Berita Terkini
Trending Tags

Balon Udara Besar Jatuh di Kebun Ketela Warga, Sempat Diambil Anak-Anak

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • visibility 279
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sebuah balon udara berukuran besar diamankan di Polsek Babadan, (26/3/2026), Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Sebuah balon udara berukuran besar jatuh di kebun ketela milik warga di Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (26/3/2026) siang. Balon tersebut diketahui masih dalam kondisi mengembang dan sempat mengeluarkan asap saat pertama kali ditemukan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Balon udara tanpa awak tersebut memiliki diameter kurang lebih dua meter dengan tinggi mencapai 15 meter. Balon jatuh di area perkebunan ketela milik warga setempat.

Dari video yang beredar di masyarakat, balon terlihat masih dalam kondisi panas dan mengeluarkan asap saat pertama kali jatuh. Namun, saat petugas dari Polsek Babadan tiba di lokasi, balon tersebut sudah tidak berada di tempat. Petugas hanya berhasil mengamankan sisa sumbu yang masih mengeluarkan asap di lokasi kejadian.

Salah satu saksi mata, Amirul Sholikin, mengatakan balon jatuh dalam kondisi masih panas. Tidak lama kemudian, dua orang anak muda yang diperkirakan masih berusia SMP datang dan membawa pergi balon tersebut.

“Balon masih panas dan mengeluarkan asap. Tidak lama kemudian ada dua anak muda datang dan langsung membawa balon itu pergi. Mereka bukan warga sini,” ujar Amirul.

Setelah dilakukan pencarian kurang dari satu jam, balon udara tersebut akhirnya berhasil ditemukan dan diamankan. Selanjutnya, balon diserahkan kepada perangkat desa dan kemudian dibawa ke Polsek Babadan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Babadan, AKP Yudha Setiawan, menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya sisa petasan pada balon udara tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya sisa petasan pada balon udara tersebut. Kami mengimbau masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara tanpa pengaman karena berpotensi membahayakan lingkungan dan keselamatan,” ujarnya. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penumpang Kereta Melonjak! PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun Tembus 3 Juta di Triwulan I 2026

    Penumpang Kereta Melonjak! PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun Tembus 3 Juta di Triwulan I 2026

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Jumlah penumpang kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengalami lonjakan signifikan pada triwulan pertama 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat total 3.017.881 pelanggan selama periode Januari hingga Maret 2026, naik 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari total tersebut, sebanyak 1.517.883 pelanggan tercatat berangkat, sementara […]

    Bagikan
  • Kebakaran Ruko Sidorejo Jadi Alarm Keras untuk Evaluasi Damkar Madiun

    Kebakaran Ruko Sidorejo Jadi Alarm Keras untuk Evaluasi Damkar Madiun

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Insiden kebakaran yang menghanguskan ruko milik warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/2/2026), menjadi sorotan serius. Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik pada mesin pom bensin mini itu menelanjangi sejumlah kendala yang dihadapi tim pemadam kebakaran (Damkar) setempat. Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol […]

    Bagikan
  • Warga Sayutan Desak Tambang Ditutup Permanen, Bupati Magetan Diminta Cek Lokasi

    Warga Sayutan Desak Tambang Ditutup Permanen, Bupati Magetan Diminta Cek Lokasi

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penolakan terhadap aktivitas pertambangan di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, kembali menguat. Sejumlah warga yang selama ini menolak keberadaan tambang mendatangi Kantor Bupati Magetan, Jumat (19/6/2026), untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka agar kegiatan penambangan dihentikan secara permanen. Didampingi tim kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) No Viral No Justice […]

    Bagikan
  • 741 Personel Disiagakan, Polres Madiun Kota Siap Laksanakan Ops Ketupat Semeru 2026 

    741 Personel Disiagakan, Polres Madiun Kota Siap Laksanakan Ops Ketupat Semeru 2026 

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 741 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri di wilayah Kota Madiun. Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di halaman Mako Polres Madiun Kota, Kamis (12/3/2026) sore. Apel tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait […]

    Bagikan
  • DPRD Kabupaten Madiun Gelar RDP Bersama Dinsos, DTSEN dan Tagana Ditelisik

    DPRD Kabupaten Madiun Gelar RDP Bersama Dinsos, DTSEN dan Tagana Ditelisik

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – DPRD Kabupaten Madiun serentak menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terhadap materi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Madiun tahun anggaran 2025. Selama dua hari ini RDP diagendakan untuk memanggil semua OPD Pemkab Madiun. Setiap OPD dibagi sesuai jadwal dengan masing masing komisi yang membidangi. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu […]

    Bagikan
  • Kasus Landak Jawa di Madiun Terungkap dari Laporan Warga, Polres Madiun Beberkan Kronologi

    Kasus Landak Jawa di Madiun Terungkap dari Laporan Warga, Polres Madiun Beberkan Kronologi

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Kasus kepemilikan ilegal satwa dilindungi jenis Landak Jawa yang menjerat Darwanto, warga Dusun Gemuruh, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun rupanya bermula dari laporan masyarakat setempat. Kasatreskrim Polres Madiun AKP Agus Andi menjabarkan laporan tersebut diterima pihak kepolisian pada Desember 2024. Laporan itu diajukan oleh warga Desa Tawangrejo dan disertai dukungan […]

    Bagikan
expand_less