Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

Keluarga Dini Hardiyanti Sangat Terpukul, Minta Pelaku Dihukum Mati

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 28
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Hartik, ibu Dini Hardiyanti, meminta tersangka dihukum mati. (27/10/2026), Foto : Istimewa

Sinergia | Kota Madiun – Keluarga Dini Hardiyanti sangat terpukul atas peristiwa memilukan yang dialami perempuan 30 tahun tersebut dan sang anak AGF (4). Hartik, ibu Dini Hardiyanti meminta pelaku dugaan pembunuhan terhadap anak dan cucunya dijatuhi hukuman mati.

“Hancur. Sehancur-hancurnya. Nggak nyangka,” ungkap Hartik saat ditemui di sela olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di Manguharjo, Kota Madiun.

Dirinya meminta agar tersangka dihukum seberat-beratnya. Pasalnya, sudah menghilangkan nyawa anak dan cucunya.

“Saya minta tersangka dihukum seberat-beratnya. Minta diusut sampai tuntas. Hukuman mati karena itu dua nyawa,” pintanya.

Hartik mengaku mulai curiga ketika kehilangan kabar dari Dini. Pada tanggal 20, dia menyebut telah berupaya menghubungi anaknya, tetapi tidak mendapatkan respons seperti yang diharapkan.

“Ibu, sampai sekarang enggak bisa tidur, enggak bisa makan. Ibu tuh sudah curiga, waktu tanggal 20 itu Ibu telpon, dia telpon, video call. Nah setelah itu udah enggak ada itu lagi,” jelas Hartik.

Selama ini, Hartik mengaku tetap menjalin komunikasi dengan Dini maupun Dwi Bagus Martono, terduga pelaku dalam kasus tersebut. Dia menyebut Dini telah menikah siri dengan Dwi Bagus, meski hubungan itu tidak mendapat restunya.

Menurut Hartik, hubungan Dini dan Dwi Bagus kerap diwarnai pertengkaran. Namun, dia tidak menyangka persoalan tersebut berujung pada dugaan tindak pidana yang merenggut nyawa anak dan cucunya.

Kehilangan AGF menjadi pukulan berat bagi Hartik. Dia mengaku telah merawat cucunya sejak masih bayi. Di tengah kesedihan, dia berharap penyidik mengungkap seluruh fakta kasus tersebut dan memberikan hukuman setimpal kepada pihak yang terbukti bertanggung jawab.

Sementara itu, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur melakukan olah TKP lanjutan dengan menghadirkan Dwi Bagus Martono. Dalam prarekonstruksi tersebut, tersangka memeragakan sejumlah adegan yang diduga berkaitan dengan upaya menghilangkan jejak kejahatan.

Di antaranya, penggunaan mesin pencacah atau copper dan pembakaran yang diperagakan dalam adegan ke-37 dan ke-38. Berdasarkan keterangan di lokasi, pembakaran dilakukan sebanyak dua kali. Selain itu, tungku yang ditemukan di lokasi disebut baru dibangun setelah kejadian. (Krz)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 54 Siswa di Ngawi Diduga Keracunan, Kini 12 Siswa Masih Dirawat Intensif

    54 Siswa di Ngawi Diduga Keracunan, Kini 12 Siswa Masih Dirawat Intensif

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus dugaan keracunan makanan massal terjadi di Kabupaten Ngawi. Sedikitnya 54 siswa dari dua sekolah berbeda, yaitu SMKN 1 Sine dan SMP Muhammadiyah 4 Ngawi, dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan pada Rabu (01/10/2025). Para pelajar tersebut mengalami gejala mulai dari mual, sakit perut, hingga kejang-kejang. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi, […]

    Bagikan
  • Pasien DBD di RS Muslimat Ponorogo Terus Bertambah

    Pasien DBD di RS Muslimat Ponorogo Terus Bertambah

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Rumah Sakit Muslimat Ponorogo mencatat lonjakan jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) sejak awal Januari 2025. Hingga saat ini, 14 pasien telah dirawat akibat penyakit dari gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut. Salah satu pasien, Muhammad Hilman, menceritakan pengalamannya dirawat di rumah sakit setelah mengalami demam tinggi selama beberapa hari. “Setelah […]

    Bagikan
  • Menunggu Lampu Hijau Pusat, Pengadaan Aparatur di Magetan Masuki Tahap Penentuan

    Menunggu Lampu Hijau Pusat, Pengadaan Aparatur di Magetan Masuki Tahap Penentuan

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Proses pengadaan aparatur sipil negara di Kabupaten Magetan memasuki fase penting jelang akhir 2025. Ribuan peserta PPPK Paruh Waktu kini tinggal selangkah lagi menuju pengangkatan, sementara masyarakat masih bertanya-tanya soal kapan formasi CPNS 2026 akan dibuka. Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Magetan, tahun anggaran 2025 memuat […]

    Bagikan
  • Hadiri Bumi Reog Berdzikir, Emil Dardak : PSHT Konsisten Menjaga Solidaritas Dan Kebersamaan

    Hadiri Bumi Reog Berdzikir, Emil Dardak : PSHT Konsisten Menjaga Solidaritas Dan Kebersamaan

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Suasana Alun-alun Kabupaten Ponorogo dipenuhi lantunan dzikir dan doa dalam kegiatan Bumi Reog Berdzikir yang digelar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo, Pusat Madiun, Minggu (28/12/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang menyampaikan apresiasinya terhadap kekompakan dan nilai persaudaraan warga PSHT. Emil menyebut kehadirannya […]

    Bagikan
  • KPK Geledah Rumah Pengusaha Pacitan Terkait Kasus TPPU Sugiri Sancoko

    KPK Geledah Rumah Pengusaha Pacitan Terkait Kasus TPPU Sugiri Sancoko

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Pacitan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan adanya penggeledahan di rumah pengusaha asal Pacitan, Citra Margaretha, Senin (18/5/2026). Penggeledahan tersebut berkaitan dengan pengembangan penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko. Rumah mewah milik Citra yang berada di Desa Bangunsari, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, digeledah hingga malam hari. […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Siapkan Lahan 6 Hektar untuk Sekolah Rakyat, Tunggu Persetujuan Kemensos RI

    Pemkot Madiun Siapkan Lahan 6 Hektar untuk Sekolah Rakyat, Tunggu Persetujuan Kemensos RI

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengusulkan lahan seluas sekitar 6 hektare di kawasan Jalan Tirta Raya Kelurahan Nambangan Lor Kecamatan Manguharjo sebagai lokasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat. Usulan tersebut disampaikan setelah dua lokasi yang sebelumnya diajukan dinilai belum memenuhi persyaratan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus […]

    Bagikan
expand_less