Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Kisah Hadi Nasirin Tangkar Ayam Hutan Hijau yang Kian Langka

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
  • visibility 406
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Hadi Nasirin peternak Ayam Hutan Hijau yang Kian Langka, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Di tengah kekhawatiran akan punahnya populasi ayam hutan hijau (Gallus varius) di alam liar, sebuah kisah inspiratif datang dari Desa Kentangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan. Hadi Nasirin (34), yang sehari-hari bekerja sebagai pencari barang bekas, sukses menangkarkan ayam endemik khas Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara tersebut di pekarangan rumahnya.

Tak banyak yang tahu, sejak tahun 2004, Hadi sudah jatuh hati pada ayam hutan hijau. Bukan sekadar memelihara, ia menaruh perhatian penuh pada upaya pelestarian melalui penangkaran. Bermodal sepasang indukan tangkapan dari alam, pada 2009 ia mulai membudidayakan spesies eksotis ini. Kini, Hadi telah memiliki 12 ekor ayam hasil ternak nya sendiri.

“Yang satu pasangan aktif bertelur, satu lagi masih proses penjodohan. Ayam ini beda, nalurinya masih kuat seperti di alam. Mereka hanya mau bertelur dua kali setahun, maksimal lima butir, dan belum tentu semua menetas,” ungkapnya, Kamis (03/07/2025).

Bagi Hadi, ayam hutan hijau bukan sekadar koleksi. Corak bulunya yang memikat dan suara kokok yang tak bisa ditiru ayam lain, menjadi daya tarik tersendiri. Namun, ia tak menampik bahwa memelihara ayam ini penuh tantangan, apalagi bagi pemula.

“Rawat ayam tangkapan dari alam itu lebih susah. Tapi karena ternakan saya belum bisa penuhi permintaan pasar, kadang masih harus ambil dari alam, meski sudah jarang,” katanya.

Dari segi ekonomi, ayam-ayam Hadi juga punya nilai tinggi. Anakan usia dua bulan dibanderol Rp450 ribu, sedangkan ayam muda bisa mencapai Rp800 ribu tergantung tingkat kejinakan. Bahkan, pernah satu ekor ayam hasil ternaknya laku hingga Rp11 juta.

“Sebulan bisa dapat sekitar Rp2 juta. Alhamdulillah, cukup buat kebutuhan keluarga,” tutur Hadi.

Meski tinggal di pelosok Magetan, pemasaran ayam eksotis Hadi justru merambah hingga luar daerah. Konsumen paling banyak berasal dari wilayah Jawa Barat yang menurutnya memiliki komunitas penghobi ayam hutan cukup besar.

“Kalau di sini masih sepi. Tapi lewat media sosial, saya sering kirim pesanan ke Jawa Barat. Nanti sore juga mau kirim satu ekor ke sana,” ujarnya sambil menunjukkan salah satu ayam jantannya yang berkilau di bawah sinar matahari.

Lebih dari sekadar usaha rumahan, Hadi menyimpan harapan besar atas aktivitasnya: menekan laju kepunahan ayam hutan hijau akibat perburuan liar. Ia mendorong agar semakin banyak peternak yang ikut menjaga kelestarian spesies ini melalui penangkaran.

“Kalau nggak diternak, ya lama-lama habis di alam. Padahal peminatnya tinggi. Malah ayam hutan hijau ini lebih dicari ketimbang ayam hutan merah,” pungkasnya.

