Sabtu, 31 Okt 2026
Trending Tags

Wisuda 205 Lulusan, Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun Dorong Tenaga Kesehatan Jadi Agen Perubahan

  • account_circle Sinergia Mediatama
  • calendar_month 55 menit yang lalu
  • visibility 21
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sebanyak 205 lulusan mengikuti wisuda Universitas Bhakti Hasta Mulia. (31/10/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 205 mahasiswa Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun resmi menyandang gelar akademik dan profesi melalui prosesi wisuda serta angkat sumpah yang digelar di Grand Bima Aston Madiun, Sabtu (31/10/2026). Para lulusan bidang kesehatan tersebut diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu berkontribusi meningkatkan kualitas pelayanan dan kesehatan masyarakat.

Prosesi Sidang Senat Terbuka Wisuda dan Angkat Sumpah Gelombang II Tahun 2026 itu dipimpin langsung Rektor Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun, Retno Widiarini. Sebanyak 205 wisudawan berasal dari program studi DIII Kebidanan, DIII Farmasi, DIII Perekam dan Informasi Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Farmasi, S1 Keperawatan, serta Profesi Ners.

Dalam sambutannya, Retno menyampaikan bahwa wisuda kali ini merupakan wisuda ke-19 Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun. Hingga saat ini, perguruan tinggi tersebut telah meluluskan sebanyak 5.184 mahasiswa.

Image Not Found
Rektor Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun, Retno Widiarini saat menyampaikan sambutan wisuda. Foto : Tova-Sinergia

Menurutnya, momentum kelulusan bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan awal dari tanggung jawab para lulusan untuk mengabdikan ilmu dan kompetensinya kepada masyarakat.

“Kelulusan hari ini bukan akhir dari belajar, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Ijazah dan sumpah profesi yang saudara terima merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan pasien, martabat profesi, nama baik almamater, serta kepercayaan masyarakat,” kata Retno.

Wisuda tahun ini mengusung tema Healing the Future, Leading the Change. Tema tersebut merefleksikan harapan agar lulusan mampu mengambil peran dalam membangun masa depan kesehatan masyarakat yang lebih baik sekaligus menjadi agen perubahan di tengah perkembangan teknologi, transformasi layanan kesehatan, hingga tantangan kesehatan global.

Image Not Found
Wisuda kali ini mengusung tema Healing the Future, Leading the Change. Foto : Tova-Sinergia

Retno juga mendorong para lulusan agar tidak berhenti mengembangkan kompetensi setelah menyelesaikan pendidikan. Kemampuan beradaptasi dengan teknologi, bekerja sama dalam tim, serta menjunjung tinggi empati menjadi bekal penting bagi tenaga kesehatan dalam menghadapi kebutuhan pelayanan masyarakat.

Ia menjelaskan, transformasi STIKES Bhakti Husada Mulia menjadi Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun juga membawa tanggung jawab lebih besar dalam pengembangan pendidikan tinggi.

Selain memperkuat program studi di bidang kesehatan, universitas kini memiliki Fakultas Sosial Humaniora dengan dua program studi baru, yakni S1 Bisnis Digital dan S1 Pendidikan Teknologi Informasi.

Penambahan program studi tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi lintas disiplin, khususnya dalam mengintegrasikan ilmu kesehatan dengan bisnis digital dan teknologi informasi.

Image Not Found
Wisudawan Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun mengikuti angkat sumpah. Foto : Tova-Sinergia

“Para lulusan tidak boleh berhenti belajar. Mereka harus senantiasa beradaptasi dengan perekembangan teknologi, mampu berkolaborasi serta terus mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, salah satu wisudawati, Anisa Eka Vidyawati, mengaku lega sekaligus bahagia setelah berhasil menuntaskan pendidikan selama tiga tahun. Ia menyebut pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dosen, teman-teman, dan keluarga.

Setelah diwisuda, Anisa berkomitmen menjalankan tanggung jawab profesi sesuai sumpah yang telah diucapkan. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan dapat memberikan manfaat lebih luas.

“Rasanya sangat lega karena sudah menuntaskan perjuangan selama tiga tahun. Setelah ini, saya akan melaksanakan tugas sesuai sumpah yang telah diucapkan dan terus berkontribusi bagi negara serta kepentingan bangsa,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun. Ia menilai perubahan status dari sekolah tinggi menjadi universitas harus diikuti peningkatan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Menurut Bagus, keberadaan perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga perlu terlibat aktif membantu pemerintah menjawab berbagai persoalan masyarakat, terutama di sektor kesehatan.

Image Not Found
Lulusan Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun diharapkan mampu membawa kompetensi akademik dan profesional ke tengah masyarakat. Foto : Tova-Sinergia

Ia mencontohkan keterlibatan mahasiswa dalam sejumlah kegiatan Pemerintah Kota Madiun melalui puskesmas dan rumah sakit sebagai bentuk kolaborasi yang perlu terus dikembangkan.

