Selasa, 13 Okt 2026
Trending Tags

Balon Udara Besar Jatuh di Kebun Ketela Warga, Sempat Diambil Anak-Anak

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • visibility 367
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sebuah balon udara berukuran besar diamankan di Polsek Babadan, (26/3/2026), Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Sebuah balon udara berukuran besar jatuh di kebun ketela milik warga di Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (26/3/2026) siang. Balon tersebut diketahui masih dalam kondisi mengembang dan sempat mengeluarkan asap saat pertama kali ditemukan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Balon udara tanpa awak tersebut memiliki diameter kurang lebih dua meter dengan tinggi mencapai 15 meter. Balon jatuh di area perkebunan ketela milik warga setempat.

Dari video yang beredar di masyarakat, balon terlihat masih dalam kondisi panas dan mengeluarkan asap saat pertama kali jatuh. Namun, saat petugas dari Polsek Babadan tiba di lokasi, balon tersebut sudah tidak berada di tempat. Petugas hanya berhasil mengamankan sisa sumbu yang masih mengeluarkan asap di lokasi kejadian.

Salah satu saksi mata, Amirul Sholikin, mengatakan balon jatuh dalam kondisi masih panas. Tidak lama kemudian, dua orang anak muda yang diperkirakan masih berusia SMP datang dan membawa pergi balon tersebut.

“Balon masih panas dan mengeluarkan asap. Tidak lama kemudian ada dua anak muda datang dan langsung membawa balon itu pergi. Mereka bukan warga sini,” ujar Amirul.

Setelah dilakukan pencarian kurang dari satu jam, balon udara tersebut akhirnya berhasil ditemukan dan diamankan. Selanjutnya, balon diserahkan kepada perangkat desa dan kemudian dibawa ke Polsek Babadan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Babadan, AKP Yudha Setiawan, menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya sisa petasan pada balon udara tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya sisa petasan pada balon udara tersebut. Kami mengimbau masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara tanpa pengaman karena berpotensi membahayakan lingkungan dan keselamatan,” ujarnya. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Evaluasi Program 2026, Pemkot Terapkan WFH ASN Setiap Jumat, Bersepeda hingga Manfaatkan Kendaraan Umum

    Evaluasi Program 2026, Pemkot Terapkan WFH ASN Setiap Jumat, Bersepeda hingga Manfaatkan Kendaraan Umum

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bakal menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan tersebut dibarengi dengan mekanisme pengawasan ketat melalui absensi serta laporan dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Kebijakan itu disampaikan Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun usai Apel Pejabat di […]

    Bagikan
  • Tragedi Berulang! Bekas Galian C di Madiun Telan Dua Nyawa Anak, Warga Tuding Pemerintah Desa Tulung Lalai

    Tragedi Berulang! Bekas Galian C di Madiun Telan Dua Nyawa Anak, Warga Tuding Pemerintah Desa Tulung Lalai

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 589
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Tragedi kembali terjadi di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Bekas tambang galian C yang tak kunjung direklamasi kembali memakan korban jiwa. Total sudah dua anak meninggal dunia akibat lokasi berbahaya yang dibiarkan terbuka tanpa penanganan serius. Warga pun geram. Mereka menilai pemerintah desa terkesan abai meski peringatan sudah berulang kali […]

    Bagikan
  • Ayo Cek Kesehatan Hewan Kesayangan di DKPP Kota Madiun

    Ayo Cek Kesehatan Hewan Kesayangan di DKPP Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun kini membuka Yankeswan (Layanan Kesehatan Hewan). Layanan inj bertujuan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat terkait kesehatan hewan masyarakat. Layanan ini mencakup pemeriksaan dan penanganan untuk hewan-hewan seperti kucing, anjing, ular, kera, dan reptil, khususnya untuk penyakit ringan yang bisa diatasi. Kepala Bidang Pertanian DKPP […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Masuk Top 5 I-SIM 2025, Wali Kota Optimistis Tembus Tiga Besar Nasional

    Kota Madiun Masuk Top 5 I-SIM 2025, Wali Kota Optimistis Tembus Tiga Besar Nasional

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Kota Madiun kembali mencatat prestasi di tingkat nasional setelah berhasil masuk Top 5 dalam program Integrated Sustainable Indonesia Movement (I-SIM) 2025. Program yang digagas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) bekerja sama dengan PT Surveyor Indonesia ini menilai berbagai inovasi pembangunan berkelanjutan dari pemerintah kota se-Indonesia. Dari total 82 peserta, Kota […]

    Bagikan
  • PSHT Pusat Madiun Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp. 4 Miliar Lebih Untuk Korban Bencana di Sumatera dan Aceh

    PSHT Pusat Madiun Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp. 4 Miliar Lebih Untuk Korban Bencana di Sumatera dan Aceh

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Bantuan kemanusiaan untuk para korban terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh terus mengalir. Seperti pemberangkatan bantuan oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun pada Minggu (14/12/2025) di Padepokan Graha Krida Budaya Jalan Merak Kota Madiun. Total bantuan kemanusiaan senilai Rp. 4 miliar […]

    Bagikan
  • Kehamilan di Luar Nikah Dominasi Dispensasi Nikah Anak di Kabupaten Madiun

    Kehamilan di Luar Nikah Dominasi Dispensasi Nikah Anak di Kabupaten Madiun

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Fenomena pernikahan dini di Kabupaten Madiun masih menjadi persoalan serius sepanjang 2025. Data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Madiun menunjukkan, kehamilan di luar nikah menjadi faktor dominan yang mendorong remaja mengajukan dispensasi nikah. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 63 anak mengikuti konseling dispensasi […]

    Bagikan
expand_less