Jalur Kereta di Daop 9 Jember Terganggu Akibat Gogosan Tanah, KA Logawa Terlambat 123 Menit Menuju Madiun
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 85
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Perjalanan sejumlah kereta api (KA) yang melintasi wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengalami keterlambatan akibat gangguan prasarana berupa gogosan tanah di wilayah kerja KAI Daop 9 Jember, Senin (2/11/2026).
Gangguan tersebut terjadi di Km 10+0/1 petak jalan antara Stasiun Ledokombo (LDO) dan Sempolan (SPL), setelah luapan air menyebabkan gogosan tanah pada jalur kereta api. Kondisi itu membuat petugas harus melakukan pengamanan dan penanganan prasarana sebelum jalur kembali dapat dilalui.
Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasional Perjalanan Kereta Api (Pusdalopka) per pukul 09.32 WIB, terdapat dua perjalanan KA yang mengalami keterlambatan dan berdampak pada jadwal kedatangan di Stasiun Madiun.
KA Logawa relasi Ketapang–Madiun–Purwokerto tercatat mengalami keterlambatan 123 menit saat berada di Stasiun Kalibaru. Kereta tersebut diperkirakan tiba di Stasiun Madiun pukul 17.52 WIB.
Sementara itu, KA Sri Tanjung relasi Ketapang–Madiun–Lempuyangan mengalami keterlambatan 58 menit saat berada di Stasiun Glenmore. Estimasi kedatangan di Stasiun Madiun pukul 18.47 WIB.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pusdalopka dan jajaran KAI Daop 9 Jember untuk memantau proses penanganan gangguan serta perkembangan perjalanan kereta api.

“Kami terus melakukan koordinasi secara intensif dengan Pusdalopka dan jajaran Daop 9 Jember untuk memantau perkembangan penanganan gogosan tanah serta memastikan informasi perjalanan KA dapat terpantau secara real-time,” ujar Tohari.
Menurutnya, keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama dalam penanganan gangguan tersebut. Petugas di lapangan melakukan pengamanan dan normalisasi jalur sebelum kereta api diizinkan melintas kembali.
“Keselamatan perjalanan kereta api adalah prioritas mutlak kami. Seluruh petugas di lapangan saat ini fokus melakukan pengamanan dan normalisasi jalur secara teliti sebelum dapat dilalui kembali dengan aman,” jelasnya.
Tohari menyampaikan, berdasarkan perkembangan penanganan di lapangan, pada pukul 10.07 WIB lokasi gangguan sudah dapat dilalui kereta api dengan pembatasan kecepatan maksimal 5 kilometer per jam.
Meski jalur telah dapat dilewati, pembatasan kecepatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan keselamatan perjalanan kereta api selama proses penanganan dan pemulihan prasarana.
Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan kepada pelanggan yang terdampak, KAI Daop 7 Madiun juga menyiapkan langkah service recovery sesuai ketentuan yang berlaku. Pelanggan yang memutuskan membatalkan perjalanan akibat gangguan tersebut dapat mengajukan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai prosedur pembatalan yang berlaku.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan dan ketidaknyamanan yang terjadi. KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik serta memastikan keselamatan perjalanan tetap menjadi prioritas,” pungkas Tohari. (Krz)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Krz/Diez





