Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Keji dan Sadis, Kronologi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Dipicu Cekcok hingga Jasad Digiling

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 59 menit yang lalu
  • visibility 54
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dwi Bagus Martono ditangkap di Jombang setelah penyelidikan polisi. Foto : Istimewa

Sinergia | Surabaya – Dwi Bagus Martono (DBM) diduga membunuh istri sirinya, Dini Hardiyanti (30), dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun, Jawa Timur. Setelah menghabisi nyawa kedua korban, tersangka diduga memutilasi, membakar, hingga menggiling jasad mereka untuk menghilangkan jejak pembunuhan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Timur Kombes Pol Roy HM Sihombing menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika tersangka dan Dini berencana merayakan ulang tahun anak mereka dengan menginap di sebuah hotel di Kota Madiun pada Sabtu (19/9/2026).

Namun, rencana tersebut berujung petaka setelah muncul persoalan antara tersangka dan korban. Roy menjelaskan, tidak lama setelah proses check-in, istri sah tersangka meminta dijemput seusai beraktivitas di luar rumah. Tersangka kemudian beralasan mobilnya mengalami kerusakan kepada Dini sebelum pergi untuk menjemput istri sahnya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, pada waktu itu antara korban dengan pelaku mau ada acara ulang tahun anaknya. Makanya mereka menginap di hotel itu pada tanggal 19 September 2026,” kata Roy di Mapolda Jatim, Selasa (27/10/2026).

Tersangka kemudian kembali menemui Dini pada Minggu (20/9/2026). Saat itulah, pertengkaran di antara keduanya kembali terjadi hingga emosi tersangka memuncak. “Pada tanggal 20 dia datang menemui korban. Di situlah terjadi emosi yang meluap. Percekcokan di situ timbul,” jelas Roy.

Dalam kondisi emosi, Dwi Bagus diduga mencekik Dini hingga meninggal dunia. Setelah itu, tersangka membawa jasad korban ke mobil menggunakan kantong tidur atau sleeping bag. Anak korban yang masih berusia empat tahun juga dibawa ke mobil. Polisi mengungkap, bocah tersebut diduga dibunuh dengan cara yang sama, yakni dicekik.

Setelah kedua korban meninggal dunia, tersangka membawa jasad mereka ke rumahnya. Di lokasi tersebut, tersangka diduga melakukan serangkaian tindakan untuk menghilangkan jejak pembunuhan.

Polisi mengungkap, jasad kedua korban dipotong-potong, kemudian dibakar dan dimasukkan ke alat penggiling. Sisa jasad selanjutnya dimasukkan ke dalam karung sebelum dibuang ke sungai.

“Setelah itu, tanggal 20 itu melakukan upaya untuk menghilangkan jejak, membakar, memotong, memasukkan ke penggilingan, kemudian dimasukkan ke karung dan dibuang ke sungai,” ungkap Roy.

Proses penghilangan jejak tersebut disebut berlangsung selama sekitar dua hari. Setelah melakukan aksinya, tersangka melarikan diri ke Jombang dan mendatangi rumah kerabatnya.

Kasus tersebut mulai terungkap setelah keluarga Dini yang tinggal di Bogor kehilangan kontak dengan korban. Komunikasi terakhir antara Dini dan keluarganya tercatat pada 20 September 2026. Setelah itu, keluarga tidak lagi mendapatkan kabar darinya.

Keluarga sempat menghubungi Dwi Bagus untuk menanyakan keberadaan Dini. Namun, jawaban tersangka dinilai tidak memberikan kejelasan sehingga keluarga memutuskan melaporkan hilangnya korban ke Polres Madiun Kota.

Tersangka bahkan ikut mengantar keluarga korban ke kantor polisi untuk membuat laporan. Di hadapan penyidik, Dwi Bagus mengaku Dini meninggalkannya setelah terjadi pertengkaran di hotel.

Tersangka menyebut telah menurunkan korban di suatu tempat. Namun, keberadaan Dini setelah peristiwa tersebut tidak diketahui.

