Berita Terkini
Trending Tags

Pengumpulan Koper Haji, Calon Jemaah Berikan Tanda Unik

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
  • visibility 168
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Calon Jemaah Haji Kabupaten Magetan mulai mengumpulkan koper, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terus mempersiapkan pemberangkatan calon jemaah haji tahun 2025. Hingga Rabu, 14/05/2025, tahapan telah memasuki proses pengumpulan koper milik para calon jemaah.

Menurut Kepala Kemenag Magetan, Taufiqurrohman, koper para calon jemaah akan diberangkatkan lebih dahulu menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada Kamis malam, 15 Mei 2025. Sementara para jemaah dijadwalkan berangkat pada Jumat pagi, 16/05/2025.

“Alhamdulillah saat ini kita melakukan pengumpulan koper sekaligus penataan masing-masing regu rombongan sebanyak delapan. Insyaallah, tanggal 15 malam koper akan dikirim ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Selanjutnya, pada pukul 07.00 pagi, kloter 51 akan diundang ke Pendopo Surya Graha untuk prosesi pemberangkatan,” ujar Taufiqurrohman.

Terkait barang bawaan, Taufiqurrohman menyampaikan bahwa para jemaah dinilai sudah memahami aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar tidak membawa barang-barang terlarang ke dalam koper.

Image Not Found
Calon Jemaah Haji Kabupaten Magetan mulai mengumpulkan koper, Foto : Kusnanto – Sinergia

“Jemaah di Kabupaten Magetan sudah paham, mana barang yang diperbolehkan dan mana yang dilarang. Di antaranya, tidak boleh membawa senjata tajam, barang yang dapat memicu api seperti korek api, serta cairan dengan volume lebih dari 100 ml, seperti obat batuk. Berat koper pun maksimal 31 kilogram. Dengan mematuhi aturan tersebut, diharapkan proses berjalan aman dan terkendali,” jelasnya.

Untuk memudahkan pengenalan koper, para calon jemaah haji memasang berbagai penanda unik seperti pita kain, bola tenis, hingga sandal jepit. Kemenag Magetan menyebut penanda semacam itu masih dalam batas wajar.

“Penanda khusus ini diperbolehkan asal masih sewajarnya. Tahun ini relatif aman, kebanyakan hanya menggunakan pita atau kain. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang ada jemaah membawa penanda seperti bola, sepatu cucu, bahkan panci. Alhamdulillah, jemaah semakin mandiri dan memahami aturan. Tentu dibantu oleh petugas pemberangkatan haji,” tambah Taufiqurrohman.

Berdasarkan data Kemenag, jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Magetan tahun ini sebanyak 429 orang. Mereka akan diberangkatkan dalam lima gelombang, sesuai daftar dari masing-masing syarikah, mengikuti kebijakan baru otoritas Arab Saudi terkait mekanisme pemberangkatan haji.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pekerja Proyek Tersengat Listrik, Proses Evakuasi Berlangsung Dramatis

    Pekerja Proyek Tersengat Listrik, Proses Evakuasi Berlangsung Dramatis

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Seorang pekerja proyek bangunan di Desa/Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, tersengat listrik saat bekerja di lantai dua ruko, Sabtu petang (6/9/2025). Korban diketahui bernama Ali Mustaqim (29), warga Desa Sawuh, Kecamatan Siman, Ponorogo. Peristiwa bermula ketika Ali hendak memasang peralatan crane untuk pengecoran beton lantai dua. Saat itu, kakinya tanpa sengaja […]

    Bagikan
  • Sepanjang 2025, 13 ASN Magetan Ajukan Perceraian, Ekonomi Jadi Faktor Utama

    Sepanjang 2025, 13 ASN Magetan Ajukan Perceraian, Ekonomi Jadi Faktor Utama

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Magetan mencatat sebanyak 13 aparatur sipil negara (ASN) mengajukan perceraian sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, dua pasangan memilih untuk rujuk, sedangkan 11 perkara lainnya masih berproses. Analis SDM Aparatur BKPSDM Magetan, Nyta, menyampaikan bahwa persoalan ekonomi menjadi faktor utama penyebab retaknya […]

    Bagikan
  • Keberangkatan Jemaah Umrah Sindo Wisata Haji Ulul Azmi

    Keberangkatan Jemaah Umrah Sindo Wisata Haji Ulul Azmi

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 118
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Biro Umrah dan Haji Sindo Wisata Madiun kembali memberangkatkan rombongan jemaah umrahnya menuju Tanah Suci. Pada Sabtu, 28 Desember 2024, prosesi pemberangkatan berlangsung di Asrama Haji Kota Madiun, di mana satu bus rombongan jemaah berkumpul untuk melaksanakan sholat safar dan istighosah sebelum memulai perjalanan mereka menuju ke Tanah Suci. Keberangkatan kali ini […]

    Bagikan
  • Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Normalisasi Jalur KA Blitar dan Tutup JPL Berbahaya

    Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Normalisasi Jalur KA Blitar dan Tutup JPL Berbahaya

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mempercepat normalisasi jalur kereta api di wilayah Blitar menjelang masa Angkutan Lebaran 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penutupan Jalur Perlintasan Sebidang (JPL) Nomor 209 di Dusun Kandangan, Desa Kandangan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Penutupan perlintasan yang berada di Km […]

    Bagikan
  • Warga Kaibon Digemparkan Temuan Mortir di Gudang Rongsokan

    Warga Kaibon Digemparkan Temuan Mortir di Gudang Rongsokan

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Warga Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun dibuat kaget dengan adanya temuan benda mirip mortir di sebuah gudang rongsokan, Rabu (8/4/2026). Benda tersebut pertama kali ditemukan oleh pemilik gudang, Muji Rahayu, saat membersihkan lokasi usahanya yang telah lama belasan tahun dikelola. Muji mengaku, mortir itu ditemukan ketika dirinya mengangkat sebuah karung […]

    Bagikan
  • Dari Tanah ke Rabat Beton untuk Masa Depan Petani di Desa Kembangan Lereng Gunung Lawu

    Dari Tanah ke Rabat Beton untuk Masa Depan Petani di Desa Kembangan Lereng Gunung Lawu

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kembangan adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan. Desa ini berpenduduk 3.443 jiwa dengan mayoritas warganya berprofesi sebagai petani. Seperti halnya desa-desa lain di lereng Gunung Lawu, Kembangan juga dianugerahi tanah yang subur dan cocok untuk pertanian. Namun, di balik potensi alam tersebut, desa ini masih memerlukan percepatan […]

    Bagikan
expand_less