Antrean Pendaki Gunung Lawu Mengular Saat Libur Idulfitri 2026
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 10
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Lonjakan aktivitas pendakian terjadi selama libur panjang Idulfitri 2026 di kawasan Gunung Lawu. Kepadatan paling mencolok terlihat di jalur Cemoro Sewu, yang dipenuhi antrean panjang calon pendaki hingga suasananya viral di media sosial.
Rekaman yang diunggah melalui TikTok oleh akun @oneone3984 memperlihatkan ratusan pendaki mengantre sejak dini hari. Barisan panjang terlihat mengular, sementara keramaian di sekitar lokasi registrasi disebut menyerupai pasar malam.
Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut lonjakan antrean sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir, terutama saat pendaftaran pendakian dibuka pada pukul 01.00 WIB.
“Dalam tiga hari terakhir, antrean memang cukup panjang, terutama pada jam awal registrasi. Kebanyakan pendaki memilih datang lebih dini agar bisa segera naik,” kata Mulyadi, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, mayoritas pendaki merupakan pendaki “tektok” yang ingin menikmati momen matahari terbit di puncak Lawu saat libur Lebaran.
“Banyak pendaki yang mengejar sunrise, jadi mereka memilih naik malam hari. Itu yang membuat antrean menumpuk di awal waktu pendaftaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah pendaki selama libur Lebaran meningkat signifikan. Dalam satu hari, pendaki yang melalui jalur Cemorosewu bisa mencapai lebih dari 500 orang.
“Kalau dibanding hari biasa jelas meningkat tajam. Dalam sehari bisa tembus ratusan, bahkan lebih dari 500 pendaki, sehingga antrean sulit dihindari,” ungkapnya.
Mulyadi memperkirakan lonjakan ini masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, mengingat masa libur sekolah belum berakhir.
“Kami memperkirakan kepadatan masih terjadi sampai libur usai. Tidak hanya di Cemorosewu, jalur lain di Gunung Lawu juga mengalami peningkatan jumlah pendaki,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pendaki asal Solo, Rian (24), mengaku sudah datang sejak tengah malam untuk menghindari antrean lebih panjang.
“Saya berangkat lebih awal supaya tidak terlalu lama antre. Tapi ternyata tetap ramai, mungkin karena momen Lebaran,” katanya.
Dari sisi cuaca, kondisi saat ini dinilai cukup mendukung untuk aktivitas pendakian. Sebelumnya, jalur sempat ditutup selama bulan Ramadan akibat cuaca ekstrem yang berisiko bagi keselamatan.
Kini, setelah jalur kembali dibuka, kawasan Gunung Lawu kembali dipadati pendaki. Perhutani pun mengimbau seluruh pengunjung untuk tetap mematuhi aturan, menjaga kondisi fisik, serta mengutamakan keselamatan selama melakukan pendakian.(Kus).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Kris/Byg