Langkah kecil dari pekarangan rumah Hadi kini menjadi kontribusi nyata dalam pelestarian satwa langka. Dari sisa-sisa barang bekas, ia menyulap harapan untuk alam menjadi nyata lewat sayap-sayap ayam hutan hijau yang terus berkembang biak.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tari Gambyong dan Tradisi Bersih Desa: Simbol Kehalusan Budaya Jawa di Bulan Suro

    Tari Gambyong dan Tradisi Bersih Desa: Simbol Kehalusan Budaya Jawa di Bulan Suro

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Tari Gambyong atau Gambyongan adalah salah satu tarian tradisional Jawa yang dikenal karena gerakannya yang lembut dan anggun. Tidak hanya menjadi bagian dari kesenian istana, tarian ini juga lekat dengan tradisi masyarakat desa, terutama dalam upacara adat seperti bersih desa—sebuah tradisi sakral yang digelar setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa. […]

    Bagikan
  • Diduga Sopir Mengantuk, Truk Muatan Beras Terguling di Jalan Raya Madiun-Surabaya

    Diduga Sopir Mengantuk, Truk Muatan Beras Terguling di Jalan Raya Madiun-Surabaya

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Berhati-hatilah dalam berkendara di jalan raya. Sebuah truk bermuatan beras mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Madiun–Surabaya, tepatnya di Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Senin malam (24/03/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. Bus yang terguling menutup badan jalan menyebabkan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Kasat Lantas Polres Madiun melalui  Kanit Turjawali Polres […]

    Bagikan
  • Puluhan Pasangan Nikah Siri di Ponorogo Disahkan Lewat Sidang Isbat

    Puluhan Pasangan Nikah Siri di Ponorogo Disahkan Lewat Sidang Isbat

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Puluhan pasangan yang sebelumnya menikah siri atau hanya secara agama akhirnya mendapatkan pengesahan melalui Sidang Isbat Nikah Massal yang digelar di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Senin (25/08/2025) pukul 10.00 WIB. Sebanyak 28 pasangan resmi mengajukan pengesahan pernikahan mereka ke Pengadilan Agama. Dari jumlah itu, terdapat pasangan lanjut usia yang sudah menikah siri […]

    Bagikan
  • Petani Lereng Wilis Mulai Panen Tembakau, Hadapi Tantangan Hama Meski Cuaca Bersahabat

    Petani Lereng Wilis Mulai Panen Tembakau, Hadapi Tantangan Hama Meski Cuaca Bersahabat

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Musim panen tembakau mulai berlangsung di kawasan lereng Gunung Wilis, Kabupaten Madiun. Sejak pertengahan Juni 2025, para petani di Desa Bolo, Kecamatan Kare, tampak sibuk memanen dan mengeringkan hasil tanaman yang mereka rawat sejak Maret lalu. Yulianto (41), salah satu petani tembakau setempat, mengungkapkan bahwa ia telah melakukan tiga kali […]

    Bagikan
  • KA Madiun Jaya New Generation: Sudah 10.571 Penumpang, Kamu Kapan Coba?

    KA Madiun Jaya New Generation: Sudah 10.571 Penumpang, Kamu Kapan Coba?

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 1.593
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – KA Madiun Jaya yang beroperasi sejak 21 Maret 2025 lalu mulai menjadi pilihan para pelanggan. Terbukti, jumlah penumpang KA Madiun Jaya 10.571 pelanggan telah menikmati perjalanan dari Stasiun Madiun – Pasar Senen PP. Dengan rincian sebanyak 2.573 penumpang menggunakan kelas layanan eksekutif dan 7.998 penumpang menggunakan kelas ekonomi. KA Madiun […]

    Bagikan
  • Ditinggal Memasak, Dapur dan Kandang di Magetan Terbakar, Tujuh Kambing Mati Terpanggang

    Ditinggal Memasak, Dapur dan Kandang di Magetan Terbakar, Tujuh Kambing Mati Terpanggang

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah rumah di Desa Jomblang, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, dilanda kebakaran pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 12.45 WIB. Kebakaran diduga dipicu tungku tradisional yang masih menyala saat digunakan memasak, namun ditinggal oleh pemilik rumah. Api pertama kali muncul dari bagian dapur yang masih menggunakan tungku kayu bakar. Bara api diduga membesar […]

    Bagikan
expand_less