
Sinergia | Ponorogo – Hiruk pikuk lokalisasi Pasar Janti, Kecamatan Jenangan, mendadak senyap. Puluhan warung kopi esek-esek yang selama ini beroperasi di kawasan tersebut resmi ditutup oleh Satpol PP Kabupaten Ponorogo. Penutupan dilakukan setelah muncul temuan mencengangkan yakni lima pekerjanya diduga terinfeksi HIV.
Langkah tegas itu diambil menyusul hasil tracing yang dilakukan sejak April lalu di seluruh Bumi Reog. Kepala Satpol PP Ponorogo, Eko Edi Suprapto, mengungkapkan bahwa dari 191 pekerja yang diperiksa, 24 orang dinyatakan suspek HIV. Temuan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah.
“Total 27 warung kita segel. Tidak boleh ada aktivitas lagi di sana. Sudah ditutup total sejak 8 Mei,” tegas Eko, Senin (12/5/2025).
Papan peringatan dan stiker penutupan menempel di pintu-pintu warung yang selama ini menjadi tempat hilir mudik para pelanggan. Namun, tak semua pihak menerima penutupan ini dengan lapang dada. Salah satu pemilik rumah yang dijadikan tempat penyewaan kamar, Septi, melayangkan protes keras saat rumah pribadinya turut hendak disegel petugas.
“Tidak ada pemberitahuan, tidak ada peringatan. Itu tanah saya, bukan milik desa!” teriaknya di tengah aksi penyegelan.
Meski mendapat protes, Eko memastikan bahwa langkah ini harus diambil demi menyelamatkan kesehatan dan ketertiban masyarakat.
Ia merinci, dari tracing yang dilakukan, para suspek HIV tersebar di berbagai titik. 29 orang di Pasar Janti dan Desa Demangan, 13 di Dusun Danyang, 11 di Serangan, 4 di Sukosari, 4 di sekitar terminal, serta 101 di tempat hiburan malam.
“Ini bukan hanya soal penutupan warung. Ini soal nyawa, soal keselamatan bersama,” tegasnya.
Pasca penutupan, Satpol PP bersama pemerintah desa setempat akan terus mengawasi agar tidak ada aktivitas prostitusi terselubung yang muncul kembali. Operasi rutin pun akan terus digelar.
“Kami tidak tinggal diam. Ini baru permulaan. Lokalisasi Danyang di Desa Sukosari ,Babadan juga akan kami tutup menyusul,” tambah Eko.
Sementara itu, para pekerja yang dinyatakan suspek HIV telah diserahkan ke Dinas Sosial Ponorogo untuk dibina dan diberikan pelatihan keterampilan. Pemerintah berharap mereka bisa kembali ke masyarakat dengan kehidupan yang lebih layak dan sehat.
Ega Patria – Sinergia