkan keterangan tersangka dengan bukti yang ditemukan selama proses penyidikan.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami perkara tersebut untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian Dini dan AGF. Dugaan dalam kasus ini tetap mengacu pada hasil pemeriksaan dan pembuktian oleh penyidik. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krz/Diez





