
Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Pusat meminta ketersediaan pangan dan laju harga jualnya agar tetap stabil selama bulan ramadhan. Melalui rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) secara virtual Pemkab Madiun mengikuti arahan dari Pemerintah Pusat.
Momen ramadhan dan jelang hari raya lebaran ketersediaan bahan pangan sangatlah penting. Pasalnya kebutuhan masyarakat disaat hari besar keagamaan tersebut dipastikan meningkat.
Meski saat ini harga sejumlah bahan pokok naik jelang bulan puasa kemarin, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menegaskan ketersediaan pangan saat ini di Kabupaten Madiun cenderung aman.
“IPH (Indeks Perkembangan Harga) saat ini masih minus, artinya ketersediaan pangan cukup dan daya beli masyarakat bagus, sehingga kondisi saat ini stabil,” ungkapnya usai mengikuti rapat inflasi dengan Kementerian Dalam Negeri Selasa (4/3/2025).
Sebagai upaya pengendalian ketersediaan dan harga agar tetap stabil, Pemkab Madiun akan rutin meninjau pasar pasar tradisional dan gencar melaksanakan operasi pasar murah dan gerakan pangan murah untuk mencegah permainan harga oleh oknum di tingkat pasar.
“Kami juga akan melakukan survei ke pasar-pasar tradisional untuk memastikan ketersediaan bahan pokok aman,” ujarnya.
Selama bulan ramadhan bakal ada sebanyak 17 titik dilaksanakan operasi pasar murah yang tersebar di 15 kecamatan.
“Kami berharap langkah ini bisa membantu masyarakat dalam menjalani ibadah puasa dan menyambut lebaran dengan riang gembira serta penuh keharmonisan,” jelas Purnomo.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun Paryoto menambahkan kondisi ketersediaan pangan saat ini cenderung surplus. Salah satunya seperti cabai rawit yang harganya sempat meroket di Rp 90 ribu per kilogram.
“Harga memang sempat tinggi tapi yang terpenting tidak ada kelangkaan barang, seperti cabai rawit disini suprul 27 ton dan telur ayam 76 ton (selengkapnya di tabel grafis),” paparnya. “Ketersediaan ini ada di pasar dan beberapa potensi bertambah karena informasi dari Pertanian, akan ada panen cabai seluas 3 hektare dan untuk telur ayam sebagian ada di peternakan yang terus produksi,” pungkas Paryoto.

Berdasarkan pantauan di Pasar Pagotan, Kecamatan Geger harga bahan pokok terpantau mulai turun sejak kemarin. Diantaranya seperti cabai rawit dari sebelumnya di kisaran Rp 90 ribu menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Sedangkan harga bahan pokok seperti bawang merah, telur ayam, daging ayam cenderung stabil.
“Sudah turun Rp 10 ribu untuk cabai rawit, mungkin sudah mulai ada tambahan pasokan ke Madiun jadi barang dan permintaan masyarakat bisa seimbang terpenuhi,” kata Mariana, salah seorang pedagang setempat.
Dana – Sinergia