“Transformasi ini jangan berhenti hanya pada wisuda, tetapi harus berdampak bagi Kota Madiun. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Akademisi, pengusaha, media, dan seluruh elemen masyarakat harus bergandengan tangan,” tegas Bagus.

Bagus menambahkan, keterbatasan sumber daya alam di Kota Madiun harus dijawab dengan penguatan kualitas sumber daya manusia dan kreativitas. Karena itu, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi yang inovatif sekaligus mampu memberikan solusi bagi kebutuhan daerah.

Melalui momentum wisuda tersebut, para lulusan Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun diharapkan mampu membawa kompetensi akademik dan profesional ke tengah masyarakat. Tidak hanya menjadi tenaga kesehatan yang terampil, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup, keselamatan pasien, dan pelayanan kesehatan yang lebih humanis. (Hariadi)

Bagikan
  • Penulis: Sinergia Mediatama
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jamasan Wayang dan Gamelan di Magetan, Wujud Penghormatan terhadap Warisan Seni Leluhur

    Jamasan Wayang dan Gamelan di Magetan, Wujud Penghormatan terhadap Warisan Seni Leluhur

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Bulan Suro atau Muharram identik dengan berbagai tradisi budaya masyarakat Jawa. Salah satu yang masih lestari hingga kini adalah tradisi jamasan, yakni kegiatan membersihkan dan merawat benda-benda pusaka sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur. Jika umumnya jamasan dilakukan pada keris, tombak, pedang, maupun pusaka peninggalan keluarga, tradisi serupa justru diterapkan pada […]

    Bagikan
  • DPRD Kabupaten Madiun Gelar Rapat Paripurna, Sepakati Dua Raperda Inisiatif

    DPRD Kabupaten Madiun Gelar Rapat Paripurna, Sepakati Dua Raperda Inisiatif

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna pada Senin (24/03/2025) dengan agenda pengambilan keputusan bersama terkait dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif. Dua Raperda yang disepakati dalam rapat tersebut adalah Raperda tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun dan Raperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan. […]

    Bagikan
  • Intervensi Pasar Telur Mulai Dijalankan, Peternak Nilai Belum Menyentuh Akar Masalah

    Intervensi Pasar Telur Mulai Dijalankan, Peternak Nilai Belum Menyentuh Akar Masalah

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Pemerintah Kabupaten Magetan bergerak cepat merespons anjloknya harga telur ayam ras di tingkat peternak dengan menyiapkan skema penyerapan produksi. Kebijakan ini mendapat apresiasi dari para peternak yang sebelumnya mengeluhkan ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan pasar. Perwakilan peternak telur Magetan, Surohman, menyampaikan terima kasih atas respons cepat pemerintah daerah yang dinilai terbuka […]

    Bagikan
  • Operasi Pekat Bersahaja, Satpol PP Madiun Razia 3 Terduga PSK Beserta Alat Kontrasepsi

    Operasi Pekat Bersahaja, Satpol PP Madiun Razia 3 Terduga PSK Beserta Alat Kontrasepsi

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 191
    • 0Komentar

     Sinergia | Kab. Madiun – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) pada Rabu (12/3/2025). Operasi ini menyasar kawasan ringroad Saradan, tepatnya di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Dalam operasi tersebut, petugas menyisir sejumlah warung kopi yang diduga kerap digunakan sebagai tempat praktik prostitusi. Hasilnya, tiga wanita yang […]

    Bagikan
  • Pencari Ikan Tewas Tersengat Listrik dari Alatnya Sendiri

    Pencari Ikan Tewas Tersengat Listrik dari Alatnya Sendiri

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seorang pencari ikan, Tatag Sugiarto (30), warga Desa Nunut, Kecamatan Babadan, Ponorogo, ditemukan tewas tersengat listrik di Sungai Sekayu, Desa Kranggan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, pada Minggu (27/04) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi masih memegang alat penyetrum ikan berupa aki yang dilengkapi dengan dua kabel. Diduga, korban tewas akibat […]

    Bagikan
  • 38 SDN di Madiun Bakal Diregrouping Pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Dindikbud Tunggu Terbitnya SK

    38 SDN di Madiun Bakal Diregrouping Pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Dindikbud Tunggu Terbitnya SK

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun akan melakukan regrouping atau penggabungan 38 Sekolah Dasar (SD) negeri menjadi 19 lembaga pendidikan mulai tahun ajaran 2026/2027. Kebijakan tersebut diambil karena sejumlah sekolah berada dalam lokasi yang berdekatan dan memiliki jumlah peserta didik yang tidak seimbang. Salah satu sekolah yang terdampak adalah SDN 1 Wayut, Kecamatan Jiwan, […]

    Bagikan
expand_less