Berita Terkini
Trending Tags

Jelang Penutupan SPMB 2025, Dikbud Siapkan Strategi Distribusi Siswa atau Merger Sekolah

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
  • visibility 79
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Menjelang penutupan pendaftaran SPMB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun terus memantau daya tampung sekolah, Foto: Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Menjelang berakhirnya masa pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun terus memantau perkembangan daya tampung sekolah, khususnya di tingkat sekolah dasar. Sejumlah sekolah tercatat masih belum memenuhi pagu siswa. Hal itu mendorong Dikbud Madiun menyiapkan langkah antisipatif untuk pemerataan distribusi peserta didik.

Kepala Dikbud Kabupaten Madiun, Siti Zubaidah, mengatakan pihaknya bertanggung jawab penuh memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh akses pendidikan yang layak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendistribusikan siswa secara merata ke sekolah-sekolah yang belum mencapai kuota.

“Jika ditemukan sekolah yang kelebihan siswa atau sebaliknya, kami akan melakukan redistribusi agar tidak terjadi ketimpangan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami,” ujar Zubaidah saat dikonfirmasi, Rabu (18/06/2025).

Dikbud juga memfokuskan upaya pemerataan ini pada sekolah-sekolah yang berada di wilayah perbatasan antar desa, kecamatan, bahkan kabupaten. Zubaidah menegaskan, pendekatan tersebut mempertimbangkan prinsip zonasi dan domisili sebagaimana diatur oleh pemerintah pusat.

“Kami sudah berkoordinasi lintas wilayah agar anak-anak tetap bisa mengakses sekolah terdekat, meskipun secara administratif berada di luar Kabupaten Madiun,” jelasnya.

Guna mendukung pemerataan ini, pemetaan wilayah sekolah telah dilakukan untuk menyesuaikan jalur penerimaan siswa baru. Strategi ini diharapkan memudahkan siswa dalam memilih sekolah terdekat sesuai dengan kondisi geografis dan kenyamanan akses.

“Anak-anak tetap punya pilihan sekolah yang paling dekat dari tempat tinggalnya, meski itu lintas desa. Kami sesuaikan dengan kondisi geografis di lapangan,” imbuh Zubaidah.

Langkah ini diambil agar tidak ada sekolah yang kekurangan siswa serta memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan tanpa terhambat batas administratif wilayah. Sebelumnya, sejumlah sekolah di Kabupaten Madiun dilaporkan belum memenuhi pagu siswa, termasuk SDN Wayut 1 di Kecamatan Jiwan.

Dari total 28 pagu yang disediakan, hingga Rabu (18/6) hanya satu calon siswa yang tercatat akan mendaftar melalui tiga jalur—afirmasi, mutasi, dan domisili. Meski penutupan pendaftaran dijadwalkan Kamis (20/06/2025), pihak sekolah tetap membuka peluang pendaftaran hingga tahun ajaran baru dimulai.

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Longsor dan Banjir di Balong, TNI-Polri Bangun Jembatan Darurat untuk Warga

    Longsor dan Banjir di Balong, TNI-Polri Bangun Jembatan Darurat untuk Warga

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Banjir dan tanah longsor yang menerjang Dukuh Kates, Desa Pandak, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, mengakibatkan akses jalan warga terputus setelah jembatan penghubung hanyut diterjang arus sungai. Untuk memulihkan akses, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, perangkat desa, dan warga setempat bergotong royong membangun jembatan darurat dari sesek bambu, Sabtu (23/5/2026). Selain membangun jembatan […]

    Bagikan
  • Polisi Ungkap Tabrak Lari di Magetan, Pelaku Diamankan Kurang dari 12 Jam

    Polisi Ungkap Tabrak Lari di Magetan, Pelaku Diamankan Kurang dari 12 Jam

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kecelakaan tabrak lari yang menewaskan satu pejalan kaki di Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, pada Rabu (18/6/2025) pukul 04.45 WIB berhasil diungkap kurang dari 12 jam oleh Satlantas Polres Magetan. Korban atas nama GN (73), warga Dusun Genggong, Desa Randugede meninggal dunia dalam peristiwa itu. Sementara SYN (65), warga […]

    Bagikan
  • Penuh Luka Lebam, Visum Ungkap Dugaan Kekerasan pada Jenazah Warga Sukorejo Play Button

    Penuh Luka Lebam, Visum Ungkap Dugaan Kekerasan pada Jenazah Warga Sukorejo

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Hasil visum dan autopsi terhadap jenazah Nur Aini (55), warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengungkap adanya sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuh korban. Luka tersebut diduga akibat kekerasan benda tumpul. Visum dan autopsi dilakukan oleh tim medis forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri Polda Jawa Timur […]

    Bagikan
  • Program TPS 3R DLHKP Magetan Dikritik : Banyak Dibangun, Minim Pengelolaan

    Program TPS 3R DLHKP Magetan Dikritik : Banyak Dibangun, Minim Pengelolaan

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Ketahanan Pangan (DLHKP) Kabupaten Magetan menuai sorotan tajam. Meskipun belasan unit TPS 3R telah dibangun, pelaksanaan di lapangan dinilai belum mencerminkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tercatat sedikitnya 22 titik TPS 3R telah berdiri di berbagai wilayah Magetan. Selain […]

    Bagikan
  • Pelajar SMK di Magetan Ditemukan Tewas di Bengawan Madiun, Diduga Terjun dari Jembatan

    Pelajar SMK di Magetan Ditemukan Tewas di Bengawan Madiun, Diduga Terjun dari Jembatan

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Seorang pelajar SMK di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjun ke Sungai Bengawan Madiun dari Jembatan Ngujur, Desa Gorang Gareng Taji, Kecamatan Nguntoronadi Kamis (23/4/2026). Korban diketahui bernama Davin Andriano Mustaqin (19), warga Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran. Peristiwa tersebut terungkap pada Rabu (22/4/2026), dan sempat mengundang perhatian […]

    Bagikan
  • Mediasi Gugatan Gus Wahid Kembali Tertunda, Ketua DPRD Magetan Dua Kali Mangkir

    Mediasi Gugatan Gus Wahid Kembali Tertunda, Ketua DPRD Magetan Dua Kali Mangkir

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi antara Nurwahid (Gus Wahid) dan pimpinan DPRD Magetan kembali tidak membuahkan hasil. Agenda mediasi yang dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Magetan pada Rabu (26/11/2025) terpaksa dihentikan karena Ketua DPRD Magetan, Suratno, kembali tidak hadir untuk kedua kalinya. Sidang yang dipimpin oleh mediator Hakim Dedi Alfarizi […]

    Bagikan
expand_less