Keterangan tersebut kemudian didalami polisi. Sejumlah kejanggalan dalam kasus hilangnya ibu dan anak itu mengarahkan penyelidikan pada dugaan tindak pidana pembunuhan.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap Dwi Bagus Martono di Jombang pada Minggu (25/10/2026). Atas dugaan perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. (Krz)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Calon Jemaah Haji Kota Madiun Terbagi 3 Syarikah, Berangkat 16 Mei ke Asrama Haji Sukolilo

    Calon Jemaah Haji Kota Madiun Terbagi 3 Syarikah, Berangkat 16 Mei ke Asrama Haji Sukolilo

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun terus mematangkan persiapan keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) tahun 2025 ini. Pemberangkatan CJH Kota Madiun dilakukan dari Masjid Agung Baitul Hakim pada 16 Mei 2025 menuju ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Tercatat sebanyak 178 orang termasuk petugas kloter yang berangkat tahun ini. Kepala Kantor […]

    Bagikan
  • Logistik PSU untuk 4 TPS di Magetan Siap Didistribusikan 

    Logistik PSU untuk 4 TPS di Magetan Siap Didistribusikan 

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur memastikan bahwa empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Magetan siap untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Sabtu (22/3/2025). Keempat TPS yang telah ditinjau pada Jumat (21/3/2025) pukul 16.00 WIB meliputi TPS 001 dan TPS 004 di Desa Kinandang, Kecamatan Bendo, TPS 001 […]

    Bagikan
  • Danrem Untoro Sidak Pembangunan Jembatan Garuda di Magetan, Pastikan Proyek Strategis Sesuai Target

    Danrem Untoro Sidak Pembangunan Jembatan Garuda di Magetan, Pastikan Proyek Strategis Sesuai Target

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan Jembatan Garuda di Desa Ginuk, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Kamis (23/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pembangunan proyek strategis tersebut berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan. Jembatan Garuda berjenis Armco itu dibangun untuk meningkatkan konektivitas […]

    Bagikan
  • Konsolidasi Perdana PKB Magetan Pasca Eks-Ketua Suratno Terjerat Kasus Pokir Dewan

    Konsolidasi Perdana PKB Magetan Pasca Eks-Ketua Suratno Terjerat Kasus Pokir Dewan

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Magetan memanfaatkan momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah untuk memperkuat soliditas organisasi melalui agenda silaturahmi, konsolidasi, dan koordinasi internal yang digelar di Kantor DPC PKB Magetan, Sabtu (30/5/2026). Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pengurus partai, anggota fraksi, badan otonom, serta kader dari berbagai […]

    Bagikan
  • DUH ! Ibu di Magetan Tertipu Mahasiswi Mengaku Dukun, Kerugian Miliaran Rupiah

    DUH ! Ibu di Magetan Tertipu Mahasiswi Mengaku Dukun, Kerugian Miliaran Rupiah

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Satreskrim Polres Magetan menangkap seorang dukun palsu yang diduga melakukan penipuan terhadap S (46) warga Magetan. Pelaku berinisial NYW alias Yana alias Eno (28), perempuan asal Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang akhirnya ditangkap setelah serangkaian aksi tipu muslihatnya terbongkar. Modusnya mengaku bisa memindahkan janin dari dalam kandungan yang merugikan korban […]

    Bagikan
  • Remaja 14 Tahun di Ngawi Tewas Usai Terserat Arus DAM Teguhan

    Remaja 14 Tahun di Ngawi Tewas Usai Terserat Arus DAM Teguhan

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Nasib naas dialami Rifky Nur saat bermain dan mandi di DAM sungai Andong Desa Kecamatan Paron Ngawi bersama 2 rekannya Asyraf Khairul Azam (13), dan Dimas Subuh Pamungkas (11) pada Senin (12/05/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Tiba-tiba arus semakin deres menyeret ketiga 3 remaja itu. 2 rekannya selamat namun tidak dengan […]

    Bagikan
expand_less