Akses Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo Lumpuh Akibat Longsor, Ini Langkah Penanganannya
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 35
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Trenggalek – Akses jalan nasional Trenggalek–Ponorogo di Kilometer 16 hingga Rabu (4/3/2026) masih tertutup total akibat longsor yang dipicu runtuhan batu berukuran besar yang terjadi pada Selasa (3/3/2026) petang. Material berupa bongkahan batu dan tanah menutup seluruh badan jalan, menyebabkan jalur strategis penghubung dua kabupaten tersebut lumpuh total.
Penutupan jalur nasional ini berdampak pada terhambatnya mobilitas warga serta distribusi logistik antarwilayah. Aparat gabungan masih melakukan penanganan intensif di lokasi kejadian guna mempercepat pembukaan akses.
Komandan Kodim 0806/Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro turun langsung ke lokasi bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek Stefanus Triadi Atmono untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur. Keduanya meninjau titik longsor dan memimpin koordinasi lintas sektor di lapangan.
Menurut Letkol Roy, sebelum pembersihan material dilakukan, tim gabungan terlebih dahulu melaksanakan asesmen dan pemetaan kondisi lereng. Langkah tersebut dinilai krusial untuk mengidentifikasi tingkat kerawanan serta potensi longsor susulan.
“Tim harus memastikan kondisi lereng aman. Kami petakan potensi bahaya agar proses pembersihan tidak membahayakan personel maupun pengguna jalan,” ujarnya di lokasi.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan secara menyeluruh, termasuk dari atas lereng. Tim juga menggunakan drone untuk memperoleh gambaran detail struktur tanah dan kontur tebing di sekitar titik longsor.
“Hasil pemantauan menunjukkan adanya beberapa jalur aliran air yang buntu. Jika terjadi hujan deras, air bisa menjenuhkan tanah dan meningkatkan risiko longsor susulan,” kata Triadi.
Untuk membuka kembali akses jalan, satu unit alat berat dikerahkan guna menyingkirkan material batu berukuran kecil dan tanah. Adapun bongkahan batu besar yang menutup badan jalan akan dipecah menggunakan alat breaker. Namun, penggunaan alat tersebut akan diuji terlebih dahulu guna memastikan getaran yang ditimbulkan tidak memicu runtuhan tambahan dari bagian atas lereng.
Hingga berita ini diturunkan, jalur nasional Trenggalek–Ponorogo masih belum dapat dilalui kendaraan dari kedua arah. Tim gabungan mengutamakan faktor keselamatan dalam setiap tahapan penanganan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif sementara waktu hingga proses evakuasi material longsor selesai dilakukan. (krs)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez

