Polres Magetan Perkuat Polisi Jogo Sekolah, Cegah Bullying hingga Kenakalan Remaja
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 21
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Polres Magetan memperkuat upaya pencegahan perundungan (bullying), tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja melalui program Satgas Pre-Emptive Strike Polisi Jogo Sekolah. Program preventif tersebut menyasar lingkungan pendidikan untuk menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi para pelajar.
Penguatan program ditandai dengan Apel Satgas Pre-Emptive Strike Polisi Jogo Sekolah yang dipimpin Kapolres Magetan AKBP Bagas Sancoyoning Aji, S.I.K., M.M., di halaman SMAN 1 Maospati, Senin (2/11/2026).
Program yang merupakan inisiatif Polda Jawa Timur tersebut digencarkan di seluruh jajaran kepolisian sebagai langkah preventif dan preemtif dalam melindungi generasi muda dari berbagai ancaman, mulai dari perundungan, kekerasan, tawuran antarpelajar, penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga minuman keras.
Dalam amanatnya, Bagas menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda. Karena itu, lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman bagi siswa untuk belajar sekaligus mengembangkan diri.

“Sekolah sejatinya adalah rumah kedua, tempat karakter dibentuk, ilmu ditabur, dan masa depan bangsa dianyam. Namun, kita tidak boleh menutup mata bahwa tantangan zaman semakin kompleks. Ancaman seperti bullying, judi online, bahaya narkoba, hingga kenakalan remaja lainnya terus mengintai anak-anak kita. Karena itu, diperlukan langkah nyata dan kerja sama semua pihak untuk melindungi generasi muda,” tegas Bagas.
Menurutnya, Polisi Jogo Sekolah menjadi salah satu implementasi upaya menciptakan ruang publik yang aman sebagaimana ditekankan dalam Commander Wish Kapolri. Melalui pendekatan bapak asuh, ibu asuh, dan sahabat pelajar, personel kepolisian diharapkan mampu membangun kedekatan dengan siswa sekaligus mendeteksi dini potensi permasalahan di lingkungan sekolah.
Pendekatan tersebut tidak hanya menitikberatkan pada pengawasan, tetapi juga membangun komunikasi yang terbuka antara polisi dan pelajar. Dengan demikian, siswa diharapkan lebih berani menyampaikan persoalan yang dihadapi sebelum berkembang menjadi tindakan yang mengarah pada pelanggaran maupun tindak pidana.
Bagas juga menekankan pentingnya pemetaan zonasi sekolah berdasarkan tingkat kerawanan. Sekolah yang masuk zona merah diharapkan dapat diturunkan menjadi zona kuning, kemudian zona hijau. Sementara itu, sekolah yang telah berada di zona hijau harus terus dipertahankan melalui langkah pencegahan berkelanjutan.
Kapolres meminta seluruh personel polisi pendamping menerapkan konsep 5P, yakni Pembina, Pendamping, Penyuluh, Pencegah, dan Pendengar. Kelima peran tersebut menjadi pedoman agar kehadiran polisi di sekolah benar-benar memberikan perlindungan dan manfaat bagi siswa.

“Kepada seluruh personel polisi pendamping, saya tekankan untuk menerapkan konsep 5P, yakni Pembina, Pendamping, Penyuluh, Pencegah, dan Pendengar. Dekati para siswa dengan hati, jadilah teladan sekaligus sahabat yang dapat dipercaya. Dengarkan keluh kesah mereka, perlakukan siswa secara wajar, dan jangan sampai kehadiran polisi justru membuat mereka merasa diawasi atau ditakuti. Kita hadir untuk melindungi dan membantu. Jaga pula kerahasiaan data siswa maupun orang tua,” lanjutnya.
Selain keterlibatan kepolisian, Bagas menilai perlindungan pelajar membutuhkan sinergi antara sekolah, guru Bimbingan Konseling (BK), dan orang tua. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun lingkungan pendidikan yang mampu mengenali serta menangani potensi permasalahan siswa sejak dini.
Melalui Satgas Polisi Jogo Sekolah, Polres Magetan berkomitmen memperkuat peran kepolisian sebagai sahabat pelajar, meningkatkan komunikasi dengan lingkungan pendidikan, serta mencegah berbagai ancaman yang dapat menghambat perkembangan generasi muda.
Program tersebut juga menjadi implementasi semangat Polisi Bersama Masyarakat dan Commander Wish Kapolda Jawa Timur Jogo Omah dengan nilai Merakyat, Bersahabat, dan Bermanfaat.
Dengan keterlibatan kepolisian, sekolah, guru, dan keluarga, upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan kondusif di Kabupaten Magetan diharapkan semakin optimal. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krz/Diez





