Berita Terkini
Trending Tags

Tanah Gerak Putus Akses Kecamatan Pudak–Sooko, Dua Rumah Terancam

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • visibility 49
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kondisi tanah retak dipantau oleh BPBD Jawa Timur dan aparat desa, Foto: Pusdalop BPBD Ponorogo

Sinergia | Ponorogo – Pergerakan tanah di Desa Bareng, Kecamatan Pudak, Ponorogo, Jawa Timur, memutus total akses jalan alternatif yang menjadi penghubung antar Kecamatan Pudak dan Sooko. Fenomena geologi ini juga menimbulkan retakan besar yang kini mengancam dua rumah warga yang berada di kawasan terdampak.

Tanah gerak tersebut telah terpantau dan tanda-tandanya bahkan sudah mulai muncul sekitar dua minggu sebelumnya. Patahan tanah berukuran besar terbentuk dengan kedalaman kurang lebih 2 meter dan memanjang hingga 40 meter. Dampaknya merusak area perkebunan milik warga dan memutus jalur strategis penghubung kecamatan.

Rumah yang sangat dekat dengan garis retakan, yakni milik pasutri Sarmin (60) dan Katijem (55) yang berjarak 5 meter dari retakan. Kini berada dalam ancaman kerusakan lanjutan. Mereka memilih tetap bertahan meski telah mendapatkan imbauan untuk mengungsi sementara.

“Berat sekali kalau harus pindah. Ini sudah rumah dari lama,”Katijem, pemilik rumah terdampak.

Kepala Desa Bareng, Yahudi, membenarkan adanya pergerakan tanah yang terus diamati oleh BPBD Jawa Timur dan aparat desa. Ia mengaku telah mengimbau warga yang paling dekat dengan retakan untuk mengosongkan rumahnya demi keamanan.

“Kami bersama BPBD Ponorogo dan BPBD Jatim sudah melakukan pemantauan. Dua rumah terdekat sudah kami minta dikosongkan sementara,” ujarnya.

Terputusnya akses jalan alternatif tersebut berdampak langsung pada mobilitas warga. Sebagian masyarakat kini terpaksa memutar perjalanan hingga puluhan kilometer untuk menuju pusat Kecamatan Pudak maupun kecamatan sooko. Hal itu memicu kekhawatiran akan dampak ekonomi dan layanan darurat jika pergerakan tanah masih berlanjut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur masih melakukan pemantauan berkala terhadap pergerakan tanah dan kemungkinan retakan susulan. Pemerintah desa juga telah menyiapkan rencana antisipatif untuk perlindungan permukiman dan pembukaan kembali akses bila memungkinkan. (Ega/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madiun Hari Wuryanto Lantik 137 Pejabat Fungsional

    Bupati Madiun Hari Wuryanto Lantik 137 Pejabat Fungsional

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 137 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, di Pendopo Muda Graha, Jumat (24/05/2025). Pelantikan tersebut terdiri atas 133 pejabat fungsional dan empat pegawai negeri sipil (PNS), sebagai bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS. […]

    Bagikan
  • Jelang Penutupan SPMB 2025, Dikbud Siapkan Strategi Distribusi Siswa atau Merger Sekolah

    Jelang Penutupan SPMB 2025, Dikbud Siapkan Strategi Distribusi Siswa atau Merger Sekolah

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menjelang berakhirnya masa pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun terus memantau perkembangan daya tampung sekolah, khususnya di tingkat sekolah dasar. Sejumlah sekolah tercatat masih belum memenuhi pagu siswa. Hal itu mendorong Dikbud Madiun menyiapkan langkah antisipatif untuk pemerataan distribusi peserta didik. Kepala Dikbud […]

    Bagikan
  • Ratusan Warga Kota Madiun Serbu Gerakan Pasar Murah di Lapak Kampir

    Ratusan Warga Kota Madiun Serbu Gerakan Pasar Murah di Lapak Kampir

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun mengadakan gerakan pasar murah di Lapak Kampir Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun Jumat (7/3/2025). Hal ini seiring masih tingginya harga bahan pokok di pasaran pada saat momen ramadhan hingga idul fitri mendatang.  Ratusan […]

    Bagikan
  • Gempa Pacitan Terasa hingga Madiun, Menara Masjid di Kincang Wetan Dilaporkan “Ndoyong”  photo_camera 4

    Gempa Pacitan Terasa hingga Madiun, Menara Masjid di Kincang Wetan Dilaporkan “Ndoyong” 

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat di wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari, dirasakan hingga Kabupaten dan Kota Madiun. Getaran yang terjadi sekitar pukul 01.06 WIB sempat membuat sebagian warga panik dan keluar rumah. Di Kabupaten Madiun, gempa dilaporkan berdampak pada sebuah menara masjid di Desa […]

    Bagikan
  • Gelorakan Semangat Gotong Royong, Bupati Madiun Buka BBGRM 2025 di Kebonsari

    Gelorakan Semangat Gotong Royong, Bupati Madiun Buka BBGRM 2025 di Kebonsari

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto resmi membuka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2025 di Lapangan Desa Kebonsari, Kecamatan Kebonsari, pada Rabu (25/06/2025). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat. Pelaksanaan BBGRM 2025 diawali dengan serangkaian kegiatan sosial, mulai dari donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, […]

    Bagikan
  • Kian Terkeruk, Pemkab Magetan Ancam Pidanakan Penambang Ilegal

    Kian Terkeruk, Pemkab Magetan Ancam Pidanakan Penambang Ilegal

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Alam indah Magetan kian tergerus. Tebing tinggi rawan longsor, jalanan desa hancur, dan pengusaha tambang terus menggali tanpa peduli. Pemerintah Kabupaten Magetan akhirnya bersuara lantang dengan ancaman pidana siap menjerat penambang ilegal yang merusak lingkungan dan melecehkan hukum. Ancaman ini disampaikan langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Magetan, Nizamul, usai melakukan inspeksi […]

    Bagikan
expand_less